
" Kau." gumam Elizabeth terkejut saat melihat orang yang ada di hadapannya.
Orang itu bernama Emilia Davildom merupakan anak angkat seorang Duke Davildom sekaligus adik tiri Elizabeth, dia mengingat dalam novel bahwa sebenarnya Elizabeth anak Duke yang terbuang Elizabeth dianggap sebagai penyebab kematian sang Duchesss yang di ketahui meninggal sehabis melahirkan nya, Elizabeth mengingat saat berusia 7 tahun Ayahnya Duke James Davildom membawa seorang anak kecil untuk di jadikan puterinya, sejak hari itu Emilia selalu di limpahkan kasih sayang oleh seluruh penghuni mansion, Hal itu membuat Elizabeth menjadi sosok yang sombong, pemarah, dan iri hati.
" Oh Lady Emilia sedang apa anda di sini?" tanya Elizabeth dengan santainya sambil memasukan potongan mangga muda dalam mulutnya.
" Saya sedang menemani Ayah dan Kakak yang ada urusan di istana." jawab Emilia sambil tersenyum manis.
Elizabeth tahu perkataan dari Emilia seakan menyindir dirinya, jika Elizabeth yang asli mungkin ia sudah mengamuk marah, tetapi sekarang yang menepati raga Elizabeth adalah Clara Anderson yang datang dari masa depan lagipula dirinya sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini.
" Oh." kata Elizabeth sambil menikmati rujak mangga miliknya.
Emilia yang tidak suka di acuhkan langsung mendorong Elizabeth hingga terjatuh dari kursi taman.
Bruk..
" Aduh." lenguh Elizabeth sambil memegang punggungnya yang terasa sakit lagi.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan Axello sedang berjalan melewati taman dan melihat Ibunya di dorong hingga terjatuh, Axello langsung menghampirinya dengan wajah marah.
" APA ANDA LAKUKAN PADA RATU." teriak Axello ketika sudah berjalan mendekati Elizabeth dan Emilia.
Tiba tiba Emilia jatuh tersungkur ke tanah, sambil memegang kakinya dan menampilkan mata yang berkaca-kaca.
"Maafkan saya pangeran, saya terjatuh karena ulah Sang Ratu yang iri pada saya." kata Emilia dengan berwajah sedih.
Elizabeth memutar bola matanya malas dia mengingat dulu Axello selalu membela Emilia ketika dulu saat pesta minum teh tanpa sengaja Elizabeth menumpahkan secangkir teh yang sudah dingin tapi sayangnya Emilia berbohong bahwa Elizabeth sengaja melakukannya karena ia cemburu terhadap Emilia, sejak hari itu Elizabeth tidak pernah menampakkan dirinya di acara minum teh dengan para bangsawan.
" Apa yang anda lakukan pada Ibunda?" tanya Axello sekali lagi dengan menatap tajam Emilia.
" Maafkan saya Yang Mulia Pangeran tadi saya sedang berbicara dengan kakak saya sampai ketika Ratu mendorong tubuh saya karena saya membicarakan tentang kedekatan saya dan Duke, mungkin Ratu iri kepada saya jadi mohon hukum saja saya jangan menghukum Ratu Pangeran." kata Emilia yang menjelaskan dengan menampilkan wajah sedihnya.
" Tapi sepertinya ada kesalah pahaman di sini bukannya Lady duluan yang mendorong saya hingga terjatuh sampai membuat makanan yang saya buat terjatuh, lagipula jika saya terjatuh bagaimana saya mendorong anda dengan posisi tersungkur di tanah." kata Elizabeth yang menjelaskan kronologi yang sebenarnya.
" Benar juga." kata Axello menyetujui penjelasan dari Elizabeth.
__ADS_1
" Tapi Yang Mulia." kata Emilia yang tidak terima .
Ketika Emilia berusaha membela dirinya Axello tetap saja tidak mempercayai perkataan dari Emilia karena dia sendiri melihat kejadian yang sebenarnya, kemudian Axello menghampiri Elizabeth dan merentangkan tangannya membantu Elizabeth berdiri, ketika Elizabeth berdiri dirinya berusaha menahan rasa sakit pada punggung, Axello yang melihat wajah kesakitan dari ibunda marah dan memandang Emilia dengan tatapan membunuh.
" Seret dia di penjara dan hukum cambuk sebanyak 50 kali." perintah Axello yang langsung di laksanakan oleh para ksatria.
Ksatria itu membawa secara paksa Emilia yang berusaha memberontak dan membela bahwa dirinya tidak bersalah.
Diam diam Elizabeth tersenyum licik ketika melihat wajah Emilia yang ketakutan, dirinya merasa senang walaupun dia harus mengorbankan punggungnya yang sakit.
" Rasakan itu Haha...." batin Elizabeth sambil tertawa di dalam hatinya.
Tiba tiba tangan Elizabeth di pegang oleh Axello dan di seret menuju kamarnya.
" Ayo Ibunda harus kembali istirahat Axello akan panggil kan dokter." kata Axello sambil tersenyum cerah.
Tetapi Elizabeth hanya bisa tersenyum hambar.
__ADS_1
" Sepertinya aku terkurung lagi di dalam kamar." batin Elizabeth.
Continue...