
Aran memutar bola matanya malas, melihat tingkah Kenzo, ia kembali ke, ke diaman Stefan, untuk melihat ke adaannya.
Saat tiba di sana betapa kagetnya ia, melihat ranjang kosong tampa, menemukan siapapun di sana. Aran keluar, lalu bertanya pada salah satu prajurit yang berjaga di luar pintu.
" Kalian apa, kalian melihat Stefan? " tanya Aran, pada penjaga yang berjaga di luar pintu.
" Tidak Permaisuri " jawab penjaga itu serentak, lalu menggelengkan kepalanya..
" Sial, ada apa sih! " tanya Aran, lalu memijit pelipisnya, yang terasa berdenyut - denyut.
Aran mencari Stefan di setiap sudut ruangan, bahkan ia sudah mengelilingi istana, namun hasilnya nihil, orang di carinya tidak ada.
" Ohnya, penjaga bayangan Stefan mananya! " tanya Aran saat telah sadar jika dari tadi, ia tidak menemukan batang hidung penjaga bayangan Stefan.
" Hay, kamu ke sini " pinta Aran, dengan melambaikan tangannya pada pelayan yang berjalan di depannya.
__ADS_1
" Salam permaisuri, ada apa permaisuri memanggil kami!" tanya salah satu pelayan dengan hormat.
" Kalian pada liat, penjaga bayangan Stefan? " tanya Aran to the point, yah nadanya sedikit acuh.
" Saya liat permaisuri, dia tadi berjalan ke arah barat sana " jawab salah satu pelayan yang memakai pakaian bewarna kuning. Lalu menunjuk arah pada Aran.
" Hm " tampa ba bi bu, Aran langsung pergi menuju arah barat, yang di tunjukkan pelayan berpakaian bewarna kuning itu.
Aran melihat kiri kanan, namun orang yang di carinya tetap nihil, tapi ia tidak menyerah ia tatap berusaha mencari keberadaan penjaga bayangan itu.
" Tuk " ( suara tepukan punggung ).
" Sayang kau sedang mencarikunya " tanya Stefan, dengan nada centil.
" Stefan " ujar Aran refleks.
__ADS_1
" Ya ini aku, kau kangennya " tanya Stefan pede, masih menatap Aran dengan penuh cinta.
" Kau aneh, kenapa sikapmu berubah!, kau kan cuma keracunan, bukan gagal otak kan " tanya Aran dengan curiga, dengan sikap Stefan yang tiba - tiba manis padanya, itu jarang sekali terjadi, biasanya Stefan hanya bersikap acuh dan dingin tapi sekarang, tidak ada terlihat di wajahnya sifat dingin sedikitpun, hanya ekspresi centil yang di berikan.
" Uh... apa aku nggak boleh, bersikap manja pada istri sendiri? " tanya Stefan dengan nada menggoda, tapi sayang Aran tidak akan takluk dengan nada seperti itu.
Aran hanya menampilkan ekspresi jijiknya yang tertera di wajahnya, ia jadi mengingat saat pertama kali ia pergi ke rumah bordir, ia banyak melihat ekspresi orang seperti itu dan sekarang orang di depannya juga.
" Kau aman " tanya Aran lagi dengan memastikan ke adaan Stefan, ia curiga jika racun itu, telah merusak otak Stefan.
" Aku baik jika istri, selalu berada di sisiku " ujarnya dengan nada menggoda, menatap Aram dengan penuh cinta.
" Hah "
Aran menutup mulutnya, seperti dugaannya benar , racun itu telah merusak otak Stefan, apa dia akan menjadi gilanya? , Aran menarik tangan Stefan menuju ke diaman Stefan, Aran akan melakukan pemeriksaan padanya, ia ingin melihat sampai mana racun itu telah menggerogoti tubuh Stefan.
__ADS_1
" Istri kita mau kemana! " tanya Stefan dengan nada penuh tanda tanya.
" Aku ingin memeriksa mu, sepertinya racun dalam tubuhmu telah merusak otakmu " jawab Aran yang masih menarik tangan Stefan menuju kediaman Stefan.