
" Nenek." gumam Elizabeth terkejut melihat orang yang di tolongnya bisa berada di sini.
Everlyn memiringkan kepalanya bingung melihat Elizabeth yang terkejut. Sedangkan Nenek itu hanya tersenyum melihat Elizabeth.
" Kamu akan mengetahui dirimu yang sebenarnya." kata Nenek itu sambil menunjuk Elizabeth.
Setelah mengatakan hal itu nenek itu menghilang secara misterius. Membuat Elizabeth terkejut sekaligus penasaran akan perkataan nenek itu tadi.
" Siapa sebenarnya dia?" batin Elizabeth bertanya.
Lamunan Elizabeth buyar ketika Everlyn menarik gaunnya dan menatapnya dengan pandangan khawatir.
" Mama baik baik saja kan?" tanya Everlyn dengan khawatir.
" Apa anda baik baik saja Yang Mulia?" tanya Seorang prajurit ketika melihat Elizabeth bertemu dengan seseorang yang misterius.
Elizabeth langsung menggelengkan kepalanya.
" Aku baik baik saja, lebih baik kalian melanjutkan pekerjaan kalian dan ingat jangan manggil aku dengan sebutan Yang Mulia. aku tidak ingin jadi pusat perhatian." jawab Elizabeth sekaligus memberikan perintahnya.
" Tapi Yang Mulia ini merupakan perintah Kaisar." kata Prajurit itu yang masih kukuh terhadap perintah Kaisar.
__ADS_1
Elizabeth memijit pelipisnya sebelum dirinya menggangguk. Menurutnya percuma saja para prajurit hanya mau menuruti perintah dari Kaisar Maximilian.
Setelah itu Elizabeth menggenggam tangan Everlyn sambil menuju salah satu toko pakaian yang berada di ujung gang kecil dan sepi. Elizabeth mengingat isi novel di bagian ketika Stella sedang berkeliling kota dan melihat sebuah toko pakaian yang kelihatan sepi. Akhirnya Stella membeli pakaian itu dan berkatnya toko itu akan menjadi ramai ketika Stella mengenakan gaunnya dari toko pakaian tersebut.
Cring.....
" Selamat datang Nona saya Anna pemilik toko pakaian ini." kata Anna sambil memperkenalkan dirinya.
" Terima kasih saya di sini ingin memesan beberapa potong gaun untuk saya dan anak saya." kata Elizabeth dengan ramah.
" Tentu silahkan ikut saya." kata Anna yang menyuruh Elizabeth untuk mengikutinya.
Elizabeth pun mengikutinya dari belakang sambil terus mengandeng tangan Everlyn. Sedangkan para prajurit di suruh olehnya untuk menunggu di depan pintu toko. Elizabeth sampai di sebuah ruangan yang di penuhi oleh berbagai macam gaun dan beberapa potong kain.
Elizabeth duduk bersama Everlyn yang berada di sampingnya. Setelah duduk dengan nyaman Elizabeth mengambil salah satu buku sketsa yang berada di tas kecil yang tadi dirinya bawa.
" Ini gambar desain gaun, saya ingin anda Membuat kan persis sama di desain ini." kata Elizabeth sambil memberikan buku sketsa.
Anna pun menerimanya dan melihat gambar yang di buat oleh Elizabeth.
__ADS_1
Anna terkejut melihat desain baju yang menurutnya sangat unik.
" Apa anda yakin ingin saya membuat nya?" tanya Anna yang sedikit ragu karena dirinya baru menyadari bahwa nona ini merupakan seorang bangsawan.
" Tentu saya ingin membuatkan nya dan saya memberi waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikan semua gaun ini dan saya tidak ingin anda membuatnya untuk orang lain selain untuk saya. Apa anda sanggup?" kata Elizabeth sekaligus bertanya.
Anna langsung mengangguk dengan semangat menurutnya sebuah kehormatan bisa membuatkan gaun untuk seorang bangsawan terlebih lagi semua desain ini sangat indah.
Elizabeth yang melihat anggukan dari Anna hanya tersenyum puas sambil memberikannya sebuah 5 koin emas sebagai uang mukanya.
Setelah itu Elizabeth berdiri bersama dengan Everlyn.
" Saya permisi dulu nona Anna dan kirim saja gaunnya ke istana atas nama Elizabeth Brilianton." kata Elizabeth sebelum pergi bersama Everlyn tanpa mendengar balasan dari Anna lagi.
Sedangkan Anna sendiri bingung setelah mendengar nama orang tadi.
" Seperti nama Ratu." gumam Anna dengan pelan.
__ADS_1
Continue......