
Hari ini Aran berniat pergi ke pasar. Ia sudah lama tidak pergi keluar. Aran juga berniat untuk membeli oleh - oleh untuk keluarganya, karena ia akan menemui keluarganya hari ini.
Jadi ia ke pasar subuh hari. Aran sudah bersiap dengan pakaiannya, ia akan pergi diam - diam tampa pengetahuan orang lain.
Dan di sinilah Aran berada di tengah -Tengah pasar yang ramai. Aran kira pasar masih sepi karena masih pagi banget, eh ternyata tidak sama aja mau pagi atau siang.
Aran melihat - lihat pasar , ia berkeliling pasar ,berharap menemukan sesuatu yang bagus untuk jadi oleh - oleh keluarganya.
Saat Aran melihat - lihat ada toko di ujung sana yang tertutup dengan toko lainnya. Aran Menyipitkan matanya untuk melihat tulisan di atas sana.
"Toko serba ada " Aran menaikkan alisnya, dengan nama toko itu yang begitu narsis baginya.
"Aw.. " ringis Aran karena ada yang menabraknya, untung ia tak terjatuh, hanya punggungnya aja yang sakit. Aran menatap tajam orang yang menabraknya itu.
Terlihatlah sosok tampan dengan iris mata biru yang melihatkan bintang - bintang terang di matanya, sangat indah, rambut putih perak dan aura yang menambah ketampanannya dan wibawa nya.
" Maaf saya nona " ucapnya dan mencium tangan Aran.
Aran menyingkirkan tangannya dari orang itu yang sangat lancang menyentuhnya. Aran menatap tajam lelaki itu.
" Perkenalkan nama saya Harun, nona cantik " dengan melihatkan senyum mempesonanya.
" Lalu " tanya Aran , dengan mandang aneh orang itu.
" Anda benar - benar menarik nona, singa tidak salah memilih "
__ADS_1
" Hah..., kamu ngomong apa gue gak ngerti dah.., ok lah gue pergi by.
" Tunggu nona cantik " Harum menyentuh pundak Aran.
" Apa lagi ?" Aran menatap malas orang aneh yang ada di depannya.
" Bawalah ini nona sebagai pertemuan pertama kita, sampai ketemu lagi nona " Harun menghilang dari hadapan Aran.
" Giok, ah udahlah " Aran melemparkan giok itu ke ruang angkasanya dengan asal.
Aran pergi ke toko dengan merek serba ada itu. Aran masuk kedalam dan melihat sekelilingnya, yang menurutnya biasa saja gak ada yang menarik tapi, ia akan tetap berkeliling.
" Salam nona pelanggan " ucap penjaga toko dengan ramah.
' Toko apaan ini katanya toko serba ada tapi tak ada yang menarik, ah sia -sia gue datang sini ' batin Aran berucap dengan kesal.
Aran pergi ke kasir, ia ingin menanyakannya sesuatu barang yang mungkin ada, karena barang itu sederhana.
" Apa ada di toko ini kaca muslihat ! " tanya Aran .
" Tempat yang tepat nona, kaca muslihat ada di sini" ucap pemilik toko.
" Lalu mana " tanya Aran tampa basa basi.
" Itu pemilik leluhur kami nona, tapi tidak ada yang tepat untuk kaca itu, nona bisa ikuti saya, jika nona beruntung, maka kaca itu untuk nona"
__ADS_1
" Baiklah " Aran mengikuti pemilik toko.
" Ini nona "
Aran mengikuti arah tangan si pemilik toko, dan terlihatlah di sana kaca yang di ukir dengan ukiran unik baginya.
Aran mengambil kaca itu dan melihat -lihat, semua sisi dari kaca itu yang cukup bagus tapi masih biasa saja baginya.
"Anda bisa memegangnya nona " ucap pemilik toko itu tak percaya.
" Iya emang kenapa! " tanya Aran aneh melihat wajah sok si pemilik toko.
" Hah.. Tidak ada nona, mungkin itu memang takdir nona untuk memilikinya " menghela nafas panjang karena melihat tampang wajah Aran yang bodoh itu.
" Oo, okelah , aku pergi " Aran keluar dari ruangan itu.
" Baiklah nona hati - hati di jalan "
Aran keluar dari toko dan kembali kediamannya. Takut ada yang mengetahui kepergiannya.
Saat tiba di kediamannya, tak terlihat siapapun. Aran menghela napas lega.
" Kau kemana "
Aran kaget dengan orang yang tiba - tiba memeluknya dari belakang dan berbicara tepat di telinganya. Bahkan hembusan nafasnya membuat geli telinga Aran.
__ADS_1