Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
44


__ADS_3

" Aran " panggil Harun.


Harun saat itu hanya ingin lewat dan melihat hutan yang mengakibatkan gempa itu tertunda saat melihat Aran duduk sendirian di danau.


" Ya.." jawab Aran jutek.


" Aku mengganggu " ucap Harun.


"Nggak" jawab Aran, tampa melirik sedikitpun, Harun yang sudah berada di sampingnya.


" Tadi ada gempakan, kamu tau siapa yang melakukannya? " tanya Harun, penasaran karena Aranlah yang berada dekat dari lokasi itu.


Aran tidak menjawab ia hanya diam saja, ia lagi malas meladeni orang.


" Pergi " usir Aran tampa perasaan.


" Baiklah sepertinya kau lagi ingin sendiri " Harun menghela nafas panjang dan pergi dari sana.


" Aku ingin pulang " teriak Aran, ia tidak ingin berada di dunia entah berantah ini.


" Permaisuri, akhirnya aku menemukan mu " ucap pengawal Stefan.


" Ada apa? " tanya Aran malas.

__ADS_1


" Tuan di racuni " ucap pengawal itu dengan cemas.


" Mana mungkin orang sekuat itu bisa kena racun " ucap Aran santai, ia tidak percaya Stefan di racuni, itu pasti akal - akal meraka biar aku kembali.


" Benar Permaisuri " ucap pengawal itu dengan mata berkaca - kaca.


Aran yang melihat ekspresi pengawal itu, sontak percaya, namun ia menggelengkan kepalanya kembali.


" Nggak mungkin " gumam Aran.


" Permaisuri, jika aku berbohong, permaisuri bisa membunuhku " ucap pengawal itu yang meyakini Aran.


"Baiklah " Aran langsung pergi dari sana lalu menuju kerajaan kegelapan.


" Kamu racuni dirimu sendiri " tanya Aran, langsung ke inti.


" Kamu menganggap ku seperti itu " jawab Stefan yang masih bisa sok dingin padahal udah terbaring lemah, masih aja sifatnya di pertahankan.


" Hm, emang orang lain bisa racuni kamu " ucap Aran bodoh, ia mengakui kehebatan Stefan, karena ia masih kalah kuat darinya.


" Ditas langit masih ada langit " ucap Stefan tersenyum sayu.


" Ya...Sepertinya ia mengambil kesempatan. Dalangnya pasti orang - orang kerajaan ini atau tidak orang terdekatnya" gumam Aran lalu Aran berjalan mendekat ke tempat tidur Stefan, memegangi nadi Stefan.

__ADS_1


Aran kaget, racun yang berada di tubuh Stefan sangatlah berbahaya, jika itu bertahan selama seminggu, Stefan bisa mati.


" Itu, kamu.. " ucap Aran ragu memberitahu Stefan yang sebenarnya.


" Racun ini sangat berbahaya, nama racun ini xxx gv 38 " ucap Stefan tampa ada rasa takut dalam dirinya.


"Ya" ucap Aran yang menganggukkan kepalanya, ia tidak tau harus berkata apa, orang yang tekena santai, jd Aran hanya bisa bungkam.


" Kau tenang saja, aku akan sembuh " ucap Stefan dengan senyumnya.


" Aku akan coba cari penawarnya " setelah berkata itu Aran pergi dari sana. menuju ruang jiwanya.


Aran mencari - cari di buku tua tentang racun itu, setelah beberapa jam, akhirnya Aran menemukannya.


" Racun ini bisa di sembuhkan jika si penderita meminum darah orang yang memberi "


" Tapi siapa yang memberikan racun itu ?, pasti itu orang dalam " gumam Aran yang sedang berpikir siapa yang pantas untuk di curigai.


" Akhirnya aku menemukannya " gumam Aran lagi dengan senyum devilnya.


" Stefan " panggil Aran, tapi tidak ada jawaban dari Stefan.


Aran mendekati ranjang Stefan , teryata Stefan tidak lagi membuka matanya, Aran memegangi nadinya, nadi Stefan sudah mulai melemah dan racun itu mulai menyebar di seluruh tubuh Stefan.

__ADS_1


Bukti Aran hanyalah Stefan, karena Stefanlah yang mengetahui semua dan bisa ia interogasi.


__ADS_2