Rebirth Of The Queen

Rebirth Of The Queen
Bab 32 Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Kaisar Maximilian masuk ke dalam kamarnya setelah menghabiskan waktu berbicara dengan para bangsawan yang membuatnya sakit kepala. Sebab para bangsawan itu menawarkan dirinya seorang Lady untuk di jadikan Selir. Mendengar hal itu membuat Kaisar Maximilian merinding dirinya sama sekali tidak ingin memiliki seorang Selir. Karena sejak kapan hatinya sudah jatuh kepada sang Ratu miliknya seorang.


Kaisar Maximilian melihat Elizabeth yang tertidur pulas di atas ranjang. Membuat senyum terbit di wajahnya Kaisar Maximilian berjalan dengan pelan menghampiri Elizabeth dan mencium keningnya dengan lembut. Setelah mencium kening Elizabeth ia melihat wajahnya yang cantik membuat Kaisar Maximilian merasa terpana. Setelah puas melihat wajah Elizabeth. Kaisar Maximilian segera berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Kaisar Maximilian keluar dari kamar mandi yang sudah berpakaian tidur berwarna hitam dan berjalan menuju ranjangnya. Kaisar Maximilian berbaring di samping Elizabeth dan mencoba memeluknya. Tetapi sayangnya Elizabeth yang merasa ada gerakan di samping ranjangnya membuka matanya.


" Yang Mulia." kata Elizabeth yang serak karena habis tidur.


" Tidurlah." kata Kaisar Maximilian yang menyuruh Elizabeth tidur sambil mengelus punggung nya dengan lembut.


Tetapi sayangnya Elizabeth sudah bisa tertidur lagi, ia hanya memandang Kaisar Maximilian dengan polosnya. Membuat Kaisar Maximilian mencubit pipinya dengan gemas.


" Yawg Muewkia jangwan mencuwit piepi ku " kata Elizabeth yang merasa sakit ketika pipinya dicubit dengan keras.

__ADS_1


Melihat Elizabeth yang lucu membuat Kaisar Maximilian tertawa terbahak-bahak.


" Hahahaha......" kata Kaisar Maximilian sambil memegang perutnya.


Elizabeth yang terpana melihat ketampanan dari Kaisar Maximilian. Setelah tersadar Elizabeth bangun dari ranjang dan berjalan duduk di salah satu sofa yang berada di kamar.


Memang setelah dirinya mengalami kejadian itu Elizabeth di suruh tidur bersama di kamar Kaisar Maximilian. Awalnya canggung tapi lama-lama terbiasa meskipun mereka tertidur memiliki batas yang tentu saja di buat oleh Elizabeth.


Kaisar Maximilian yang melihat Elizabeth sedang duduk di sofa langsung menyusulnya dan membaringkan kepalanya di paha Elizabeth. Melihat Kaisar Maximilian yang kepalanya terbaring di atas pahanya membuat pipi merona apalagi Kaisar Maximilian yang juga memeluk pinggangnya.


Kaisar Maximilian tidak menjawabnya malahan menggelamkan wajahnya di perutnya dan semakin memeluk pinggang Elizabeth dengan erat. Elizabeth yang mengetahui Kaisar Maximilian tidak menjawabnya langsung saja mengelus rambutnya dengan lembut. Suasana kamar terasa sunyi sampai Kaisar Maximilian berbicara.


" Maafkan aku." gumam Kaisar Maximilian dengan lirih walaupun suaranya terdengar pelan tetapi Elizabeth bisa mendengarnya.

__ADS_1


" Anda tidak perlu minta maaf Yang Mulia, ini semua bukan kesalahan anda seharusnya saya yang meminta maaf karena selama ini saya egois tidak mempedulikan anak-anak. Karena saya mendapatkan perhatian dari Yang Mulia. Sebab sejak kecil saya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua saya. Mereka semua menyalahkan saya atas kematian ibu kandung saya. Bahkan mereka lebih mementingkan Emilia yang bukan keluarga asli Duke daripada saya yang merupakan keturunan asli mereka. Sekali lagi maaf kan saya. Saya hanya mendapatkan pengakuan dari Yang Mulia hiks..." kata Elizabeth yang mengucapkan permintaan maafnya dan tanpa sadar menangis. Menurutnya ini merupakan isi hati Elizabeth yang asli.


Kaisar Maximilian yang melihat Elizabeth menangis langsung memeluknya dan membiarkan Elizabeth menangis di dalam pelukannya mengeluarkan isi hatinya yang terpendam selama ini. Elizabeth sendiri langsung membalas pelukan dari Kaisar Maximilian sambil membiarkan dirinya menangis. Elizabeth menangis kencang mengeluarkan semua isi hatinya yang terpendam selama ini. Setelah beberapa lama akhirnya Elizabeth sudah mulai tenang dan perlahan Kaisar Maximilian melepaskan pelukannya. Kaisar Maximilian melihat wajah Elizabeth yang memerah sehabis menangis dengan perlahan dia mendekat dan kemudian Kaisar Maximilian mencium bibir Elizabeth dengan lembut.


Elizabeth terkejut tetap membalas ciuman dari Kaisar Maximilian. Mereka berciuman mesra dan Elizabeth meletakkan tangannya di leher Kaisar Maximilian. Setelah beberapa saat mereka mengakhiri ciumannya karena Elizabeth kehabisan nafas sedangkan Kaisar Maximilian langsung memindahkan ciumannya ke leher Elizabeth.


" Aku mencintaimu Elizabeth." kata Kaisar Maximilian yang akhirnya mengungkap perasaannya kepada Elizabeth.


Elizabeth terkejut mendengar pernyataannya cinta dari Kaisar Maximilian.


" Aku juga mencintaimu." gumam Elizabeth pelan.


Setelah itu mereka berdua merajut kasih di bawah sinar rembulan sambil mengeluarkan hasrat mereka berdua.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2