Rebirth Of The Queen

Rebirth Of The Queen
S2 Terima Kasih Ratu


__ADS_3

" APA." kata Elizabeth sambil membelakak matanya. Elizabeth cukup terkejut karena melihat perawakan wanita yang duduk di kursi tidak seperti wanita yang sudah memiliki anak.


Elizabeth mendekati Kaisar Maximilian sambil membisikkan sesuatu.


" Apa kau serius Max. Tidak mungkin kan dia ibumu?" bisik Elizabeth yang bertanya kepada Kaisar Maximilian.


Kaisar Maximilian yang mendengar pertanyaan dari Elizabeth mengangkat sebelah alisnya. Kaisar Maximilian menjawab dengan anggukkan. Elizabeth yang melihat anggukan dari Kaisar Maximilian menjadi salah tingkah. Leonardo yang melihat Mamanya sedang malu tertawa.


" Kyhaaaaaa....mama....mama..." kata Leonardo sambil menepuk tangannya dan meloncat girang di gendongan Kaisar Maximilian.


Sedangkan Victoria yang melihat Puteranya begitu mesra dengan isterinya mengangkat alisnya bingung.


" Apa kamu menantuku. Kamu sangat cantik." kata Victoria yang memuji kecantikan Elizabeth.


Elizabeth yang mendengar pujian dari Victoria mengangkat gaunnya sambil membungkuk.


" Salam Ibu Ratu." salam Elizabeth dengan gaya bangsawan.


Victoria yang melihatnya tersenyum tipis sambil berjalan mendekat. Ketika Victoria ingin memeluk Elizabeth. Kaisar Maximilian sudah terlebih dahulu menyembunyikan Elizabeth dibalik tubuh nya.


Kaisar Maximilian memandang tajam Victoria.


" Jangan menyentuh keluarga ku." kata Kaisar Maximilian dengan dinginnya.


Setelah itu Kaisar Maximilian menarik tangan Elizabeth dan berjalan menjauhi Victoria. Tetapi sebelum itu ia membalikkan badannya menghadap Oliver.


" Urus dia." perintah Kaisar Maximilian dengan singkat.


Setelah mengatakan hal itu Kaisar Maximilian pergi berjalan bersama dengan Elizabeth dan Leonardo sambil meninggalkan Victoria di taman sendirian.


Victoria menundukkan kepalanya mengingat sifat anaknya yang semakin dingin kepadanya. Oliver yang melihat hal itu merasa iba pada ibu Ratu Victoria.


" Mari Yang Mulia." kata Oliver sambil menuntun Ibu Ratu Victoria.


...****************...


" Lepaskan Max." kata Elizabeth yang sudah bisa melepaskan tangannya dari cengkeraman Kaisar Maximilian.


Elizabeth melihat Kaisar Maximilian sedang menahan amarahnya ia bisa mengetahui nya karena rahangnya mengeras. Elizabeth memiringkan kepalanya bingung melihat ekspresi Kaisar Maximilian tidak seperti biasanya. Oh tiba tiba Elizabeth mengingat ekspresi Kaisar Maximilian seperti ia tampilkan saat pertama kali bertemu pikir Elizabeth.


Elizabeth menghampiri Kaisar Maximilian dan mengelus rahangnya dengan jari lentiknya.


Membuat Kaisar Maximilian memejamkan matanya menikmati sentuhan dari Elizabeth. Sampai dimana Elizabeth menghentikannya. Kaisar Maximilian membuka matanya ia bisa melihat mata cokelat Elizabeth yang sedang menatapnya dengan teduh.


" Aku sedang menyembunyikan sesuatu bukan?" tebak Elizabeth sambil menatap mata Kaisar Maximilian.

__ADS_1


Kaisar Maximilian tidak menjawabnya seakan mengiyakan perkataan dari Elizabeth. Elizabeth yang melihat ekspresi dari Kaisar Maximilian tersenyum ia menarik tangan sang Kaisar dan membawanya ke suatu tempat. Tetapi sebelum itu Elizabeth melihat Reina yang sedang berjalan di lorong.


" Reina." kata Elizabeth yang memanggil Reina sambil melambaikan tangannya.


Reina yang melihat bahwa Ratu memanggilnya langsung berjalan dengan cepat.


" Salam Yang Mulia Kaisar dan Ratu." kata Reina sambil membungkuk hormat.


Elizabeth tersenyum sambil mengambil Leonardo dari gendongan Kaisar Maximilian. Sontak hal itu membuat Kaisar Maximilian sedikit terkejut. Setelah itu Elizabeth menyerahkan Leonardo ke Reina.


Reina dengan singgap menerima pangeran Leonardo berada di gendongan.


" Reina jaga Leonardo untuk ku sampai makan malam, Saya sedang ada urusan dengan Kaisar sebentar." kata Elizabeth yang memberikan perintahnya.


Setelah itu Elizabeth langsung pergi meninggalkan Reina bersama Leonardo. Elizabeth menarik tangan Kaisar Maximilian menuju tempat dimana alat musik disimpan. Kaisar Maximilian hanya pasrah ikut.


Ceklek...


Elizabeth menarik tangan Kaisar Maximilian menuju ke arah sebuah piano di tempat kan di tengah ruangan. Kaisar Maximilian terakhir berada disini sekitar 2 tahun yang lalu.


Elizabeth duduk di kursi di depan piano sambil memainkan sebuah musik.


Every night in my dreams


I see you. I feel you.


Far across the distance


And spaces between us


You have come to show you go on.


Near, far, wherever you are


I believe that the heart does go on


Once more you open the door


And you're here in my heart


And my heart will go on and


Kaisar Maximilian terkejut saat Elizabeth menyanyikan sebuah lagu untuknya.


Love can touch us one time

__ADS_1


And last for a lifetime


And never let go till we're gone


Love was when I loved you


One true time I hold to


In my life we'll always go on


Near, far, wherever you are


I believe that the heart does go on


Once more you open the door


And you're here in my heart


And my heart will go on and on


Kaisar Maximilian melihat Elizabeth yang menyanyi seperti sosok peri yang cantik.


Kaisar Maximilian semakin jatuh cinta pada wanita nya.


You're here, there's nothing I fear,


And I know that my heart will go on


We'll stay forever this way


You are safe in my heart


And my heart will go on and on


(My Heart Will Go On - Celine Dion)


Selesai memainkan piano Elizabeth di buat terkejut saat Kaisar Maximilian yang tiba-tiba memeluknya.


" Terima kasih, Aku mencintaimu Ratuku." kata Kaisar Maximilian sambil membalikkan badannya dan mencium kening wanitanya dengan lembut.


Elizabeth yang di perlakukan seperti ini membuat nya sangat bahagia. Ia sama sekali tidak ingin kembali ke dunianya. Elizabeth sudah cukup bahagia dengan kehadiran Kaisar Maximilian dan anak anaknya.


" Aku juga mencintaimu Kaisar ku." kata Elizabeth sambil mencium bibir Kaisar Maximilian.


Kaisar Maximilian hanya diam sambil membalas ciuman Elizabeth.

__ADS_1


Tanpa di sadari oleh Keduanya ada seseorang yang sedang menyaksikan adegan romantis keduanya.


Continue....


__ADS_2