Rebirth Of The Queen

Rebirth Of The Queen
S2 Firasat


__ADS_3

" Hah... hah... itu hanya mimpi. Iya mimpi." kata Victoria sambil mengusap wajahnya yang sudah berkeringat.


Victoria tiba tiba terbangun mengingat mimpinya buruknya. Akhirnya Victoria memutuskan bangun dari ranjangnya sambil berjalan ke arah jendela yang sudah menampakkan matahari yang baru terbit. Ketika Victoria melihat ke arah taman ia tidak sengaja melihat Kaisar Maximilian dan Elizabeth yang sepertinya baru bangun. Victoria bisa melihat pancaran wajah bahagia Kaisar Maximilian yang tidak pernah ia lihat.


Apalagi yang membuatnya Victoria terkejut melihat pancaran kebahagiaan dari ketiga cucunya. Victoria juga melihat Everlyn yang sedang tertawa dengan Kakaknya yang tidak salah bernama Axello. Padahal yang Victoria tahu bahwa Everlyn merupakan seorang Puteri yang tidak memiliki sihir sejak lahir. Ia juga pernah mendengar setelah Kaisar Maximilian mengetahui itu ia mengusir Everlyn ke istana belakang tinggal bersama Ratu di campakkan. Dalam hati apa yang sebenarnya terjadi di sini ? keluarga yang bahagia? Bukannya Keluarga kekaisaran hanya mementingkan seorang penerus tidak ada hubungan orang tua dan anak selama beberapa generasi pikir Victoria.


Akhirnya Victoria memutuskan untuk tidak lagi melihat dan kembali ke kamarnya. Ia duduk di atas ranjangnya sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan. Apa mungkin ia akan memisahkan Elizabeth dan Kaisar Maximilian selamanya.


" Benar ini yang terbaik, aku harus melakukan nya." kata Victoria dengan pelan.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan saat ini Kaisar Maximilian mengajak Elizabeth dan ketiga anaknya untuk sarapan di taman.


" Hem...udara pagi hari sangat sejuk." kata Elizabeth sambil menyuapi Leonardo yang duduk di kursi bayi.


" Benar mama, Eve setuju." kata Everlyn membenarkan perkataan dari Elizabeth barusan.


Setelah itu tidak ada lagi membuka pembicaraan semuanya sibuk dengan sarapan mereka masing masing. Sampai mereka selesai makan akhirnya Axello membuka pembicaraan entah sejak kapan sifatnya sedikit berubah lembut. Tetapi sayangnya itu hanya kepada keluarganya selebihnya sifatnya masih sama yaitu dingin.


" Ibunda, dua hari lagi akan diadakan pertandingan antar kelas seluruh siswa di perbolehkan membawa orang tuanya. Apa Ibunda dan Ayahanda akan datang." kata Axello sambil mengalihkan pandangannya.


" Tentu saja kami akan datang betulkah Max." kata Elizabeth sambil melirik Kaisar Maximilian seakan menyuruh nya mengatakan iya.

__ADS_1


Akhirnya Kaisar Maximilian mengangguk kepalanya ia tidak ingin tidur di luar setelah melihat tatapan Elizabeth yang seakan mengancam nya.


Axello yang mendengarnya merasa senang tetapi ia tidak tunjukan.


Setelah itu mereka langsung melakukan aktivitas masing-masing. Seperti Kaisar Maximilian yang harus mengerjakan berkas yang menumpuk di ruang kerjanya, Axello dan Everlyn yang berangkat ke akademi, dan Elizabeth yang sedang melihat laporan keuangan istana.


Sambil memangku Leonardo. Elizabeth mengecek laporan nya dengan hati hati dengan dibantu oleh Reina yang merangkap menjadi asisten pribadinya. Sebenarnya Elizabeth tidak diizinkan bekerja sampai melahirkan tetapi hal itu langsung di tolak olehnya. Ia tidak ingin selalu tiduran di ranjang nya seharian tanpa melakukan apapun. Akhirnya dengan bujukan nya Kaisar Maximilian luluh tapi dengan satu syarat yaitu ia hanya mengurus laporan keuangan Istana. Itupun juga harus dibantu oleh Reina. Elizabeth setuju saja daripada ia tidak melakukan apapun.


" Jadi apa bahan bahan makanan sudah sampai Reina?" tanya Elizabeth sambil mengecek laporannya.


" Sudah Yang Mulia." jawab Reina sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Elizabeth mengangguk kepalanya puas tetapi entah mengapa perasaannya tidak enak....


Continue....


__ADS_2