Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
1


__ADS_3

Di sebuah kamar terlihat wanita yang  masih menutup kelopak matanya, terlihat damai dan tenang.


Terdengarlah deringan jam dinding yang menunjukkan pukul lima pagi. Ia pun membuka kelopak matanya yang terlihat iris mata tajam dengan warna mata hitam pekat, jika dilihat hanya ada lubang dalam yang tak berujung.


Aran pun berdiri menuju kamar mandi,  tapi sialnya ia terpeleset karena tak hati - hati . Sebelum menutup matanya ia berucap dalam hati.


' Sial apa aku akan mati dalam ke adaan tidak elit gini ?.  Gimana kalau orang tau seorang bos mafia mati gara-gara terpeleset ?' ucap batin Aran dengan kesal.


'Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi esok hari. Hidup adalah pengendaraan yang gila dan tidak ada yang menjaminnya '


       . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . .


Di lain sisi ada wanita yang terbaling lemah di ranjang kayu yang keras dan ruangan yang kecil dan sempit.

__ADS_1


Matanya tertutup, bibirnya tak ada lagi warna yang terlihat , dan tak ada tanda - tanda kehidupan di dirinya, tampa orang tau wanita itu sudah meninggal.


Tiba - tiba saja kelopak mata wanita itu terbuka terlihatlah tatapan mata tajam nan dingin.


" Ah aku dimana ini ?,  aku kan udah meninggal  tapi ini kenapa ada di gubuk yang kecil dan kuno ?. Uhhhh"


Tiba - tiba saja memori dari tubuh yang ia tempati masuk kedirinya seperti film yang tak beraturan, setelah beberapa menit, ia mendapatkan memori dari tubuh yang ia tempati.


" Ah jadi aku bertransmigrasi ke tubuh sampah ini,  sial sekali aku.Apa gara - gara aku banyak dosa jadi dihukum gini ?. " ucap Aran frustasi dengan nasibnya ini.


" waw, wajah tubuh ini sama dengan wajah ku saat kecil tapi ini lebih cantik dan mulus,  makanya ia memakai cadar, agar tak ada yang menggangunya " Aran menganggukkan kepalanya pertanda mengerti,  ia pun beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


'Tidak ada yang bisa menyangka apa yang akan terjadi kedepannya,  kita hanya perlu menjalankannya saja tampa penyesalan. '

__ADS_1


Setelah mandi Aran pun memakai pakaian kono tersebut dan duduk kembali di ranjangnya dan memeriksa nadinya.


" Sial teryata tubuh ini di racuni,  siapa sih yang berani meracuni tubuh anak yang berumur 10 tahun ini ?. Gak bertatap bener dan juga untung gak ada teman - teman ku yang tau kalau aku pindah ke tubuh anak 10 tahun. kenapa sih harus anak berumur 10 tahun ,sedangkan  umur ku 25 tahun hilang sudah keelitan ku ini" dumel Aran yang ketus akan nasibnya ini.


" Ohnya ruang angkasa ku masih ada gaknya" Aran melihat pergelangan tangannya ternyata gelangnya berubah menjadi tato di tangannya.


Aran bersyukur masih ada Ruang angkasa jaman modernnya, ia mengelus tangannya dan mengeluarkan pil,  untuk mengeluarkan racun yang ada di tubuh ini.


Keluar lah keringet dingin dan ia menahan rasa sakitnya setelah beberapa menit, Aran memuntahkan darah hitam. Setelah benar - benar bersih Aran pun tertidur.


Saat membuka mata ia melihat hamparan rumput hijau dan kastil yang megah dan  di ariri air terjun yang sangat indah, ia sangat takjub dengan pemandangan indah tersebut.


"Salam tuan" ucap Lelaki yang tiba - tiba menghampiri Aran. Aran pun kaget saat tiba - tiba aja ada yang menghampirinya untung jantungnya gak copot, Aran mengelus dadanya.

__ADS_1


"Siapa lo, bikin kaget aja " tanya Aran ketus ke Lelaki tersebut.


__ADS_2