Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
45


__ADS_3

" Ah..buktinya udah hilang, padahal kamulah bukti satu - satunya utuk mengetahui dalang di balik ini " gumam Aran frustasi,  ia mengacak - ngacak rambutnya sendiri.


" Oh, iya " Aran tersenyum devil,  ia menatap Stefan tajam,  lalu memeriksa setiap sudut ruangan, yang di carinya tidak ada di ruangan ini.


Aran mendekati Stefan yang sudah terbaring lemah dan tidak sadarkan diri ini.


Aran mengambil cincin ruangnya, lalu mencari sesuatu yang ia inginkan.


" Dia kaya juga,  tapi masih kaya aku " gumam Aran,  lalu melanjutkan aksinya setelah beberapa jam, bahkan Aran sudah memeriksanya dua kali masih tetap nihil.


" Dimana sih,  tu orang simpan barangnya " gumel Aran yang sudah mulai kesal.


" Sepertinya ia tidak menyimpannya di sini " gumam Aran lagi dengan melihat sekelilingnya.


" Baiklah kita akan membantu orang yang sudah sekarat ini dulu " ucap Aran yang menatap wajah tampan Stefan.


" Orang yang meracuni Stefan pasti itu orang dalam, baik kita mulai permainannya, kau akan masuk keperangkapku " Aran tersenyum devil.


Aran mulai merencanakan rencana yang akan ia buat,  sebelum bereaksi lebih baik merencanakan jangan gegabah.

__ADS_1


" Kamu jaga dia, kalau nggak ada hal yang mendesak jangan masuk. Aku sudah punya penawarnya,  jadi jaga dia baik - baik. " perintah Aran, tampa menatap penjaga bayangan Stefan, setelah mengatakan itu Aran pergi dari sana.


" Gawat "


Orang berbaju hitam masuk kedalam kamar Stefan dan mendekatinya,  saat ingin menyentuh tubuh Stefan, ia terpental jauh dan tangannya rasanya terbakar.


" Sial " umpat orang berbaju hitam yang memegangi tangannya yang terbakar itu.


Orang berbaju hitam itu menyerang Stefan tapi serangan itu malah kembali padanya.


" Ah... "


Dan muncullah Aran di depannya yang sedang duduk manis di kursi dengan meminum tehnya lalu tersenyum devil menatap orang bertopeng dengan baju serba hitam.


" Masuk jebakan " gumam Aran yang masih terdengar oleh orang berbaju hitam itu.


Orang berbaju hitam itu berusaha melepaskan dirinya dari ikatan yang tidak terlihat itu tapi hasilnya nihil,  ikatan itu sangatlah kuat, malahan jika ia berusaha melepaskan diri, ia akan merasakan  sakit di tubuhnya hingga ketulang.


" Sia - sia " ucap Aran yang masih tetap pada posisinya, sambil  menonton orang di depannya, sesekali tersenyum kecil.

__ADS_1


" lepas " pinta orang berbaju hitam itu dengan mengeluarkan auranya.


Bukan Aran namanya jika terpengaruh dengan aura itu. Aura yang masih di tahap kaisar , itu bukanlah tandingannya.


Aran beranjak dari duduknya dan mendekati orang berbaju hitam itu yang masih saja memberontak.


Aran memutari orang berbaju hitam dan berhenti tepat di depannya dengan senyum psikopatnya.


" Game " ucap Aran tepat di depan wajah orang berbaju hitam itu.


" Kau yang meracuni Stefan " tanya Aran tampa ekspresi hanya datar yang di tujukan, sangat cepat untuk merubah ekspresinya.


" Ya , lepaskan aku akan ku beri penawarnya, jika tidak ia akan mati bersama ku " ucap orang berbaju hitam itu dengan amarahnya yang terlihat dari suaranya.


" Penawarnya darahmu " Aran menggores lengan orang berbaju hitam itu dengan pisau lipat kesayangannya.


" Kenapa bisa tau ?, itu hanya ada di buku tua RGU " tanyanya dengan tidak percaya, menatap Aran dengan keterkejutan. Bahkan ia lupa dengan rasa sakit di lengannya akibat goresan Aran.


" Buku itu milikku " jawab Aran santai sambil memainkan pisau lipatnya.

__ADS_1


Aran mendekati pria bertopeng itu yang berusaha menolak topengnya di buka Aran, Aran memantarainya sehingga orang di depannya ini menjadi patung yang tidak bisa bergerak agar mudah pergerakannya lalu Aran membuka topeng itu, dan betapa terkejutnya ia saat tau si pelaku itu teryata...


__ADS_2