
" APA." teriak Axello yang terkejut melihat tingkah Ayahanda nya.
Dengan perlahan Axello berjalan mundur menghindari Kaisar Maximilian yang sedang menatapnya intens. Kaisar Maximilian yang melihat Axello yang berniat kabur langsung mencegahnya tetapi sayangnya Axello sudah terlebih dahulu berlari.
" AXELLO." teriak Kaisar Maximilian yang melihat Axello lari darinya.
Akhirnya Kaisar Maximilian memutuskan untuk mengejar Axello.
" JANGAN PERNAH MELANGGAR KAISAR. AXELLO."
" AKU TIDAK MAU EMANGNYA MONYET MEMANJAT POHON." Teriak Axello yang langsung menghilang menggunakan sihirnya.
" AXELLO AWAS KAU." teriak Kaisar Maximilian setelah melihat Axello yang sudah menghilang dari hadapannya.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Everlyn sedang mengerjakan tugas Akademi nya dengan serius. Tiba-tiba Axello muncul di hadapannya. Everlyn yang melihat kakaknya berada di hadapannya terkejut sampai kursi di tempati terjatuh.
Bruk....
" Aduh." kata Everlyn yang jatuh tersungkur.
__ADS_1
Sedangkan Axello tidak mempedulikan Everlyn melainkan mengunci pintu kamar Everlyn supaya Kaisar Maximilian tidak bisa masuk. Everlyn yang melihat tingkah Kakaknya mengangkat alisnya entah sejak kapan sifat kakaknya berubah yang tadinya dingin dan kaku menjadi cerewet plus jahil. Karena dirinya pernah mengalaminya di saat Everlyn sedang menyisir rambutnya tiba tiba ada seekor serangga di rambutnya. Everlyn yang memang takut terhadap serangga sontak berteriak. Membuat seisi istana di buat geger. Bahkan Papa nya menghukum Axello untuk menyalin dua buah buku dalam waktu sehari.
Everlyn menghampiri Axello yang sedari tadi berjalan memutar balik sambil mengigit kuku nya.
" Kakak sebenarnya ada apa?" tanya Everlyn sambil menepuk pelan bahu Axello.
Axello yang sedang kalut langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Everlyn yang memandangnya polos. Axello yang melihat nya ingin sekali mencubit pipi Everlyn karena saking gemasnya. Langsung saja Axello menggelengkan kepalanya mengusir pikirannya ia harus fokus jika tiba-tiba Ayahandanya datang.
Tok.....tok....
" Everlyn...apa Axello ada di dalam kamar mu?" tanya Kaisar Maximilian sambil mengetuk pintu kamar Everlyn.
" Ad...hmmmp" jawab Everlyn sebelum mulutnya di bekap oleh Axello.
" Tidak ada Papa." jawab Everlyn yang berbohong.
Setelah tidak lama kemudian sudah tidak ada suara lagi membuat Axello bernafas lega dan melepaskan bekapannya.
" Hah.... akhirnya dia sudah pergi." kata Axello sambil bernafas lega.
Everlyn yang melihatnya tersenyum sambil menunjuk seseorang yang berada di belakang Axello. Axello yang tidak mengerti mengapa Everlyn menunjuk kerahnya mengangkat bahunya acuh. Sebelum membalikan badannya. Tetapi tiba-tiba tubuhnya sudah diangkat membuat Axello memberontak berusaha melepaskan tangan yang sedang mengangkat tubuhnya seperti kucing.
__ADS_1
" Akhirnya tertangkap." kata Kaisar Maximilian yang sedari awal menghilang hawa sihirnya agar tidak posisinya oleh Axello.
Axello yang melihat Kaisar Maximilian hanya bisa menghela nafasnya pasrah.
...****************...
Akhirnya Axello harus memanjat pohon untuk memenuhi ngidam dari sang Kaisar. Bahkan Elizabeth yang melihat nya menggelengkan kepalanya melihat anaknya tersiksa karena ulah Kaisar Maximilian yang menginginkan sesuatu.
Saat ini Kaisar Maximilian dan Elizabeth sedang berada di kamar mereka berdua berbaring sambil memeluk.
" Max emangnya kamu tidak kasihan terhadap Axello karena menyuruhnya memanjat pohon Mangga?" tanya Elizabeth sambil mengelus dada sang Kaisar.
Sedangkan Kaisar Maximilian hanya menikmati sentuhan dari wanita nya sambil menaruh dagunya di kepala Elizabeth sekali kali mencium pucuk kepalanya.
" Tentu tidak ini merupakan keinginan dari sang adik." jawab Kaisar Maximilian dengan santai.
Membuat Elizabeth menghela nafasnya sebelum mematikan lampu untuk tidur. Tidak lama kemudian Mereka tertidur pulas.
" Hoam...." kata Elizabeth sambil mengangkat tangannya.
Tetapi ketika Elizabeth melihat di samping tempat tidurnya ia tidak menemukan keberadaan Kaisar Maximilian.
__ADS_1
" Max kamu berada di mana....
Continue....