
"Jangan pernah menganggu kehidupan saya Ibunda." kata Kaisar Maximilian yang berucap dengan dingin sambil memperingatkan nya.
Sedangkan Ibu Ratu yang bernama Victoria hanya bisa tersenyum sendu sambil meletakkan cangkir tehnya di atas meja.
" Lebih baik anda silahkan duduk dulu. Yang Mulia. Saya ingin berbicara hal penting." kata Ibu Ratu Victoria sambil tersenyum dan tidak menghiraukan peringatan dari Kaisar Maximilian.
Kaisar Maximilian menghela nafasnya tapi ia turut duduk di kursi di seberang Ibu Ratu Victoria. Victoria tersenyum sebelum membuka pembicaraan.
" Bagaimana kabar anda, apa baik baik saja? Terus bagaimana kehidupan hasil pernikahan politik anda?" tanya Victoria yang bertanya lebih tepatnya menyindir.
Memang Kaisar Maximilian dan Ibundanya tidak pernah akrab. Walaupun mereka sepasang ibu dan anak. Tetapi hubungan mereka hanya sebatas sebagai pewaris kekaisaran. Memang kehadiran Kaisar Maximilian hanya sebagai alat untuk meneruskan tahta. Jadi sejak kecil Kaisar Maximilian di didik keras untuk menjadi pewaris berguna bagi Kekaisaran. Sejak kecil Kaisar Maximilian jarang bertegur sapa dengan ibunya. Karena Ratu sebelumnya selalu sibuk dengan kehidupan sebagai mengembara. Bahkan Kaisar sebelumnya hanya sibuk dengan tugas negaranya. Tanpa mempedulikan Kaisar Maximilian kecil hidup atau tidak. Jadi wajar saja Kaisar Maximilian sama sekali tidak suka dengan kehadiran ibunya. Setelah tidak bertemu lebih 10 tahun. Terakhir pertemuan mereka adalah di hari kematian Ayahnya.
Kaisar Maximilian memandang Victoria dengan datar sambil meminum teh yang berada di hadapannya.
" Kehidupan ku lebih baik, bahkan pernikahan kami sudah menghasilkan 3 keturunan atau lebih tepatnya 4." jawab Kaisar Maximilian sambil menyeringai bermaksud menyinggung Victoria.
__ADS_1
Sedangkan Victoria sama sekali tidak terpengaruh oleh perkataan Kaisar Maximilian puteranya. Mungkin itu hanyalah bualan untuk mengelabuinya. ia yakin kehidupan rumah tangga puteranya mirip seperti dirinya tidak bahagia.
Saat mereka sedang berdiam tidak saling berbicara. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Kaisar Maximilian.
" Papa...papa.... kyhaaaaaa....." kata Leonardo yang terbaring di kereta dorongnya sambil memanggil Kaisar Maximilian dengan nada ceria.
Kaisar Maximilian yang mendengar suara dari putera kecilnya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Anaknya Leonardo yang sedang terbaring nyaman di kereta dorongnya. Tetapi ia membuat nya terkejut adalah melihat Elizabeth yang mendorong kereta tersebut. Kaisar Maximilian yang melihat nya langsung berjalan menghampiri Elizabeth.
Elizabeth yang melihat Kaisar Maximilian menghampiri nya dengan raut wajah khawatir mengangkat alisnya bingung.
" Aku tidak mengijinkan mu untuk mengelilingi istana. Kamu lagi hamil." kata Kaisar Maximilian yang berbicara dengan nada khawatir.
Elizabeth melambaikan tangannya seolah-olah perkataan Kaisar Maximilian terlihat sedikit berlebihan.
" Tenang saja lagipula aku hanya berjalan jalan, bukannya pergi berperang." kata Elizabeth sambil memutar bola matanya malas. Mengingat sifat posesif Kaisar Maximilian. Seakan akan dirinya lumpuh padahal ia hanya sedang mengandung. Padahal ia juga sudah tidak memasak lagi.
__ADS_1
Mendengar perkataan Elizabeth membuat Kaisar Maximilian menatapnya tajam. Membuat Elizabeth memalingkan pandangannya salah tingkah. Sampai dimana ia tidak sengaja melihat seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik sedang meminum secangkir teh. Elizabeth yang penasaran langsung mendekat ke arah Kaisar Maximilian.
" Siapa dia? Apa dia selingkuhan mu?" tanya Elizabeth sambil berbisik.
Membuat Kaisar Maximilian terperangah mendengar Elizabeth menunduh dirinya selingkuh. Kaisar Maximilian mendekati Elizabeth sambil menarik pinggangnya agar lebih erat. Sambil berjalan memegang pinggang Elizabeth dan sebelah tangannya memegang kereta dorong. Kaisar Maximilian berjalan menghampiri Victoria.
Sampai dimana mereka saling berhadapan. Elizabeth memandang Victoria dengan intens. Sedangkan Kaisar Maximilian menghela nafas nya.
" Dia adalah ibuku." kata Kaisar Maximilian memperkenalkan Victoria.
Mata Elizabeth seketika membelakak matanya saat mengetahui bahwa di hadapannya adalah ibunya Kaisar Maximilian.
APA....
Continue....
__ADS_1