Rebirth Of The Queen

Rebirth Of The Queen
Bab 24 Kau


__ADS_3

Sejak kemarin Elizabeth merasa risih dengan tatapan para pelayan , seperti hari ini Elizabeth lagi lagi para pelayan membicarakan dirinya, ia saja tidak tahu apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


" Ratu sepertinya sudah menjadi kesayangan Kaisar."


" Bahkan hubungan mereka sudah dekat."


" Dan juga yang ku dengar Ratu yang menyiapkan dekorasi ulang tahun Kaisar."


Elizabeth hanya diam tanpa bertanya kepada para pelayan, saat ini Elizabeth berjalan menuju aula istana untuk melihat dekorasi untuk ulang tahun Kaisar Maximilian, walaupun dia sendiri terpaksa melakukannya, ketika sampai di aula semua para pekerja langsung membungkuk hormat.


" Salam Yang Mulia Ratu." kata Para pekerja dengan serentak.


Elizabeth hanya mengangguk sambil tersenyum kadang kadang dirinya berpikir seperti nya para pekerja istana selalu kompak seperti paduan suara.


" Jadi bagaimana persiapannya?" tanya Elizabeth sambil melihat sekeliling, ketika melihat sekeliling Elizabeth dibuat kaget melihat dekorasi yang terasa hem.... mewah pikir Elizabeth, karena sekeliling dekorasi rata rata berwarna emas membuat ruangan berkilauan.


" Sebenarnya dekorasi ini untuk acara ulang tahun atau pernikahan sih, emang kalau menjadi sultan itu bebas." batin Elizabeth sambil menggelengkan kepalanya.


" Persiapan nya sudah hampir 80 % persen kita juga harus membuat menu yang akan di sajikan acara perayaan Yang Mulia." kata kepala pelayan Istana yang bertanggung jawab menyiapkan dekorasi aula istana setiap tahunnya.


" Huh.... sepertinya kita harus mengubah warna tema pesta nya." kata Elizabeth sambil menghela nafasnya.

__ADS_1


" Tapi Yang Mulia ini sudah menjadi dekorasi setiap perayaan ulang tahun Kaisar." kata para pelayan yang sedikit tidak setuju pada usulan Elizabeth.


Elizabeth langsung memasang wajah dinginnya saat mendengar perkataan dari kepala pelayan itu.


" Sebenarnya siapa yang menjadi Ratunya di sini?" tanya Elizabeth bertanya dengan nada suara yang datar.


" Anda Yang Mulia." jawab kepala pelayan sambil menunduk takut melihat aura yang dikeluarkan Elizabeth.


" Jadi saya yang bertanggung jawab atas perayaan ulang tahun Kaisar, saya ingin mengubah dekorasi menjadi warna hitam dan putih saya tidak menerima penolakan dari anda." kata Elizabeth yang langsung meninggalkan ruang aula.


Kepala pelayan merasa tidak terima atas perkataan Ratu Elizabeth kepadanya.


...****************...


Setelah Elizabeth hanya berkeliling kadang kadang dia memberi sapaan kepada para pekerja istana yang berlalu lalang, seketika dirinya mengingat buah mangga yang sempat dia petik beberapa hari yang lalu dan langsung pergi ke dapur istana dengan berlari.


Ketika sampai ke dapur kepala koki di buat terkejut melihat kedatangan Ratu Elizabeth dengan nafas tersengal-sengal.


" Salam Yang Mulia." kata Kepala koki sambil membungkuk hormat.


" Selamat siang paman, apa buah mangga yang kemarin sempat saya petik masih ada?" tanya Elizabeth dengan ramah.

__ADS_1


" Masih ada Yang Mulia tetapi buah mangga itu seperti nya belum matang dan rasanya masih asam.apa lebih baik saya carikan lagi yang sudah matang Yang Mulia." kata Kepala koki yang menawarkan mencari buah mangga yang baru kepada Elizabeth.


" Tidak perlu paman saya akan membuat sesuatu tetapi sebelum itu apa ada cabai dan kacang tanah,gula merah,dan gula pasir?" tanya Elizabeth kepada kepala koki itu.


" Ada Yang Mulia saya akan siapkan segera." jawab Kepala koki itu yang langsung berjalan menyiapkan bahan-bahan yang di tanyakan Elizabeth.


Setelah bahan bahannya sudah siap Elizabeth menyuruh kepala koki itu untuk membantunya mengupas buah mangga muda, sedangkan dirinya menyiapkan sambal dengan mencampurkan semua bahannya dan di hancurkan dengan ulekan sambil di kasih sedikit air, dan rujak buatan Elizabeth sudah siap.


Elizabeth langsung menyicipi sambal yang di buat dengan buah mangga muda yang sudah dikupas, ketika dirinya rasanya asam dan pedas tercampur di dalam mulutnya dengan semangat Elizabeth mengambil piring untuknya dan menyuruh untuk membagikannya kepada semua para pekerja Istana.


Elizabeth duduk bersantai dikursi taman yang sudah di siapkan sambil menikmati rujak mangga tanpa menyadari seseorang sedang memperhatikan dengan raut penasaran.


Akhirnya Orang asing itu menghampiri Elizabeth.


" Sepertinya anda sangat menikmatinya Yang Mulia." kata Orang itu dengan memandangi Elizabeth dengan remeh.


Elizabeth membalikan badannya dan melihat seseorang yang membuat dirinya terkejut.


Kau...


Continue...

__ADS_1


__ADS_2