Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
49


__ADS_3

Aran duduk diam, menatap monitornya di kamar Stefan sesekali memandang Stefan dengan penuh tanda tanya, saat ia mengulang kembali memori pertama kali ia bertemu Stefan yang baru ia sadari teryata ada ke keanehan di sana.


' Kenapa Stefan tau jika ia membutuhkan pedang kembar?,  dan juga dia bertanya apa aku berasal dari sini?, hal itu baru ia sadari. Stefan tidak tau masa kelamnya,  tapi...ah.. ' Aran mengacak - ngacak rambutnya,  ini adalah kasus terumit yang pernah ia alami.


Begitu banyak teka - teki di dalamnya dan juga ke anehan di setiap kejadian.


Apa semua ini neneknya yang melakukannya? ,  nenek itu tau jika ia akan berada di tubuh ini saat ia berumur sepuluh tahun dan juga masa lalunya dan semua hal yang akan terjadi kedepanya,  seharusnya yang bisa menempatkan ia di tubuh ini adalah si jiwa dari pemilik tubuh ini dan juga sang pencipta, tidak ada sangkut pautnya dengan neneknya,  apa semua ini neneknya yang melakukannya ?


Satu hal lagi untuk apa semua surat yang di berikan neneknya itu, pedang kembar tidak bisa membawanya ke dunianya dan  akan di beri siapa dan di bawa siapa dan juga bertemu kakeknya yang hanya menitipkan benda, dan ujung - ujungnya  ke pedang kembar yang di tuju.

__ADS_1


Kakeknya juga aneh,  katanya tidak pernah bertemu dengannya, tapi kenapa langsung percanya jika ia adalah cucunya ?, seorang seperti kakeknya itu seharusnya sudah sulit untuk di tipu, tapi ini, kalau ada orang lain yang mengatakan bahwa ia cucunya apa kakeknya langsung percanya?


"Hah.... " Aran menghela napas kasar, ia memijit kepalanya yang berdenyut saat memikirkan itu semua yang baru ia sadari.


Ia tidak tau siapa yang benar dan salah di sini  dan apa tujuannya ia di bawa kesini,  selain balas dendam dan juga tenar.


Jika balas dendam ia bisa mewajarkannya saja,  tapi kalau tenar dan membuktikan ia kuat itu tidak masuk akal,  apa setelah membuktikan dirinya kuat setelah itu ia kembali kedunianya ,  jika ia kembali tubuh ini sudah tidak ada lagi karena, sebenarnya memang sudah meninggal.


" Ah.. " Aran mengacak - ngacak rambutnya dengan kasar dan juga memijit pelipisnya yang sudah sangat pusing itu,  karena beban yang di pikirkannya.

__ADS_1


Aran menutup matanya dan mengosongkan pikirannya sejenak, agar ia bisa tenang, setelah itu, aran mengambil minum dari ruang jiwanya.


Aran melihat kembali ke monitornya mempelihatkan gerak - gerik mereka berdua  yang Aran bawa kesana, tapi anehnya mereka dari saat datang ke sana sampai sekarang tidak ada perbicangan antara mereka,  itu kan sangat aneh,  seharusnya Xio berbicara pada Cilu yang tidak menganggapnya Kakaknya ataupun sekedar mengungkapkan rasa sakit hatinya, dan juga Cilu jika mereka tidak memiliki hubungan seharusnya Cilu memaki Xio yang menjeratnya kedalam masalah.


Itu hal yang sangat anehkan, dan juga saat mereka datang kesana Xio maupun Cilu tidak pernah membuka suara ataupun sekedar saling menatap,  seolah meraka hanya sendiri  dan tidak pernah terjadi apapun.


Apa ada sesuatu di ruang jiwanya?,  apa ruang jiwanya bermasalah?, tapi mana mungkin,  ia tidak merasakannya.


Xio saat ia bawa kesana juga dia tenang tampa ada sesuatu. Sepertinya ia harus pergi kesana.

__ADS_1


Aran menutup monitornya lalu menyimpannya, menatap sebentar Stefan,  setelah itu pergi dari sana.


Menuju Ruang jiwanya.


__ADS_2