
Everlyn di buat terkejut mendengar Kaisar Maximilian memintanya memanggilnya papa, hal itu membuat air mata Everlyn jatuh dari pelupuk matanya.
Sedangkan di sisi lain Axello yang kebetulan melewati dapur melihat Elizabeth yang sedang berada di depan pintu dapur. Membuatnya menaikan alisnya bingung. Akhirnya Axello memutuskan untuk menghampiri Elizabeth. Saat di sampai dirinya melihat Everlyn yang sedang menangis di depan Kaisar Maximilian. Seketika membuat Axello marah. Ia pikir Everlyn menangis karena perbuatan Kaisar Maximilian. Saat ingin menghampirinya Elizabeth memegang tangan nya dan menggelengkan kepalanya menyuruh Axello tidak ikut campur.
Axello di buat bingung oleh Elizabeth yang menyuruhnya untuk tidak masuk kedalam sana.
" Mengapa aku tidak boleh masuk Ibunda, bagaimana nanti jika Eve..." kata Axello yang mengeluarkan kata protes nya.
Sebelum Elizabeth membungkam bibir Axello dengan jari telunjuk supaya Axello lebih tenang.
" Nanti Axello akan melihatnya." kata Elizabeth sambil mengelingkan matanya.
Akhirnya Axello menurut perintah Elizabeth sambil ikut mengintip apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana pikir Axello.
...****************...
__ADS_1
Kaisar Maximilian di buat panik ketika melihat
Everlyn menangis. Hal itu membuat Kaisar Maximilian semakin merasa bersalah. dirinya pikir Everlyn tidak ingin memanggilnya papa. Sekarang pikiran Kaisar Maximilian berkecamuk memikirkan bahwa mungkin saja sekarang Everlyn sudah membenci dirinya pikir Kaisar Maximilian.
Tetapi saat Kaisar Maximilian masih berpikir tiba tiba Everlyn memeluknya sambil menangis.
" Hiks.....Eve....mau.....papa...papa...hiks.... huaaaa." kata Everlyn sambil terisak.
Membuat Kaisar Maximilian membulatkan matanya ia merasa senang mendengar Everlyn memanggilnya Papa. Kaisar Maximilian membalas pelukan dari Everlyn.
Di dalam hatinya ia merasa bersalah telah tidak mempedulikan anak perempuannya karena hanya tidak memiliki sihir. Tetapi setelah melihat Elizabeth yang sangat menyayangi anak-anaknya tanpa peduli bahwa anaknya memiliki sihir atau tidak. Membuat dirinya sadar seharusnya dirinya tidak membenci Everlyn. Karena ini bukan salah Everlyn yang terlahir tanpa sihir. Seharusnya dia yang melindungi Everlyn.
Everlyn yang mendengar pertanyaan dari Kaisar Maximilian. Sebenarnya ia sempat membenci Kaisar Maximilian karena ia di kucilkan ke istana belakang. Tetapi setelah mendengar nasihat dari Elizabeth membuatnya membuka hatinya. Tidak seharusnya ia membenci Kaisar Maximilian.
" Eve sudah memaafkan papa. Seharusnya Eve yang meminta maaf karena menjadi anak yang tidak berguna sebab tidak memiliki sihir di dalam tubuh Eve." kata Everlyn sambil tersenyum kecut. Mengingat dirinya tidak dapat menggunakan kekuatan sihir.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat tubuh Kaisar Maximilian menegang. Bagaimana bisa Everlyn meminta maaf kepadanya. Bukannya ini semua salahnya. Kaisar Maximilian hanya bisa memeluk erat Everlyn. Sambil merenungkan kesalahannya selama ini kepada Elizabeth dan Everlyn.
Tiba tiba Kaisar Maximilian merasakan pelukan selain Everlyn. Ia mendongak ke atas dan melihat Elizabeth sedang memeluknya dan Everlyn dengan lembut.
Seketika hal itu membuat suasana hatinya menghangat. Mengingat sejak kecil Kaisar Maximilian tidak pernah mendapatkan perhatian dari Orang tuanya. Karena orang tuanya menikah tanpa unsur melainkan pernikahan politik. Jadi sejak kecil Kaisar Maximilian hanya di latih menjadi Kaisar di masa depan tanpa merasakan sebuah kehangatan keluarga.
Elizabeth yang melihat itu hanya bisa bernafas lega dan melepaskan pelukannya. Elizabeth menghampiri Axello dan merangkulnya.
" Sepertinya Ayah dan Anak sudah akur. Betulkah Axel?" tanya Elizabeth yang bertanya kepada Axello sambil menatap Kaisar Maximilian dan Everlyn dengan jahil.
Membuat wajah Kaisar Maximilian memerah malu. Melihat hal itu membuat seketika tawa Elizabeth pecah melihat wajah malu Kaisar Maximilian di susul oleh Axello dan Everlyn.
Tanpa menyadari seseorang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan sulit.
Continue....
__ADS_1