
Setelah melihat semuanya tidur. Tiba-tiba Kaisar Maximilian membuka matanya dan melihat keluarga nya yang sedang tertidur pulas. Ia bisa melihat pancaran kebahagiaan dari Anak Anaknya. Kaisar Maximilian sangat beruntung bisa memiliki isteri seperti Elizabeth meskipun ada jiwa lain dalam tubuh isterinya. Tetapi baginya yang di cintai Elizabeth yang sekarang.
Sebenarnya Kaisar Maximilian sama sekali belum tidur ia ingin melihat apa yang dilakukan Elizabeth. Saat pura pura tertidur ia melihat Elizabeth mencium kening ketiga anaknya dengan lembut penuh kasih sayang. Kaisar Maximilian juga sedikit iri ketika ketiga anaknya mendapatkan masa kecil yang indah tidak seperti dirinya. Tetapi ia segera tepis pikiran tersebut yang terpenting ia ingin membahagiakan keluarga nya.
Dengan perlahan Kaisar Maximilian bangun dan berjalan mengendap-endap keluar dari tenda.
Elizabeth yang terbangun ketika merasakan pergerakan membuka matanya dan melihat Kaisar Maximilian tidak ada di hadapannya.
Elizabeth langsung saja bangun dan berjalan keluar tenda.
Ketika Elizabeth keluar ia melihat Kaisar Maximilian sedang duduk di rumput sambil memandang lurus dengan tatapan kosong.
Dengan perlahan Elizabeth berjalan mendekati Kaisar Maximilian ia menepuk bahunya dengan lembut.
Kaisar Maximilian merasa bahunya di sentuh mendongakkan kepalanya dan melihat Elizabeth yang sedang memandangi nya sambil tersenyum manis.
" Max belum tidur." kata Elizabeth sambil duduk di samping Kaisar Maximilian.
__ADS_1
Kaisar Maximilian hanya menjawab dengan gelengan kepala setelah itu ia membaringkan tubuhnya di pangkuan Elizabeth.
Elizabeth yang mengetahui suaminya sedang ingin di manja hanya tersenyum terus mengelus rambutnya dengan lembut.
Kaisar Maximilian sungguh menikmati sentuhan dari Elizabeth sampai di mana ia tiba-tiba membuka matanya.
" Sayang, bagaimana kehidupan mu di masa depan?" tanya Kaisar Maximilian sambil menatap Elizabeth.
Elizabeth langsung menghentikan helusannya saat Kaisar Maximilian bertanya seperti itu.
" Apa kamu yakin ingin tahu." kata Elizabeth sambil menaik turunkan alisnya mencoba menggoda Kaisar Maximilian.
" HN. Terserah." jawab Kaisar Maximilian yang terkesan cuek.
Elizabeth yang mengetahuinya tertawa kecil melihat Kaisar Maximilian sedang merajuk.
" Dulunya namaku Clara Anderson aku merupakan anak tunggal. Aku berkerja sebagai koki di salah satu hotel bintang lima. Ak...." kata Elizabeth yang tiba-tiba di potong Kaisar Maximilian.
__ADS_1
" Bagaimana bisa kamu menjadi koki, apa kamu tahu bahwa pekerjaan itu tidak baik? Bagaimanapun kondisi tempatnya apa kotor? Apa itu Hote...." kata Kaisar Maximilian yang terpotong ketika melihat wajah datar Elizabeth.
" Hehe..." akhirnya Kaisar Maximilian hanya bisa terkekeh pelan.
Elizabeth menghela nafasnya lelah menghadapi pertanyaan beruntun dari Kaisar Maximilian.
" Apa kamu bisa diam Yang Mulia. dan jangan potong perkataan saya." kata Elizabeth dengan bahasa formal nya.
Kaisar Maximilian sontak mengangguk kepalanya menuruti perkataan dari Elizabeth. Ia tahu bahwa Elizabeth sudah kesal terhadap nya. Elizabeth yang melihat Kaisar Maximilian sudah menurut kepadanya langsung melanjutkan ceritanya.
" Hotel yang berada di zaman ku sudah mewah bahkan harga per kamar nya bisa jutaan, begitu juga gaji pekerja dan koki. Oke setelah itu saat usiaku 20 tahun aku pernah menika..." kata Elizabeth menghentikan perkataannya setelah melihat wajah muram Kaisar Maximilian. Ia tahu bahwa saat ini Kaisar Maximilian sedang mode cemburu walaupun orang nya tidak mengakui.
" Apa kamu pernah menikah?" tanya Kaisar Maximilian dengan memandang datar Elizabeth.
Membuat Elizabeth meneguk ludahnya dengan kasar.
" Aku harus jawab apa.....
__ADS_1
Continue...