Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
47


__ADS_3

Stefan.


Dia yang telah melakukan semua ini "


" Hiks... Hiks... Makanya saya ingin membunuhnya Hiks... Hiks... " ucap Xio dengan penuh penekanan dan amarah yang terlihat jelas di matanya.


Aran menegang saat tau siapa yang telah melakukan ini semua,  ia tidak percaya jika Stefan dalang di balik ini.


Stefan yang ia anggap orang yang bijaksana dan juga penuh penilainya di setiap aksi yang akan ia lakukan teryata salah,  mulut hanya mulut yang berkata manis seperti manisan tetap saja di dalamnya penuh dengan hal buruk yang akan melukai si pemakannya walaupun semanis apapun.


Aran menyadarkan tubuhnya di dinding dengan mata yang terpejam untuk menetralkan otaknya yang sudah sangat kacau,  ia tidak tau siapa yang benar dan salah sekarang.


Semuanya terasa nyata dan alami tampa celah,  bahkan ia tertipu, tidak tau lagi siapa yang benar di sini.

__ADS_1


Aran membuka matanya, lalu menatap tajam Xio lalu beralih menatap Stefan yang terbaring lemah dengan mata terpejam.


Aran mendekat ke Xio yang masih terduduk di lantai dengan air mata yang membasahi wajahnya.


" Apa kau bisa di percaya? " tanya Aran dengan penuh penekanan di setiap katanya. Aran mensejajarkan tubuhnya dengan Xio, memegang dagu Xio lalu menatap Xio tajam berharap menemukan sesuatu di matanya, tetapi hasilnya nihil, tatapan itu hanya melihatkan luka dan kesedihan, Aran tidak tau apakah dianya yang terlalu pandai atau Aran yang terlalu bodoh.


" Hiks... Hiks.. Be-na-r no-na " jawab Xio dengan nafas yang terputus - putus dan dada yang naik turun akibat tangisnya itu.


Aran bingung sekarang, kepalanya terasa ingin pecah yang harus memikirkannya. Aran berpikir keras untuk solusinya, setelah beberapa menit Aran terdiam, akhirnya Aran menemukan solusinya.


" Ba-ik no-na " jawab Xio yang pasrah, ia sudah menyerah dengan semua ini, ia tidak lagi bisa memilih, ia akan menyerahkan semua ini pada takdir, biarkan takdir yang akan menjawab dan mengadilinya.


Aran menatap Xio sebentar lalu menyayat lengan Xio sedikit dalam dan mengeluarkan botol dan memasukan darah Xio kedalam botol itu.

__ADS_1


Setelah itu Aran menyembuhkan luka sayatan itu dengan kekuatan penyembuhnya, Aran menyimpan darah Xio pada ruang jiwa.


Aran duduk di kursinya kembali dan meminum tehnya dengan diam dan elegan, masih menatap Xio tajam tampa jeda.


" Aku ingin bertemu adikmu, jadi besok diam - diam kau dan aku pergi menuju tempat adikmu, tapi sebelum semuanya terungkap kau akan ku kurung di ruang ku " ucap Aran penuh wibawa lalu meminum tehnya kembali.


" Baik nona " ucap Xio dengan suara hampir hilang karena tangisnya tadi yang memperburuk suaranya.


" Baiklah tutup matamu " perintah Aran yang beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati Xio yang terlihat kepasrahan dalam dirinya.


Xio menutup matanya, lalu Aran tampa aba - aba membawa Xio keruang jiwanya yang gersang tampa ada tanaman langka apapun hanya buah yang tumbuh secara ajaib di dekat perairan.


Xio membuka matanya dan betapa terkejutnya ia melihat sekitarnya yang gersang tampa ada tumbuhan yang memenuhi tanah ini, hanya ada di sebelah barat saja yang memiliki beberapa pohon dan air yang bisa di makan dan pondok kecil di sebelahnya.

__ADS_1


Xio bersyukur, ia tetap di tempatkan di tempat yang baik dan bebas bukan di ruangan gelap tampa bisa bergerak dengan bebas.


" Besok adalah hari penentuan " gumam Aran menatap langit malam.


__ADS_2