
"Menurutmu dia sudah mencintaimu Hem...." kata Victoria sambil menatap remeh Elizabeth. ia yakin Elizabeth akan bersikap murung seperti dirinya.
Elizabeth menundukkan kepalanya tidak lama kemudian ia tertawa kencang.
" Hahahaha.....anda lucu sekali Yang Mulia hahaha....." kata Elizabeth sambil tertawa.
Sedangkan Kaisar Maximilian hanya menonton sambil duduk dan makan kue yang sudah berada di atas meja begitu juga Axello dan Everlyn meskipun mereka sedikit khawatir Tena Elizabeth.
" Psst.... Ayahanda apa tidak apa apa Ibunda melakukan hal itu?" tanya Axello sambil berbisik.
Kaisar Maximilian memandangi Elizabeth dan Victoria yang sedang beradu tatapan. Tidak lama kemudian ia tersenyum tipis melihat Elizabeth tidak terpengaruh oleh perkataan Victoria.
" Tenang saja ibu bisa mengatasinya." jawab Kaisar Maximilian dengan santai sambil melihat Leonardo yang sedang meminum susu di dot nya di pangkuannya.
__ADS_1
Victoria cukup terkejut melihat Elizabeth yang tertawa. Ia mengepalkan tangannya dan menatapnya dengan tajam. Sedangkan Elizabeth hanya bersedekap dada sambil menatap santai Victoria.
" Saya yakin Max mencintai saya. Jadi buat apa saya khawatir bahwa Max akan membawa wanita lain." jawab Elizabeth dengan santai.
Victoria yang mendengarnya semakin marah ia tidak menduga bahwa Elizabeth memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
" APA KAMU TAHU SAYA MENGENAL PUTERA SAYA. DIA HANYA MONSTER YANG HANYA MEMENTINGKAN PEKERJAAN NYA." teriak Victoria dengan wajah memerah.
Mendengarnya membuat Kaisar Maximilian marah sekaligus kecewa kepada ibunya apa selama ini ia dianggap seperti Ayahnya. Apa sebegitu benci nya ibunya kepadanya pikir Kaisar Maximilian.
PLAK.....
Semua orang yang berada di ruangan terkejut melihat Elizabeth menampar Victoria. Begitu juga Victoria itu sendiri ia tidak percaya bahwa Elizabeth menamparnya demi anaknya itu.
__ADS_1
" Apa anda pikir, Anda sudah menjadi ibu yang baik. Jangan sok tahu tentang putera anda. Saya mencintai Max dengan tulus bahkan begitu pun sebaliknya. Bahkan bagi saya Macy merupakan seorang Ayah yang sempurna. Kami membesarkan anak anak dengan tangan kami sendiri. Jadi jangan pernah menganggu urusan keluarga kami." kata Elizabeth yang memperingatkan Victoria.
Semua orang di buat terharu mendengar pembelaan dari Elizabeth untuk Kaisar Maximilian. Mereka yakin itu membuktikan bertapa besarnya cinta Kaisar Maximilian dengan Elizabeth. Begitu juga Kaisar Maximilian yang merasa terharu mendengar pengakuan cinta Elizabeth.
" Aku beruntung memiliki mu Elizabeth sebagai ibu dari Anak anak ku." batin Kaisar Maximilian sambil tersenyum tipis.
Axello yang memperhatikan sejak tadi di buat terpaku ia tidak menyangka bahwa ibundanya akan membela Ayahandanya habis habisan. Lebih membuat nya terkejut ketika melihat wajah Kaisar Maximilian yang sedang tersenyum tipis sambil memandangi Elizabeth dengan haru. Dalam hati Axello juga beruntung bisa memiliki seorang Ayah dan Ibu yang peduli kepadanya selepas penantian selama 8 tahun.
" Aku beruntung memiliki kalian." batin Axello sambil melirik Keluarga nya satu persatu.
Sedangkan Victoria di buat terkejut melihat wajah kesungguhan Elizabeth. Ia tidak percaya seorang gadis yang bernasib sama dengannya bisa memiliki kebahagiaan. Dalam hati Victoria tertawa miris memang ia sama sekali tidak pernah peduli tentang Kaisar Maximilian puteranya dirinya hanya mempedulikan tentang dirinya sendiri. ia terlalu takut untuk memulai kehidupannya. Jika saja ia mau bekerja keras pasti Suaminya akan mencintai nya dan mungkin Puteranya bisa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
" Aku menyesal....
__ADS_1
Continue....