Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
35


__ADS_3

Aran berjalan - jalan dan memutari seluruh kediamannya saking kesalnya ia. Tak tau kemana akan ia  lampiaskan kemarahannya.


Tiba - tiba saja ada yang memeluk Aran dari belakang dan orang tersebut menangis tersedu - sedu.


'Untung saja pertahan tubuh gue kuat kalau tidak, udah jatuh dari tadi '


" Putri anda  kembali,  nubi sangat khawatir nona,  hu hu hu " ucapnya dengan tersedu sedu.


" Iya,  gue kembali,  kenapa pakai nangis gitu!,  buang - buang air mata saja "


" Putri mah, jahat masa gitu..." jawabnya dengan memanyunkan bibirnya ke depan dengan tangan di lipat ke depan.


" Ya lagian gitu amat "


" Putri anda sudah punya suami " tanya Xio Lu karena penasaran dengan rumor yang beredar.


" Menurutmu " Aran menatap mata Xio Lu dengan alis terangkat.


" Putri nubi bertanya malah putri balik tanya, gimana sih... " Xio Lu menghentak - hentakan kakinya.


"Ah sudahlah nanti kamu juga tau " Aran pergi dari sana menuju kediamannya. Ia ingin bersiap - siap untuk perjamuan yang di adakan malam ini.


" Kenzo lo sini " Aran memangil Kenzo dengan telepatinya.


" Ada apa tuan "


" Lo pilihan pakaian yang akan ku kenakan di perjamuan nanti di ruang jiwa,  ingat... Dari atas sampai bawah, awas kalau ada kurang.  " Aran menatap tajam Kenzo.


" Baik  tuan "


"Hmm "

__ADS_1


Aran menidurkan dirinya di kasur dan mengambil hpnya ia ingin bermain game,  sudah lama ia tak memainkannya.


Baru saja Aran ingin main, tapi ada saja yang mengganggunya.


"Trit trit trit "


Aran menjawab telepon dari Organisasinya.


" Hm "


" Hallo, King "


"....."


" King kapan anda kembali, para musuh sudah mulai bereaksi "


" tunggu saja "


" Belum bisa balik , tapi gue usahain cepat balik,  jadi tunggu saja. "


" Baik King,  saya akan menjaga semampu saya King "


"Hm "


Aran mematikan panggilannya.


' Sepertinya saya harus mempercepat melakukan tugas ku. Mereka tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri. Nanti aku kembali, aku buang - buang orang yang pasif - pasif itu . Memenuhi Organisasi gue aja para sampah itu. '


Aran mengambil laptopnya dan memantau siapa orang yang berani menyerang organisasinya dan orang yang gak guna . Aran akan mencoret nama mereka dari organisasinya.


Sejam  berlalu tapi tidak ada tanda - tanda Aran melepaskan laptopnya dan juga kerajaannya.

__ADS_1


Mata hitam pekat itu masih fokus dengan layar yang memantulkan sinar yang bisa merusak mata jika terlalu lama di pandang.


Tapi apalah daya kalau semuanya dan kerjaannya yang membutuhkan itu. Tak bisa di pungkiri dan hindari hanya bisa menerima dan menggunakan dengan bijak.


" Tuan ini pakaian yang saya pilih di ruang jiwa tuan "


Kenzo membelikan satu set pakaian dengan semau yang di butuhkan Aran.


" Hm.. Pergilah "


Kenzo menaruh pakaian itu di sebelah Aran setelah itu ia menghilang dari sana.


Setelah itu Aran menyimpan semua berkas kerjaannya dari hadapannya. Dan mengambil pakaian yang di berikan Kenzo.


Aran menilai semuanya, setelah  puas dengan hasilnya. Aran menuju kamar mandi.


Aran memakai pakaian itu dan melihat kecermin. Terlihatlah wanita cantik dengan pakaiannya yang berkilau dengan kesan anggunnya tapi tak tersentuh dengan aura yang di pancarkannya.


" Istri kau sangat cantik "


' Ni orang datang tak di undang pergi pun tak di suruh. Yang bisa hanya buat orang kaget saja dengan kedatangannya. Untung jantung gue kuat ' batin Aran berucap dengan kesal dan menatap tajam Stefan.


Stefan yang mendengar batin Aran hanya tersenyum kecil.


" Istri kau sangat mengemaskan "


Aran memutar bola matanya malas, ia lagi tak ingin berdebat jadi ia pergi saja dari sana.


" Istri kau sangat berani "


" Bodo "

__ADS_1


Aran menghilang dari pandangan Stefan.  Ia ingin balas dendam,  biar tau tu orang rasanya di tinggal pergi.


__ADS_2