
" Jadi buat apa anda datang ke sini Tuan Duke?" tanya Elizabeth sambil memandang Duke James dengan datar.
Melihat ekspresi dari Elizabeth membuat Duke James terkejut. Dia baru pertama kali melihat ekspresi itu dari Puteri kandungnya. Sejak kapan dia mengakui bahwa Elizabeth merupakan puterinya. Menurutnya Elizabeth hanya seorang pembunuh isterinya pikir Duke James.
Sedangkan Elizabeth diam sambil meminum secangkir teh kesukaannya. Dia mengakui bahwa Duke James masih terlihat tampan walaupun usianya sudah mencapai 40 tahun. Ada perasaan sedih di dalam hatinya atau lebih tepatnya perasaan Elizabeth asli yang tersisa.
Menurutnya dia mengerti perasaan Elizabeth karena sejak kecil dirinya juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua nya mereka berdua hanya sibuk bekerja.
Saat Elizabeth sedang berpikir. Tiba tiba Duke James membuka pembicaraan yang membuat Elizabeth merasakan perasaan sakit.
" Saya ingin anda membebaskan Emilia." jawab Duke James dengan singkat.
__ADS_1
Elizabeth menggelengkan kepalanya merasa bahwa dia bukan seorang ayah yang baik. Lebih memilih anak angkatnya dibandingkan anak kandungnya sendiri. Elizabeth langsung berdiri dirinya tidak ingin mendengar perkataan Duke James yang membuatnya marah.
" Saya permisi dulu Tuan Duke. Saya ada urusan dan masalah tentang Emilia. Anda bisa bicarakan kepada Yang Mulia Kaisar." kata Elizabeth sambil memandangi Duke James dengan tatapan tajam.
Duke James yang mendengar nya langsung marah dan memandang Elizabeth dengan tatapan membunuh.
" Cepat bebaskan Emilia lagipula dia saudara mu sendiri Elizabeth." kata Duke James sambil memandangi Elizabeth dengan tajam.
" Dia bukan saudaraku. Saya tanya anda lebih memilih Emilia di bandingkan saya. ketika kalian berlibur bersama saya di tinggal kan sendirian dalam keadaan sakit. Ketika saya kelaparan anda sekeluarga bisa memakan makanan enak tanpa memikirkan saya sudah makan atau belum. Bahkan ketika anda kembali dari tugas dari daerah lain anda memberikan hadiah kepada Emilia dibandingkan. Sebenarnya apa salah saya selama ini jawab saya Tuan Duke?" tanya Elizabeth dengan mata berkaca-kaca.
Sedangkan Duke James hanya diam sambil memandangi Elizabeth dengan tatapan yang sulit. Elizabeth menghapus air mata yang sempat menetes dari pelupuk matanya sebelum melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
" Oh apa saya yang telah membunuh Nona Duchesss? Karena melahirkan saya. Jika itu akan terjadi lebih baik saya tidak pernah di lahirkan hiks.....pernah waktu saya kecil bertanya. Mengapa hiks ayah tidak pernah melirik ku seperti kakak? Mengapa ayah ku selalu memandangi ku dengan sinis? bahkan saya sering menangis hiks.. di tengah malam.
Sekali saja anda pernah peduli pada saya. hiks bahkan saya pernah berharap bahwa suatu saat nanti ayah akan memeluk ku dengan penuh kasih sayang. Sayangnya itu hanya harapan kosong. Apalagi yang terburuknya bahkan saat debutante saya. Saya tidak mempunyai sebuah gaun yang bagus satupun hiks....dengan terpaksa saya menggunakan gaun formal saya yang sudah usang. Sejak saat itu saya sudah berhenti berharap kepada anda dan mulai hari ini hubungan kita putus. Saya bukan lagi Puteri anda. Itu yang anda inginkan bukan." kata Elizabeth yang langsung berlari pergi.
Meninggalkan Duke James yang terdiam di taman. Ada perasaan sakit mengingat Elizabeth memutuskan hubungan dengannya. Tapi mengapa dirinya tidak senang? bukannya ini diharapkan selama ini pikir Duke James.
PLOK ...PLOK...
" Saya tidak menyangka anda bisa melakukan itu Duke Davildom....
Continue....
__ADS_1