
Kini pil Aran yang akan di lelang yang merupakan barang istimewa, tapi baginya pil itu tidak berguna.
" Baiklah ini barang istimewa terakhir yang merupakan pil penyembuh dengan keberhasilan 50 % ".
" Yang akan di lelang dengan lima koin emas satu pil "
Banyak orang yang berbondong - bondong ingin membeli pil tersebut.
" 10 koin emas "
" 50 koin emas "
" 100 koin emas "
" 500 koin emas "
" 1000 koin emas "
" 2000 koin emas "
"5000 koin emas " ucap putra perdana mentri dengan kesombongan yang besar.
Semua orang tidak ada lagi yang ingin melelang dengan harga lebih tinggi. Mereka akan membeli pil berikutnya yang masih tersisa empat pil.
__ADS_1
" Baiklah karena tidak ada lagi maka putra perdana mentri mendapatkan pil penyembuh dengan harga sebesar 5000 koin emas " ucapnya setelah itu ia menyimpan pil itu untuk putra perdana mentri dan seterusnya.
' Dasar bodoh pil seperti itu aja di jual dengan Harga segitu apalagi kalau sudah sangat sempurna bisa menjatuhkan negara ' ucap batin Aran dengan meremehkan.
Setelah acara leleng selesai Aran berjalan - jalan di pasar untuk melihat - lihat keadaan.
Sedangkan di istana semua orang sedang gencar mencari Aran yang pergi dari kediamannya tampa izin.
" Dimana putri " kaisar memandang marah ke pelayan Aran.
" Nu - bi -- ti -- dak tau - - kemana putri pergi - - yang Mulia " ucap nubi menahan tangis dan takutnya dengan suara yang terbata - bata.
" Pengawal cari putri, sampai ketemu, jika belum ketemu jangan kembali " perintah kaisar dengan marah.
" Ibu jelang itu ilang, ini kesempatan untuk kita ibu, sewa pembunuh bayaran untuk membunuh ****** itu Bu "
" Iya, nak ibu udah menyewa orang untuk membunuh ****** itu " dia tersenyum jahat.
" Hahhahah, mati kau ****** " ucap putri Ajiang dengan tawa jahatnya dan dendam yang ada di hatinya.
Aran yang ingin kembali kediamannya karena ia tau Kaisar sedang mencarinya. Karena banyak pengawal istana yang berkeliaran di luar istana .
Aran juga melihat banyak pasang mata yang sedang mengintainya. ' Hm teryata ****** itu sudah mulai bereaksi , baiklah aku akan bermain bersama kalian' Niat membunuh terlihat jelas dimatanya.
__ADS_1
" Kalian keluarlah, tidak perlu main petak umpet " suara Aran yang menggelegar.
" Teryata kau sudah tau jika kami intainya hahahhahaha. Ayo sebelum ku bunuh mari kita bermain - main " Ketua pembunuh itu berkata dengan genit.
" Cih menjijikan "
" baiklah mari kita bermain, yang mana dulu " Aran menyeringai dengan senyum kecilnya.
" Kau sangat pintar mari, gadis manis"
Ketua maju ke depan dengan membuka bajunya.
Aran langsung menembas benda panjang itu, dengan tidak berperasaan.
" Ahhh.... "
" Ahhh "
Semua orang bergidik ngeri saat melihatnya, mereka langsung menutup pusaka mereka dengan tangan mereka.
" Aku sangat suka melihat wajah kesakitan mu dan suara indah menahan kesakitan itu. Sudah lama aku tidak mendengarnya " Aran tersenyum psikopat , dengan menikmati wajah kesakitan dan jeritan dari siksaannya.
" Sekarang kalian " suara Aran bagaikan malaikat pencabut nyawa yang siap untuk mencabut nyawa mereka kapan saja.
__ADS_1
Mereka sangat ketakutan dan juga sudah berkeringat dingin di wajah mereka. Mereka salah mencari lawan. Teryata putri Aran tidak semudah dan selemah yang orang katakan. Rumor yang beredar sangat lah jauh berbeda. Mereka mengutuk orang yang telah berani membuat rumor busuk itu.