
Cahaya matahari di sela sela jendela membuat tidur Kaisar Maximilian terganggu. Membuat dirinya membuka matanya. Ketika membuka matanya ia merasakan seseorang sedang memeluk nya erat. Kaisar Maximilian menundukkan kepalanya dan melihat Elizabeth yang sedang tertidur sambil memeluk nya erat. Apalagi mereka sama sekali tidak menggunakan pakaian hanya ada selimut polos yang menutupi tubuh mereka. Kaisar Maximilian masih asik melihat wajah Elizabeth yang menurutnya sangat cantik. Entah sejak kapan dia sudah jatuh hati pada Ratunya.
Sebelum bangun dari ranjang Kaisar Maximilian sempat mencium kening Elizabeth dengan lembut sebelum berlalu pergi untuk membersihkan dirinya. Tidak lama kemudian Kaisar Maximilian sudah rapi dengan menggunakan kemeja berwarna hitam dan celana panjang yang warnanya sama dengan bajunya. Kaisar Maximilian berlalu pergi tanpa ingin menganggu tidur Elizabeth.
Ketika Kaisar Maximilian berjalan menuju ruang kerjanya. Tanpa sengaja dia melihat Everlyn yang sedang berada di dapur. Kaisar Maximilian mengerutkan keningnya melihat tingkah Everlyn. Setahunnya Everlyn selalu menghabiskan waktunya di kamarnya seharian tanpa keluar sama sekali bahkan yang ia tahu Everlyn selalu makan yang di bawa oleh pelayannya ke kamar. Akhirnya Kaisar Maximilian menghampiri Everlyn.
" Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Kaisar Maximilian yang bertanya dengan dingin.
Membuat Everlyn tersentak sambil membalikkan badannya dan melihat Kaisar Maximilian yang sedang memandangi dengan tajam. Everlyn membungkuk badannya untuk memberi hormat kepada Kaisar Maximilian.
" Selamat pagi Yang Mulia Kaisar." kata Everlyn yang memberikan ucapan selamat pagi tanpa menjawab pertanyaan dari Kaisar Maximilian.
" Kamu sedang melakukan apa di tempat seperti ini?" tanya Kaisar Maximilian sekali lagi. dia cukup muak saat Everlyn tidak menjawab pertanyaan pertamanya tadi.
Everlyn ber'oh'ria sebelum menjawab pertanyaan Kaisar Maximilian.
__ADS_1
" Saya sedang membuat pancake untuk mama." jawab Everlyn sambil tersenyum polos.
Kaisar Maximilian sempat terpana melihat tingkah lucu Everlyn tetapi dirinya mengendalikan ekspresi menjadi semula. Kaisar Maximilian mendekati kompor dan mengambil adonan pancake yang sudah di buat oleh Everlyn. Everlyn mengangkat sebelah alisnya melihat apa yang dilakukan oleh Kaisar Maximilian.
" Saya akan membantu." kata Kaisar Maximilian dengan to the points.
Everlyn langsung membantu Kaisar Maximilian setelah mendengar perintah darinya. Mereka saling tersenyum ketika wajah mereka kena tepung. Bahkan sampai membuat Everlyn tertawa terbahak bahak. Membuat para pelayan terkejut melihat kedekatan Kaisar Maximilian dengan puterinya Everlyn.
...****************...
Elizabeth yang baru menyadari dirinya tidak berpakaian langsung berteriak.
KYAAAA..
Setelah itu dengan reflek Elizabeth menutupi tubuhnya dengan selimut dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa lama menit kemudian Elizabeth sudah rapi menggunakan gaun berwarna hijau muda selutut berjalan menuju ke dapur untuk membuat sarapan. Emang sekarang untuk Elizabeth membuatkan sarapan setiap pagi tapi terkadang koki yang membuatnya.
__ADS_1
Ketika sampai di dapur Elizabeth di buat terkejut melihat kondisi dapur istana yang sangat berantakan dengan tepung yang tumpah di lantainya. Elizabeth memijit pelipisnya sebelum melihat Kaisar Maximilian dan Everlyn tertawa bersama. Elizabeth yang melihat tersenyum dan langsung menyembunyikan dirinya agar tidak menganggu aktivitas Ayah dan Anak.
" Apa sudah selesai?" tanya Kaisar Maximilian kepada Everlyn yang sedang menuangkan saus coklat di atas pancake.
Everlyn mengangguk kepalanya dengan semangat sambil menyerahkan sepiring pancake kepada Kaisar Maximilian. Kaisar Maximilian menerima pancake yang dikasih oleh Everlyn dan mencobanya. Setelah itu Kaisar Maximilian menyentuh kepala Everlyn dengan lembut.
" Yang Mulia." gumam Everlyn tidak percaya melihat tingkah Kaisar Maximilian.
Kaisar Maximilian merasa tidak senang mendengar panggilan Everlyn untuknya dan langsung berjongkok menyamakan tingginya dengan Everlyn sambil menyentuh bahunya.
" Sekarang panggil aku....
Papa....
Continue...
__ADS_1