
Elizabeth yang mendengarnya merasakan dunia hancur seketika.
" Maafkan aku Max karena aku hiks....kita harus kehilangan anak kita hiks...huaaa...." kata Elizabeth sambil menangis kencang.
Kaisar Maximilian yang melihat tangisan Elizabeth merasakan hatinya sakit. Ia langsung memeluknya lebih erat membiarkan Elizabeth bersandar pada dada bidangnya sambil mengelus rambutnya dengan lembut.
" Kamu tidak gagal, kamu merupakan ibu yang terbaik bagi Axello, Everlyn, dan Leonardo, dan kamu juga yang membuat aku bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga. Bagi saya kamu merupakan wanita yang paling hebat daripada ibu kandung ku sendiri. Jadi jangan pernah menyalahkan dirimu." kata Kaisar Maximilian yang perlahan melepaskan pelukannya.
Kaisar Maximilian melihat wajah Elizabeth yang menyedihkan dengan mata sembab beruraian air mata, hidungnya yang memerah. Membuat nya tidak tega dengan perlahan ia menghapus air mata Elizabeth menggunakan jarinya.
Cup....
Cup...
Cup...
Kaisar Maximilian juga mencium kedua matanya dan juga bibirnya Elizabeth.
Elizabeth yang diperlakukan seperti itu membuat perasaan menghangat benar ternyata sekarang hidupnya sudah lebih berwarna dengan kehadiran keluarga barunya. Ia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya mungkin Tuhan sangat menyayangi anaknya sehingga membawanya pergi darinya.
__ADS_1
" Terima kasih Max, aku mencintaimu." kata Elizabeth sambil memeluk tubuh Kaisar Maximilian dan menyembunyikan wajahnya yang merona.
Kaisar Maximilian tersenyum sambil membalas pelukan Elizabeth. Perasaannya sedikit senang karena sekarang Elizabeth sudah tidak bersedih.
" Aku juga mencintaimu teruslah menjadi wanita yang ku kenal." kata Kaisar Maximilian.
Elizabeth menjawab dengan anggukan kepala nya di sela pelukannya.
" Mungkin kita belum pernah bertemu tetapi sesungguhnya kami sangat menyayangi mu selamat tinggal anak ku semoga kita bisa bertemu kembali dan Lovely Mommy harap kamu bisa menjaga adik mu di sana." batin Elizabeth sambil tersenyum teduh.
Setelah menangis Elizabeth kelelahan hingga tertidur kembali sedangkan Kaisar Maximilian hanya menemani nya dengan tidur di sampingnya.
" Meskipun kamu ibuku aku tidak akan membiarkan kamu melukai wanita yang kucintai." batin Kaisar Maximilian marah.
Sebelum pergi Kaisar Maximilian mencium kening Elizabeth.
" Selamat tidur sayang, aku harus menghukum seseorang yang membuat kita harus kehilangan anak kita." kata Kaisar Maximilian sambil bersmirk.
Ceklek....
__ADS_1
Setelah kepergian Kaisar Maximilian tiba-tiba saja Elizabeth membuka matanya. Ternyata saat Kaisar Maximilian mencium keningnya Elizabeth terbangun karena terganggu. Elizabeth cukup terkejut mendengar perkataan Kaisar Maximilian bahwa ia akan menghukum pelakunya.
" Tunggu...jika dia menghukum pelaku berarti." kata Elizabeth langsung bangun dari ranjangnya ia bergegas keluar dari kamarnya.
Tetapi tiba-tiba Axello masuk kedalam kamarnya membuat langkah Elizabeth terhenti.
" Apa kamu lakukan di sini Axello?" tanya Elizabeth dengan heran karena biasanya di waktu segini Axello sedang berada di tempat latihan pedang.
" Saya di perintahkan oleh Ayahanda untuk menjaga Ibunda, dan untuk masalah latihan ku jangan khawatir aku sudah cukup kuat." kata Axello dengan berbangga diri.
Mendengar perkataan Axello membuat Elizabeth memutar bola matanya dengan malas.
" Like Father like son." batin Elizabeth.
" Jadi Ibunda hari ini tidak boleh keluar sampai keadaan ibunda membaik." kata Axello yang seperti perintah.
Membuat Elizabeth menepuk dahinya berarti saat ini ia tidak akan bisa keluar.
" Bagaimana ini....
__ADS_1
Continue....