
Aran dan Stefan kembali kekerajaan milik orang tua Aran. Yang di sambut dengan wajah khawatir dari Permaisuri.
" Nak kamu baik - baik saja kan ! " tanya Permaisuri dengan wajah khawatirnya.
" Ya... aku baik " jawab Aran dengan senyum kecil. Jika tidak di lihat dengan teliti maka orang lain tak tau jika Aran tersenyum ,mereka hanya tau Aran tidak mengeluarkan ekspresi apapun.
' Apa gini rasanya, saat orang lain mengkhawatirkan kita?, begitu hangat dan senang rasanya. ' batin Aran berucap.
Stefan yang mendengarnya sontak kaget, saat Aran berkata seperti itu. Dari kata - kata Aran seperti tak pernah mendapatkan kasih sayang .
' Sayang betapa banyak rahasia yang kau simpan ! ' tanya Stefan dengan menatap Aran dengan lekat, seolah jika melihatnya akan mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang telah Stefan simpan.
Stefan juga mengetahui jika Aran akan menjadi takdirnya dari seorang peramal yang pada saat itu, ia tolong. Kakek tua itu berkata " Kau akan mendapatkan Istri yang akan merubah takdir mu itu baik itu akan menjadi takdir baikmu atau takdir burukmu hanya kamu yang bisa melakukannya. Kejalan apa takdir yang kau inginkan? " ucap Kakek tua itu.
" Hey.. kamu udah selesai belum menatap wajah cantik aku? " tanya Aran dengan judes karena ia sangat risih saat Stefan menatapnya begitu, seakan ia akan menjadi santapan makanannya.
Stefan terkejut ,tapi kembali menetralkan wajahnya.
" Apa tidak boleh, menatap istri cantiknya sendiri? " tanya Stefan dengan sedikit menggoda.
__ADS_1
Bukan Aran namanya jika ia tergoda, malahan Aran bilang itu konyol.
" Lalu " tanya Aran kembali.
" Hahahha, mei mei kau sangat lucu dia sedang menggoda mu malah ekspresi gitu, hahaha " ucap Putra Mahkota dengan tawanya sambil memegangi perutnya karena dari tadi ia sudah menahan tawa. Saat melihat kedua pasangan suami istri yang ada di depannya.
Stefan dan Aran menatap tajam Putra Mahkota secara bersamaan.
Yang, membuat Putra Mahkota menghentikan tawanya karena takut akan di mangsa oleh dua singa ini .
" Yasudah kalian istirahatlah "
" Baik kalau gitu saya pergi dulu " setelah berpamitan, Aran melangkah dan meninggalkan orang - orang yang ada di sana.
" Kau benar - benarnya " ucap Stefan yang sudah berada di sampingnya.
" Apa? " tanya Aran dengan judes yang tidak melihat sedikitpun Stefan.
' Ohnya, dari kemaren kanya ada yang kurang, apanya? ' tanya batin Aran, pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Oh... iya... " ucap Aran sepontan dan menghentikan langkahnya.
Aran hilang dari pandangan Stefan saat ia ingat, kalau dia juga punya kerajaan yang di berikan Zio pada Aran.
Dan Kerajaan itu sekarang di urus Kenzo, Yang sampai sekarang belum mendapat kabar sedikitpun dari Kenzo.
Saat tiba di kerajaan Selatan, Aran melihat kondisi Kerajaan yang telah di urus Kenzo, terlihat seperti biasa tampa ada yang aneh.
Aran pergi menuju istana, tampa melewati pintu utama, langsung mencari keberadaan Kenzo.
Aran merasakan keberadaan Kenzo langsung menuju tempat Kenzo berada.
" Kenzo " panggil Aran yang menepuk pundak Kenzo dari belakang.
Kenzo yang lagi fokus dengan dokumennya sontak kaget saat punggungnya di tepuk secara spontan, lalu kenzo menormalkan ekspresinya kagetnya.
" Tuan "
" Kamu ini kenapa tidak beri kabar ?, untung aku keinget kamu " Tanya Aran dengan sewot.
__ADS_1
' Harusnya tuan yang salah ' batin Kenzo frustasi dengan tingkah tuannya ini.
" Maaf tuan " sesal Kenzo yang di buat - buat.