
Selama perjalanan Kaisar Maximilian berjalan sambil melamun. Saat di depan pintu kamarnya Kaisar Maximilian mendengar suara nyanyian Elizabeth yang sering digunakan untuk menidurkan Leonardo. Ia hanya berdiri mematung sebelum membuka pintunya.
Ceklek....
Saat memasuki kamarnya Kaisar Maximilian hatinya merasa menghangat melihat kedekatan Elizabeth dengan anak anaknya. Ia bisa melihat pancaran kebahagiaan dari Axello, Everlyn dan Leonardo. Dalam hati nya Kaisar Maximilian merasa bersyukur karena ketiga anaknya bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu tidak seperti dirinya.
Sedangkan Elizabeth yang baru saja menidurkan ketiga anaknya mengalihkan pandangannya ia melihat Kaisar Maximilian.
Elizabeth di buat terkejut melihat pakaian Kaisar Maximilian yang ternoda darah.
" Max." kata Elizabeth dengan lirih.
Elizabeth langsung berdiri berjalan mendekati Kaisar Maximilian yang masih berdiam diri. Setelah berada dihadapannya Elizabeth langsung memeluk Kaisar Maximilian.
" Apa Max baik-baik saja?" tanya Elizabeth dengan perasaan cemas.
Mendengar suara Elizabeth yang lembut membuat Kaisar Maximilian membalas pelukannya sambil menaruh kepalanya di lekukan lehernya menghirup harum bunga mawar.
Elizabeth yang melihatnya merasa sedih ia sudah tahu pasti saat ini Kaisar Maximilian tidak baik-baik saja. Ia bisa menduga saat ini Kaisar Maximilian baru saja melakukan sesuatu terhadap Victoria. Sebenarnya dalam hati Elizabeth menyayangkan hubungan di antara keduanya tidak bisa baik.
Sedangkan perasaan Kaisar Maximilian sesak walaupun ia sama sekali tidak menyukai ibunya tetapi ia sama sekali tidak berniat untuk menghabisi nyawanya. Seketika tubuhnya bergetar menahan tangisannya sejak tadi.
Elizabeth yang melihat tubuh Kaisar Maximilian bergetar hanya bisa mengelus punggung nya dengan perlahan.
__ADS_1
" Keluarkan semuanya Max, tenang saja aku akan selalu bersama dengan mu. Ingat kamu tidak sendirian." kata Elizabeth dengan mata berkaca-kaca mengingat beban yang di pikul oleh Kaisar Maximilian setelah menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Kaisar Maximilian terus menangis tanpa suara di pelukan Elizabeth. Ia merasa nyaman bisa berada di dalam pelukan wanitanya.
...****************...
6 bulan kemudian....
Setelah kejadian yang terjadi 6 bulan yang lalu akhirnya semuanya sudah dalam keadaan baik-baik saja. Keadaan istana sudah beraktivitas seperti biasanya dan untuk keadaan Kaisar Maximilian sudah bisa bekerja seperti biasa nya.
Saat ini Elizabeth bersama Kaisar Maximilian, Everlyn, dan Leonardo akan menghadiri acara kelulusan Axello dari Akademi. Mereka memakai pakaian dengan warna yang sama biru tua. Di sepanjang perjalanan semua orang melihat ke arah Elizabeth karena Kaisar Maximilian memegang tangannya dengan erat seakan tidak mengijinkan siapapun untuk mendekati wanitanya.
" Untuk nilai terbaik di tahun ini saya mengucapkan selamat kepada Pangeran Axello Brilianton dari kekaisaran Brilian."
Plok*....
Semua orang bertepuk tangan termasuk Elizabeth yang paling semangat. Sekarang Elizabeth sudah mengikhlaskan kepergian anaknya walaupun terkadang ia masih menangisi kepergiannya tetapi Kaisar Maximilian selalu berada di sampingnya.
Axello yang mendengarnya langsung naik menuju podium. Kepala Akademi memberikan Axello sebuah mendali dan mempersilahkan untuknya mengatakan sesuatu.
" Saya senang bisa mendapatkan nilai terbaik di Akademi dan nilai saya akan mempersembahkan kepada Ibunda yang telah memberikan kebahagiaan bagiku dan keluarga ku. Bagi ku Ibunda merupakan seorang malaikat yang di turunkan untuk memberikan sebuah kebahagiaan. Terima kasih Ibunda." kata Axello sambil tersenyum tipis.
Elizabeth yang mendengar perkataan dari Axello merasa terharu dan air matanya terus saja menetes.
__ADS_1
" Hiks...hiks anak ku manis sekali." kata Elizabeth sambil menghapus air matanya dengan menggunakan sapu tangannya.
Sedangkan Kaisar Maximilian hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Elizabeth. Tetapi dalam hatinya ia merasa senang bisa mendapatkan cintanya.
Terima kasih telah hadir untuk menerangi hidupku yang telah gelap sejak lama. Bagi ku kamu merupakan malaikat yang kucari saat ini isteriku yang selalu aku cintai.
Kaisar Maximilian Brilianton.....
Aku sama sekali tidak menyesal telah berpindah kedalam tubuh ini karenanya aku bisa mendapatkan sebuah kehangatan keluarga yang sangat aku mimpikan. Ini bukanlah sebuah akhir melainkan sebuah awalan dalam mempertahankan keutuhan keluarga kami. Terima kasih telah mencintai ku dengan tulus.
Kaisar Maximilian suamiku dan Ayah bagi ketiga anak ku. Aku sangat mencintaimu.
Ratu Elizabeth Brilianton....
End.....
**Terima kasih yang telah membaca cerita ini sejak awal.
Dan saya sebagai Author mengucapkan maaf jika dalam menulis perkataan sering salah...
Karena Author baru saja memulai membuat cerita**.
See you di extra Part-nya....
__ADS_1
😃😃