
Kaisar Maximilian berjalan di lorong sambil menahan amarahnya. Setelah sekian tahun mengapa dia kembali ke sini, seseorang yang ingin dia lupakan pikir Kaisar Maximilian.
Oliver yang melihat Kaisar sedang marah memutuskan tidak menggangu atau dirinya yang akan jadi sasaran empuk kemarahan sang Kaisar.
Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kaca . Di sana terdapat seorang wanita paruh baya yang sedang meminum secangkir teh dengan anggun meskipun umurnya tidak lagi muda tetapi kadar kecantikannya tidak pernah hilang. Kaisar Maximilian yang melihatnya mulai berjalan mendekati wanita tersebut dengan menampilkan ekspresi datarnya.
Wanita itu menyadari kedatangan seseorang langsung mengalihkan pandangannya mengarah ke Kaisar Maximilian.
" Hallo, Sudah lama kita tidak bertemu Puteraku." kata Wanita itu kepada Kaisar Maximilian.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Elizabeth sedang memandikan Leonardo. Elizabeth menggosok tubuh Leonardo. Sedangkan Leonardo malah asik bermain dengan gelembung sabun yang berada di hadapannya.
Clap....Clap....
" Kyhaaaaaa.. bung.....Mama....bung.... hahahaha...." kata Leonardo sambil menunjuk gelembung sabun yang tadi dimainkannya kepada Elizabeth.
Elizabeth yang melihat nya merasa senang. Kebahagiaan dari anak - anaknya merupakan sebuah anugerah. Elizabeth berharap jika kebahagiaannya abadi bersama keluarganya. Bahkan Elizabeth tidak memikirkan tentang kehidupannya lagi di masa depan. Kehidupan kelamnya dulu yang harus kehilangan seseorang yang berharga baginya.
__ADS_1
Mengingat hal itu Elizabeth merasa sedih. Leonardo yang melihat Mamanya sedih langsung melemparkannya gelembung sabun ke wajah Elizabeth.
Clap...Wush...
Lamunannya Elizabeth buyar ketika wajah nya terkena sesuatu yang basah. Dirinya langsung mengalihkan pandangannya ke arah Leonardo yang sedang cengar-cengir sambil menampilkan kedua gigi susu yang baru tumbuh.
" Hehehe... Mama...ain....embung...." kata Leonardo sambil memandang Elizabeth dengan perasaan tidak bersalah.
Elizabeth yang mengetahui Leonardo sedang mengerjainya langsung menggelitikin perut bulatnya. Membuat Leonardo tertawa geli.
" Hahaha...geli.... Mama...." kata Leonardo di sela tawanya.
" Mama....air...andi.....air...." kata Leonardo yang merengek. Leonardo masih ingin mandi.
Tetapi Elizabeth tidak akan membiarkan nya karena takut Anaknya demam. Setelah memakaikan baju Leonardo. Elizabeth mengajaknya berjalan jalan untuk mengelilingi taman istana. Elizabeth meletakkan Leonardo di atas kereta bayi. Memang di jaman sekarang belum ada kereta bayi. Karena biasanya di kekaisaran para bayi jarang di izinkan keluar dari kawasan rumah mereka. Karena menurutnya bayi akan mudah di serang penyakit. Tapi tidak untuk Elizabeth karena sejak usia Leonardo 1 bulan ia selalu menggendongnya dan mengajaknya untuk berjalan keliling istana setiap pagi. Menurut Elizabeth sinar matahari bagus untuk kesehatan tulang bayi.
Sampai di mana Elizabeth memikirkan untuk membuat sebuah kereta dorong untuk anaknya. Jadi Elizabeth mencari tukang pengrajin dan menyuruhnya untuk membuatkan sebuah kereta dorong. Lagipula kereta dorong ini juga desainnya sendiri.
__ADS_1
Sejak kereta jadi di buat Elizabeth mengingat bagaimana ekspresi senang Leonardo dan kekhawatiran Kaisar Maximilian yang takut membahayakan keselamatan Leonardo. Tetapi tenang saja Elizabeth sudah bisa membujuk Kaisar Maximilian yang sudah terlanjur bucin kepadanya.
" Ayo waktunya kita menjelajah." kata Elizabeth sambil mendorong kereta dorong.
Sedangkan Leonardo tertidur nyaman di dalam keretanya sambil meminum sebotol susu di dalam dotnya.
...****************...
" Buat apa anda datang ke sini setelah tidak kembali selama 10 tahun, Ibu Ratu?" tanya Kaisar Maximilian dengan nada sarkatis.
Sedangkan wanita paruh baya yang di panggil ibu ratu hanya tersenyum tipis sambil melihat Anaknya yang sudah bertumbuh dewasa. Setelah tidak bertemu dengannya 10 tahun.
" Sudah 10 tahun berlalu, Sepertinya kamu belum melupakan kejadian itu ya? Lagipula tujuan ku ke sini hanya ingin bertemu dengan menantu ku." jawab Ibu Ratu dengan tenang.
Sedangkan Kaisar Maximilian sudah mengepalkan tangannya dan menatap sosok di hadapannya dengan benci.
" Jangan pernah menganggu kehidupan saya Ibunda....
Continue....
__ADS_1