
" Kenzo " panggil Aran dengan berteriak.
" Ya... Ada apa tuan " jawab Kenzo yang berada di belakang Aran.
Aran menoleh, lalu tersenyum pada Kenzo, karena ia lagi bahagia, jadinya ia akan tebar - tebar senyumnya pada orang lain.
" Tuan lagi bahagianya " tanya Kenzo yang melihat Aran tersenyum, ia jarang bisa melihat Aran tersenyum, mungkin hanya beberapa kali.
" Iya... Aku mau pamit padamu, jaga istana yang ku berikan padamu dan antar Meraka yang belum sadarkan diri itu ke istanamu, setelah meraka bangun berikan mereka beberapa kantong koin emas, untuk meraka hidup, kau mengerikan. Aku juga mau ucapkan terimakasih karena kau mau tetap bersamaku walau sikapku yang seperti ini, selama aku di sini aku mendapatkan pelajaran bahwa orang yang akan selalu bersamamu hanya keluargamu, orang seperti mu dan juga suamimu dan kebaikan itu lebih baik dari pada kejahatan, orang lain tersenyum akan kebaikan yang kita beri walaupun itu hanya sebiji jarah. Selama aku di sini aku mendapatkan pelajaran berharga terimakasih atas semua yang telah kau beri " ucap Aran sambil mengenang dimana ia bersama keluarganya, menerima kehangatan meraka yang bahkan ia tidak pedulikan, namun keluarganya tetap berusaha mengambil hatinya, walaupun meraka tidak akan mendapatkan apa - apa dari usaha meraka. Ia juga jadi tahu jika ia terakhir di dunia ini karena orang tua yang telah melahirkan dengan susah payah, ia menyesal karena telah membunuh keluarnya sendiri dengan tangannya, tapi itu hanya untuk melindungi dirinya dari kematian, namun ia juga merasa bersalah walaupun hanya sedikit, ia akan mengunjungi makam keluarganya setelah ia kembali kedunianya. Ia juga akan hidup menjadi dirinya sendiri yang bukan hanya menasihati orang lain, ia juga akan mengoreksi dirinya sendiri. Ia akan memulai hidup baru tampa ada kematian yang ia lakukan.
__ADS_1
Aran memeluk Kenzo dengan sangat erat, pelukan yang begitu hangat dan juga ungkapan kasih.
Kenzo menerima pelukan itu, ia meneteskan air matanya, ia juga bingung kenapa jadi begini, namun ia tidak menyesal, ia akan tetap menerimanya dengan senang hati, mungkin suatu hari nanti ia bisa bertemu Aran kembali.
" Aku pergi " ucap Aran lalu pergi menuju istana ayahnya, Kenzo hanya memandangi kepergian Aran dengan diam.
" Ayah, Ibu ,kakak " panggil Aran yang melihat keluarganya sedang makan malam di ruang makan. Meraka melihat arah suara lalu tersenyum pada sosok itu yang tidak lain adalah Aran.
Aran melangkahkan kakinya menuju keluarganya, lalu memeluk permaisuri dengan tiba - tiba. Permaisuri syok sesaat lalu menetralkan kembali, ia membalas pelukan hangat dari Aran yang di susul Kaisar dan juga kakaknya, meraka berpelukan seolah meraka telah berpisah begitu lama. Aran yang merasakan kehangatan yang mengalir di hatinya sangatlah damai, sudah lama ia sangat menginginkan kehangatan ini, ia berpikir untuk tetap tinggal di sini, namun sering kali ia menolak, akan pemikiran itu, ia hanya mengingatkan dirinya bahwa semua ini adalah mimpi panjang.
__ADS_1
Pelukan itu terlepas, permaisuri mengusap kepala Aran dengan hangat dan juga terukir senyum hangat di bibirnya.
" Aku akan pergi selama - lamanya, mungkin aku tidak akan bertemu kalian lagi, ku harap suatu hari nanti kita bisa bertemu " ucap Aran dengan sedih, sangat terlihat kesedihan dari matanya, ia masih ingin merasakan kehangatan ini, namun juga ia ingin kembali.
" Sayang kita akan bertemu suatu hari nanti, yakinlah " ucap Permaisuri yang meyakinkan Aran dengan elusan lembut di pipi Aran. Aran menerima kehangatan itu.
" Maafkan aku yang sudah melukai hati kalian " ucap Aran dengan penuh rasa bersalah.
" Tidak apa - apa, kami tahu kok, situasi kamu saat ini " ujar kaisar yang membuka suara.
__ADS_1
" Terimakasih, aku pergi dulu " ucap Aran. Lalu melambaikan tangannya pada keluarganya yang tersenyum pada Aran.