
"Kapan kakak Axel akan pulang papa? Lovely rindu." tanya Lovely sambil menyandarkan tubuhnya di dada bidang Kaisar Maximilian.
Melihat itu Kaisar Maximilian tersenyum tipis sambil mengelus rambut Lovely.
" Mungkin tidak berapa lama lagi." jawab Kaisar Maximilian sedikit ragu sebenarnya dirinya sama sekali tidak tahu kapan putera sulung nya kembali.
Saat ini Axello sedang melaksanakan tugasnya di area perbatasan karena tuntutan tugasnya sebagai Putera Mahkota yang akan menggantikan posisi Ayahnya menjadi Kaisar masa depan.
Elizabeth yang melihat kedekatan antara Ayah dan Anak tersenyum bahagia. Inilah keinginannya selama ini yang ingin di capai kan ia bersitatap dengan Kaisar Maximilian memberikan senyumannya yang dibalas juga oleh sang empunya.
" Baiklah ayo kita makan terlebih dahulu." kata Kaisar Maximilian sambil menggendong Lovely.
...****************...
Trap....
Trap....
Suara derapan sepatu kuda di sepanjang jalan ada seorang pemuda tampan mengendarainya.
__ADS_1
" Pangeran sebentar lagi kita sampai." kata orang di sebelahnya yang merupakan asisten pribadinya.
" Bagus kita harus lebih cepat lagi aku sudah tidak sabar bertemu adik kecil ku HIYAA..." kata pemuda tersebut sambil tersenyum sambil melajukan kudanya dengan cepat.
" Baik Pangeran Axello." kata Asistennya bernama Gerald.
...****************...
Sedangkan di sisi lain seorang gadis kecil sedang melihat hujan di balik jendela kamarnya dengan bosan.
" Huh.... bosan semuanya sedang melakukan pekerjaan mereka sedangkan Lovely tidak melakukan apapun." kata Lovely sambil menyentuh jendela.
Ceklek....
Elizabeth yang baru saja memasuki kamar Lovely tersenyum melihat keadaan Puteri kecilnya yang sedang sibuk melihat hujan dari luar. Elizabeth merasa beruntung bisa melahirkan Lovely dengan selamat. Awalnya dia diangnosi kehamilannya membuatnya bisa kehilangan nyawanya Kaisar Maximilian yang mendengarnya memaksa Elizabeth untuk mengugurkan kandungan nya. Tetapi Elizabeth meyakinkan Kaisar Maximilian bahwa dirinya tidak akan mati saat melahirkan anaknya.
Akhirnya Kaisar Maximilian pasrah walaupun hubungan mereka sedikit renggang selama 9 bulan tetapi Elizabeth bisa membuktikan perkataan nya. Akhirnya ia bisa melahirkan secara selamat membuat Kaisar Maximilian yang mendengarnya merasa bahagia bahkan Elizabeth mengingat bagaimana tubuhnya di peluk dengan erat.
Mengingat hal itu membuat Elizabeth bahagia karena dirinya diberikan kesempatan bisa melihat perkembangan keempat anaknya. Begitu juga Kaisar Maximilian yang sangat menyayangi keempat anaknya.
__ADS_1
" Lovely apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Elizabeth sambil memandangi Lovely yang belum menyadari kehadirannya.
Lovely tersentak mendengar suara lembut Mamanya ia membalikkan badannya melihat Mamanya sedang tersenyum kepadanya.
" Lovely sedang melihat hujan Mama." jawab Lovely dengan polos.
Setelah itu ia berlari menghampiri Elizabeth dan memeluk Kaki Mama nya yang di tutupi oleh gaun panjang. Elizabeth tertawa geli melihat kelucuan Anaknya ia langsung menggendong nya dan duduk dengan Lovely yang berada dipangkuan nya.
" Mengapa Lovely belum siap-siap?" tanya Elizabeth heran melihat Lovely yang masih menggunakan gaun yang tadi pagi.
Lovely mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan dari Mamanya.
" Memangnya ada acara apa Mama menyuruh Lovely siap-siap?" tanya Lovely dengan polos nya.
Elizabeth tidak menjawabnya melainkan ia kembali menggendong Puteri kecilnya karena jika menjawabnya pasti akan membuang-buang waktu.
" Nanti Lovely akan tahu sendiri....
Continue...
__ADS_1