Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
34


__ADS_3

Mereka mengagumi benda yang di berikan Aran. Aran hanya menggelengkan kepalanya. Bagi dia benda - benda itu tak terlalu berguna tapi kalau orang kuno, udah berbinar - binar mata mereka.


" Sayang jika kau dalam posisi mereka pasti kau  gitu juga,  tepatkanlah dirimu menjadi meraka maka kau akan tau itu,  baru menghinanya sayang " bisik Stefan di telinga Aran.


Aran memandang sebal  Stefan.


" Kau juga bukan hanya aku " jawab Aran, menatap tajam Stefan dan mengalihkan pandangannya lagi pada keluarganya.


" Terimakasih Nak "


"Hm "


" Kita akan makan siang,  mari kita menuju keruang makan bersama " ucap Kaisar.


" Baiklah "


Mereka menuju Ruang makan dan makan - makanan mereka dengan tenang belum ada yang membuka pembicaraan.


" Nak kapan kamu buat cucu untuk ibu ini " tanya permaisuri, membuka perbicangan.


' Buat cucu,  emang panti asuhan ada dimana, atau pungut di jalannya, bagaimana aku cari yang sesuai dengan tipe ku, untuk tipe anak ' batin Aran berucap dengan bodoh dan menyingitkan alisnya pertanda binggung.


Stefan berusaha menahan tawa,  akan perkataan yang Aran katakan  dengan  bodoh itu. ' istri ku sangat lugu,  bagaimana bisa kau jadi sadis, itu tidak cocok untuk mu.


" Istriku masih kecil "


" Ah...kalau gitu tak apalah,  kapan -kapan saja buatnya "


Mereka kembali makan dengan tenang.

__ADS_1


" Ohnya nanti malam ada jamuan makan malam di kerajaan kita,  apa kamu bisa hadir dengan suamimu " tanya kaisar,  pada Aran.


" Hm "


Setelah selesai makan mereka kembali ke diaman mereka masing - masing.


Aran berniat untuk kehutan kematian dan surgawi. Ia sudah menganti pakaiannya.


Ia melihat sekeliling setelah puas tidak ada siapa - siapa, Aran pergi menuju hutan kematian.


" Salam tuan "


"Hm "


Aran melihat sekelilingnya, yang masih sama saat terakhir kali.


" Apa ada kesusahan ?" tanya Aran


" Baguslah " Aran berkeliling Hutan kematian, setelah puas ia, menuju hutan Surgawi dan melihat - lihat juga. 


Setelah selesai memantau Aran menuju pasar dan melihat juga. Aran sangat bosan sekali, setiap hari kerjaannya begitu.Ia ingin cepat pulang. Ia ingin ada rintangan lebih.


Aran sudah bosan keliling pasar akhirnya ia menuju kediamannya.


" Sayang kau sangat pelupa teryata "


" Apa lagi sih ?" tanya Aran ,kesal.


" Kau keluar tampa seizin ku "

__ADS_1


" Emang kau siapa,  dan apa urusan mu!  "


" Aku suami mu,  dan itu tugas ku, menjagamu "


Aran memutar bola mata jengah dan pergi meninggalkan Stefan.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Malampun tiba Aran sudah bersiap - siap dengan pakaiannya.


Ia memakai pakaian bewarna merah dengan hiasan bunga mawar . Terlihat elegan dan menawan.


"Sayang kau sangat cantik,  dan sama pakaian yang kita kenakan "


' Huh,  tu orang kenapa sih harus warna merah juga pakaiannya, gak bisa yang lain apa '


" Kau sangat jelek pakai itu,  sana ganti " ucap Aran menyindir agar Stefan menganti baju lain.


" Sayang apa kau tak ingin melihat suami tampan mu ini di tatap yang lain , kau cemburu " bisik Stefan di telinga Aran dan memeluk erat Aran.


" Lepas " ucap Aran dengan Marah.


Stefan mekin memeluk erat Aran, ia tak memedulikan ancaman Aran.


" Kau mau apa sayang " Stefan membalikkan Tubuh Aran, menghadapnya . Dengan alis terangkat.


" Aku ingin membunuhmu " Aran menyeringai.


" Apa kamu bisa sayang ? "

__ADS_1


Stafan melepaskan pelukannya, Aran mengambil kesempatan itu, ia pergi dari sana.


"Ah bodo lah, gue mau pergi " Aran keluar dari kediamannya dengan menghentakkan kakinya. 


__ADS_2