
Trap....
Trap...
" Selamat datang Yang Mulia." kata salah satu penjaga penjara.
Kaisar Maximilian hanya diam tanpa menjawab sapaan dari penjaga tersebut. Tidak lama kemudian pintu itu terbuka Kaisar Maximilian langsung masuk berjalan melangkah setiap setiap sel penjara yang di isi oleh para penghianat dan penggunaan sihir terlarang.
Kaisar Maximilian berhenti tepat di sebuah pintu ia melafalkan sebuah mantra.
Η πόρτα είναι ανοιχτή
Setelah mengucapkan itu pintu terbuka secara otomatis Kaisar Maximilian memasuki ruangan tersebut.
Di sana terdapat seorang wanita paruh baya dalam keadaan mengenaskan dengan tubuh di penuhi luka. Ruangan tersebut sangat minim cahaya. Kaisar Maximilian berjalan mendekati wanita itu.
Sedangkan wanita paruh baya itu mengangkat kepalanya setelah menyadari bahwa seseorang sedang berjalan mendekat kearahnya.
" Buat apa anda kesini Yang Mulia? apa anda akan mengucapkan terima kasih kepada saya? hahahaha..." kata Wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Victoria.
Kaisar Maximilian yang mendengarnya mengepalkan tangannya dengan kencang. Rahangnya mengeras sambil menatap Victoria dengan nyalang penuh dendam. Bahkan sekitar ruangan sudah di liputin oleh aura Kaisar Maximilian.
" Kamu sungguh menjijikan lebih baik jika kita bermain sebentar, di jamin anda akan menyukainya Ibunda." kata Kaisar Maximilian sambil bersmirk.
Sedangkan Victoria yang mendengar perkataan dari Kaisar Maximilian meneguk ludahnya dengan kasar ia tahu akan kekejaman puteranya tersebut.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan di sisi lain Elizabeth sedang bersandar di ranjangnya sambil memperhatikan Axello yang sibuk membaca bukunya.
Ceklek...
Ketika mendengar suara pintu yang terbuka membuat Elizabeth menolehkan kepalanya tidak lama senyumannya terbit ketika melihat kehadiran Everlyn dan Leonardo yang berada di gendongan nya.
" Mama." kata Leonardo yang memanggil Elizabeth.
Elizabeth tersenyum sambil merentangkan tangannya menyambut Leonardo kedalam pelukannya. Axello dan Everlyn yang melihat keadaan Elizabeth sudah membaik tersenyum tipis.
Melihat Axello dan Everlyn yang tidak jauh darinya membuat Elizabeth juga merentangkan tangannya.
" Ayo Mama ingin memeluk kalian." kata Elizabeth sambil tersenyum.
Elizabeth melihat ketiga anaknya membuatnya merasa senang. Ia merasa bersyukur dengan kehadiran ketiga anaknya membuatnya sedikit melupakan kesedihannya.
" Mama sangat menyayangi kalian." gumam Elizabeth dengan pelan.
Membuat senyuman terbit juga di bibir Axello dan Everlyn. Mereka tidak menduga bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Mereka berdua seakan ini seperti mimpi ketika melihat orang tuanya mengajak nya berkemah dan saling bercanda dengan penuh kasih sayang.
" Axello juga sangat menyayangi ibunda. Axello janji akan menjadi kuat demi bisa melindungi ibunda." batin Axello.
" Everlyn sangat menyayangi mama, Everlyn janji akan menjadi orang kuat seperti Mama." batin Everlyn.
__ADS_1
...****************...
ARRGG...
Splash....
ARRGGH.....
Splash....
BRUK....
Victoria jatuh ambruk ketika tubuhnya saat ini merasakan sakit akibat cambukan yang diberikan oleh Kaisar Maximilian.
Ia tidak menduga bahwa Anaknya bisa melakukannya seperti ini hanya demi seorang Wanita.
" MENGAPA KALIAN HARUS BAHAGIA? AKU JUGA INGIN BAHAGIA TETAPI KENAPA AKU TIDAK PERNAH MENDAPATKAN NYA. AKU MEMBENCI KALIAN SEMUA." teriak Victoria sambil mengeluarkan semua yang di pendam di dalam hatinya.
Deg...
Mendengar perkataan dari Ibundanya membuat Kaisar Maximilian terdiam. Melihat itu membuat Victoria tersenyum licik mungkin sekarang ia akan bisa memperdayakan Putera nya seperti 10 tahun yang lalu.
Kaisar Maximilian menggelengkan kepalanya melihat Ibundanya yang tidak pernah berubah.
" Kamu memang seperti iblis ibunda....
__ADS_1
Continue....