Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
52


__ADS_3

Aran tersenyum sinis, saat mendengar kata - kata yang keluar dari mulut manis Xio.


" Kaca diri " ucap Aran dengan ejekan lalu memberikan kaca pada Xio,  yang sekarang sudah melayang dan berdiri tepat di depan wajahnya.


" Kau " bentak Xio, tidak terima dengan penghinaan yang di berikan Aran.


" Cepat berubahnya wajahmu,  akting yang sangat bagus " puji Aran lalu memberikan tepuk tangan pada Xio.

__ADS_1


" Nona kenapa kau melakukan ini ?, saya telah menggapmu sebagai adik saya " ucap Xio penuh kekecewaan.


" Kau saja meghianatiku " jawab Aran tampa ada rasa bersalah ataupun kesedihan.


" Hiks..hiks. ..Saya melakukan ini karena saya terpaksa nona hiks... hiks... Anda tidak tau tentang perasaan saya,  apa yang saya alami selama ini ?, betapa menderitanya saya , Nona adalah nona muda yang penuh dengan harta,  bagaimana dengan kami rakyat jelata yang hidup penuh penderitaan hiks... hiks... Saya melakukan ini karena saya ingin bertahan hidup hiks.. hiks... "  ucap Xio memberi tau semua keluh kesahnya.


" Jika ingin hidup bahagia, ya... Berusaha " jawab Aran santai.

__ADS_1


" Hiks... hiks... Kau hanya tau kenikmatan tidak tau dengan ke adaan orang di bawahmu,  betapa menderitanya mereka yang harus bertahan hidup di lingkungan kejam ini,  dan mereka di hina, di remehkan bahkan di lecehkan oleh orang - orang lebih tinggi derajatnya darinya hiks... saya tidak mau jadi seperti itu yang menderita sepanjang hidup saya,  jadi saya memilih jalan ini hiks... Hiks.... " Xio meluapkan kemarahannya pada Aran. Air mata Xio sudah membasahi seluruh wajahnya bahkan hidungnya sudah memerah seperti badut.


" Ya mereka salah, karena sombong tapi jangan salahkan sepenuhnya pada orang itu salahkan juga diri kita yang hanya diam tampa mau membela dan mempertahankan harga diri dan kenyamanan kita. Jika kau ingin menjadi orang besar maka berusaha,  semua orang perlu berusaha dulu baru bisa menjadi orang besar, kalau cuma di hanyalin atau omong besar,  mimpi aja sana. Kau juga harus pintar untuk melawan orang yang berada di atasmu itu,  pakai otakmu,  karena meraka juga sama kanya kita,  kau pikir bangsawan itu kanya gara - gara keberuntungan,  pasti itu pakai otak dan usaha.  Kau ingin menjadi orang bederajat tinggi maka kau harus berusaha dan memilih mana yang akan kau bawa yang baik kah atau yang buruk,  jika sudah memilih maka itulah jalan yang akan kau tempuh,  apa yang akan terjadi kedepan maka kau harus persiapkan dirimu sejak awal karena itu pilihanmu . Satu hal lagi bukan kamulah orang yang menderita di dunia ini masih banyak diluar sana lebih dari mu,  tampa kau sadari. " ucap Aran panjang lebar,  menatap Xio tajam.


" Kau sudah memulai pembicaraan yang bukan inti pembicaraan kita,  kau ingin mengelak ? " tanya Aran dengan sedikit kemarahannya. Ia sudah terlalu panjang berkata membuat tenggorokannya sakit.


" Nona " gumam Xio spontan,  tidak pernah terpikir olehnya kata - kata yang di ucapkan Aran,  ia selalu mempersalahkan orang lain atas apa yang terjadi,  tapi ia tidak pernah mengoreksi tentang dirinya sendiri,  betapa bodohnya ia.

__ADS_1


" Nona saya akan mengatakan sebenarnya,  sebenarnya saya ini di pe... Ah.... " belum selesai Xio berbicara,  tiba - tiba saja ada yang menikam Xio dari belakang.


" Kau"


__ADS_2