Rebirth Of The Queen

Rebirth Of The Queen
S2 Tidak Peka


__ADS_3

Setelah melihat itu Victoria memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dalam pikirannya ia bertanya tanya.


Apa itu sungguhan?


Apa dia membuat Isterinya bahagia?


Bukannya Keluarga kekaisaran tidak mementingkan sesuatu selain tahta kekaisaran?


Pikiran Victoria berkecamuk. Ia masih belum percaya apa yang ia lihat tadi.


Sejak melahirkan Maximilian ia sama sekali tidak ingin menyentuh anaknya tersebut. Karena menurutnya buat apa ia mengurusi anak dari seorang tiran.


Sampai Suaminya meninggal pun dirinya sama sekali tidak peduli terhadap anaknya. Apalagi saat Anaknya menikah ia hanya khawatir kepada menantunya. Soalnya yang ia dengar bahwa menantunya memiliki nasib sama seperti dirinya.


" Aku akan membawa mu pergi dari kaisar gila itu." batin Victoria bertekad.


...****************...


Setelah menyanyikan lagu untuk Kaisar Maximilian saat ini. Mereka saling bermanja-manja di kamar. Lebih tepatnya Kaisar Maximilian yang sedang ingin tiduran di paha Elizabeth.


Elizabeth hanya menuruti keinginan Kaisar Maximilian sambil mengelus rambutnya dengan lembut.


" Max apa kau tidak sibuk?" tanya Elizabeth yang penasaran ketika hari ini Kaisar Maximilian sedikit santai. Setelah kejadian pagi tadi.


" Tidak, lagipula ada Oliver yang mengurus semuanya." jawab Kaisar Maximilian sambil memperhatikan perut Elizabeth yang masih datar.

__ADS_1


Elizabeth memutar bola matanya malas mendengar jawaban dari Kaisar Maximilian.


" Memang kalo sultan bebas." batin Elizabeth sambil menghela nafasnya.


Saat Elizabeth mengelus rambut Kaisar Maximilian. Sedangkan Kaisar Maximilian masih sibuk memperhatikan perut Elizabeth dan perlahan menyentuhnya.


" Mengapa tidak besar?" tanya Kaisar Maximilian yang merasa absurd.


Elizabeth yang mendengarnya mulutnya sedikit menganga. Ia terkejut bukannya Kaisar Maximilian sudah pernah melihat perut ibu hamil.


Pletak....


Akhirnya Elizabeth memukul kepala Kaisar Maximilian dengan keras.


" Memangnya kamu tidak pernah melihat saat Elizabeth asli dulu hamil?" tanya Elizabeth yang terkesan ketus.


" Tidak, aku sibuk bekerja." jawab Kaisar Maximilian dengan polos nya.


Elizabeth yang mendengarnya langsung berdiri dari duduknya membuat Kaisar Maximilian kepalanya sakit.


" Kau benar-benar tidak berperasaan hiks...." kata Elizabeth sambil terisak dan meninggalkan Kaisar Maximilian sendirian dengan wajah bingung.


" Memangnya dia kenapa?" tanya Kaisar Maximilian yang tidak peka pada perasaan Elizabeth.


...****************...

__ADS_1


Setelah meninggalkan kamarnya Elizabeth berjalan sambil mengumpati Kaisar Maximilian yang sayangnya suaminya itu.


Axello yang tidak sengaja melihat Ibundanya sedang berjalan menuju ke arahnya dengan raut wajah sedih mengerutkan keningnya bingung.


" Apa yang dilakukan Ayahanda terhadap Ibunda?" batin Axello bertanya tanya.


Axello memutuskan untuk mendekati Ibundanya. Sedangkan Elizabeth yang melihat Axello menuju kearahnya langsung berlari menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


" ibu....nad aku sesak na...fas...." kata Axello terbata bata. Ia meminta Elizabeth untuk melepaskan pelukannya.


Elizabeth yang melihat Axello sudah kesusahan bernafas melepaskan pelukannya. Elizabeth memperhatikan Axello sebelum wajah nya kembali sendu mengingat bagaimana Kaisar Maximilian tidak pernah melihat tumbuh kembang kedua anaknya.


Axello memutuskan bertanya setelah melihat wajah Ibundanya kembali murung.


" Apa Ibunda baik baik saja?" tanya Axello dengan khawatir.


Elizabeth menggelengkan kepalanya bertanda bahwa dirinya baik-baik saja. Sampai ia memikirkan sesuatu dan memutuskan untuk bertanya.


" Apa kamu pernah melihat Ibunda waktu melahirkan kedua adikmu?" tanya Elizabeth dengan pandangan berharap.


Axello yang melihat tatapan harap dari ibundanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Tidak, Ibunda waktu itu Axel sedang berlatih pedang." jawab Axello yang mengucapkan nya dengan sebenarnya.


Elizabeth yang mendengarnya merasa sakit pada ulu hatinya ia memutuskan meninggalkan Axello.

__ADS_1


Continue....


__ADS_2