
Di sinlah Aran berada, di gunung suhai untuk menenangkan dirinya, ia hanya ingin ketenangan sekarang, tapi sepertinya itu tidak bisa karena ada aja orang yang datang menghampirinya.
" Kau kenapa? " tanya Kevin
" Kau lihat saja " jawab ketus Aran.
" Baiklah. Apa yang bisa ku lakukan untuk menenangkanmu? " tanya Kevin dengan senyum manisnya.
" Pergi " jawab Aran dengan tatapan tajam.
Kevin cemberut, tapi ia tetap diam di sana tidak pergi kemanapun.
Aran hanya menghela nafas panjang dan kembali menatap danau indah yang berada di belakang gunung itu, airnya sangat dingin dan juga jernih.
Jarang ada air yang seperti ini di jaman modern, hanya danau - danau di tempat - tempat terdalam yang jarang di jelajah manusia, jika Aran menemukannya pasti ia sudah menganggap itu harta karun.
" Hutan itu kau yang hancurkan " tanya Kevin yang membuka suara.
" iya " jawab Aran too the point.
__ADS_1
" Itu hutan milik ku " ucap Kevin tampa menatap Aran, ia masih menatap ke arah danau itu.
" Oh maaf, akan ku bereskan " ucap Aran tampa ada rasa bersalah dalam dirinya. Ia hanya tinggal membereskannya setelah itu masalah selesai, tidak perlu ada konflik.
" tumbuhan langka ku " ucapnya lagi, ia menatap Aran sekilas setelah itu memutuskannya, sebenarnya itu tidak masalah hanya saja, ia ingin bersama Aran lebih lama, jarang ada wanita yang tidak tertarik padanya.
" Cik, nanti aku ganti " ucap Aran dengan kesal. Udah kesal di tambah kesal , mau membunuh lagi jadinya.
" Siapa namamu? " tanya Kevin kembali.
" Aran " jawab Aran tampa ada melirik sedikitpun pada Kevin.
" Aku Kevin "
" Thank you " Aran menerima giok itu, Aran menyukai giok indah itu, bisa jadi pajangannya di rumahnya nanti, karena jika di pandang tidak akan bosan.
Kevin tidak memedulikan kata - kata yang di ucapkan Aran, tapi yang jelas ia tau jika Aran menyukai giok pembeliannya dan mau menerimanya dengan senang hati.
" Apa kau sudah memiliki suami ? " tanya Kevin kembali.
__ADS_1
" Ya " jawab Aran tampa ba bi bu.
Aran tidak tau jika jawaban yang di berikan akan menyayat hati Kevin.
" Oh, baguslah " ucap Kevin dengan senyum manis paksaanya.
Sakit sebenarnya jika mengetahui orang yang di sukainya sudah menjadi milik orang lain. Tapi Kevin tidak ingin egois dengan merebut kebahagian Aran, jadi ia akan mengikhlaskan.
" Baiklah aku akan pergi, sepertinya kau butuh ketenangan " Kevin beranjak dari duduknya dan pergi dari sana.
" Tau diri juga tu orang " ucap Aran setelah memastikan Kevin benar - benar hilang dari pandanganya.
Aran memangil Kenzo, ia tidak ingin ada utang dengan orang lain, jadi ia tidak akan menunda - nundanya.
" Kenzo " panggil Aran dengan telepati.
" Salam tuan, ada apa tuan? " tanya Kenzo yang baru datang.
" Hutan yang ku hancurkan bereskan kembali, cari bantuan sama hewan lainnya " perintah Aran, tampa balas kasihan.
__ADS_1
" Baik tuan " Kenzo hanya mengiyakannya saja, kerena jika menolakpun hasilnya akan sama saja.
Kenzo pergi dari sana, tinggallah Aran sendirian di danau itu, baru beberapa menit tenang ada aja orang yang mengangunya, 'Nggak bisa tenangkah hidup ini barang sehari aja' batin Aran berucap. Aran menghela nafas panjang dan kasar berulang kali.