
Sudah sebulan Aran berada di sini belum ada niatan ia akan menjalankan misinya. Bukan belum niat tapi sedang memantau keadaan, karena Aran berada di sarangnya jadi ia tak bisa melakukan hal gegabah.
Aran juga akan bermain cantik. Dalam waktu tertentu. Ia akan bermain langsung tampa betele - tele karena Aran tak bisa melakukan sesuatu yang begitu lama.
Tapi... Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran dan hatinya, Semuanya campur aduk dalam hatinya. Tak tau apa itu. Apa ada yang bisa menjelaskan perasaan yang sedang ku alami ?
Aran tak sanggup lagi berada di sini. karena setiap kata yang di katakan Stefan membuat hatinya ragu.
Tapi ia tetap bertahan dan sekarang waktunya ia akan menjalankan misinya, ia sudah mencari tau keberadaan pasangan pedang kembar itu, setelah kian lamanya mencari keberadaannya. Tunggu waktu yang tepat saja.
" Permaisuri anda di panggil yang mulia kaisar " ucap kasim dengan ramah.
" Hm "
Aran pergi ke kediaman Stefan, ia tak tau mengapa orang itu memangilnya.
Aran membuka pintu yang berdiri kokoh itu dengan sekali dorongan terdengarlah suara pintu.
__ADS_1
" Krek... "
Tampaklah lelaki tampan duduk di singgasananya.
" Kau tiba "
" Hm . Ada apa ?" tanya Aran.
" Permainan sudah di mulai apa kau siap " tanya Stefan.
" Maksudmu " Aran menyingitkan dahinya pertanda bingung, dengan apa yang di katakan Stefan.
" Bagaimana mau nunggu, kalau tidak siap, dan kau tanya tadi apa, aku udah siap. bagaimana mau jawab kau tidak memberitahu maksud perkataan mu ?" dumel Aran dengan kesal, karena orang ini membuatnya harus berpikir keras dengan kejutan - kejutan di akhirnya.
" Apa kau ingin pergi mengunjungi orang tua mu ? " tanya Stefan dengan mengalihkan perbincangan.
" Oh, tentu saja "
__ADS_1
" Persiapkan diri mu besok kita akan pergi "
" Baiklah, by aku pergi " Aran keluar dari kediaman Stefan menuju kamarnya. Ia ingin melihat keadaan keluarganya dari kamera pengintainya.
Dilain sisi ada beberapa kelompok orang yang akan menjalankan misinya untuk balas dendam.
Mereka sudah sangat lama ingin menghancurkannya. Tapi tak bisa karena kekuatan yang tak seimbang tapi kini mereka bisa.
" Stefan sebentar lagi kita akan bertemu " ucapnya dengan senyum yang jahat dan penuh dendam.
"Aku akan mengambil apa pun yang kau miliki. Dulu kau yang mengambil semuanya dari ku, tapi kini aku akan membalasnya. Aku tidak akan membiarkanmu hidup senang.kebahagian yang kau rebut dari ku akan ku balas dengan melihat mu menderita " ucapnya lagi. Dengan penuh dendam, marah dan emosi.
" Kalian semua persiapkan diri kalian kita akan ke kota besok pagi "
" Baik Tuan "
Setelah itu mereka mempersiapkan diri mereka untuk menjadi pendatang baru atau sekedar prajurit dan orang - orang berpengaruh. Dan sebagian masih berada di markas dan akan di keluarkan jika waktunya sudah tiba.
__ADS_1
Bencana besar akan terjadi tampa di sadari, Di setiap perjalanan, tidak hanya kenikmatan yang akan di rasakan, tapi juga ada ke pahitan. Walau itu di sembunyikan sebaik - baiknya .
Kadang kala banyak orang yang iri dan merasa dirinya menderita dan tidak bahagia tapi itu semua tidak benar, nikmati saja hari - hari mu dengan baik. Karena semua orang telah ditakdirkan dan mendapatkan sesuatu yang baik mungkin yang lain tidak memilikinya.