
1 jam telah berlalu, akhirnya Aran selesai melakukan operasi pada Cilu, sungguh melelahkan karena, cilu menusuk dirinya di bagian lehernya, itu sangat berbahaya, jika saja ia terlambat maka nyawanya tidak akan tertolong, tapi sial Cilu koma, ia tidak bisa menemukan bukti dari Cilu.
Tapi untung Xio, dia hanya pingsan saja tidak ada pakai acara koma, jadi ia bisa menanyakan pada Xio, jika Cilu tidak bisa.
Tapi Aran akui anting meraka sangat hebat, sampai bisa berbohong gitu, ia aja sampai tertipu dan sakit kepala, memikirkan siapa yang benar dan salah.
'Meraka pakai apasih hingga bisa sampai begitu,, dan juga apa maksudnya udah takdir! , huh... Bikin kepala pusing aja' Aran berdiri dari duduknya lalu, melepaskan semua pakaian yang di kenakan untuk operasi.
Aran keluar dari sana setelah menyuruh para robot, memindahkan Cilu keruangan istirahat utuk waktu yang lama, dulu ia membuat ruangan itu karena robot ke sayangannya juga pernah koma seminggu, jadi tempat itu Aran namakan tempat istirahat.
" Krek.. "( suara pintu terbuka ).
__ADS_1
Kenzo menoleh ke arah suara dan tersenyum saat melihat tuanya, ia menampilkan ekspresi berbinar, seperti ekspresi anak kucing saat di beri makanan.
Aran menaikan satu alisnya saat melihat reaksi Kenzo yang begitu aneh.
" Tuan anda sangat hebat, saya tidak pernah melihat istana seindah ini dan juga benda - benda aneh tapi keren tuan, saya juga menginginkan mendapatkan satu benda tuan, sama seperti Game dulu yang tuan berikan " puji Kenzo sekalian merujuk Aran agar ia mendapatkan benda - benda yang luar bisa bagus dan keren dari tuannya.
" Oh.. Jadi ekspresi tadi itu untuk meminta sesuatu " ucap Aran sinis, tapi itu cuma bohong, ia hanya ingin mengerjai Kenzo, sudah lama saat ia mengerjai Kenzo.
" Oh, ayolah katakan saja, kalau tidak ya sudah. Kau bisa melihat ruang jiwaku, tampa menyentuhnya " Aran mengedipkan satu matanya, lalu tersenyum nakal, pada Kenzo.
" Masa tuan sejahat itu sih, saya sedih loh, tuan menganggap saya apa!, apa tuan menganggap saya hanya seorang pelayan!, apa iya di mata tuan saya hanya pelayan! " Tanya Kenzo dengan nada suara sedih, bercampur kecewa. ia juga tahu kalau tuannya ini sedang mengerjainya, jadi ia juga tidak mau kalah mengerjai tuannya.
__ADS_1
Aran tersenyum jahat. " Iyalah, emang kamu menganggap dirimu apa!, kamu cuma hewan " jawab Aran pedas, lalu tersenyum kecil di sela perkataannya. Aran tahu jika Kenzo, juga sedang mempermainkannya maka ia akan mempermainkan juga dengan lebih waw.
" Hiks... Hiks... Tuan jahat, hua... Hua"
Kenzo meneteskan air matanya lalu duduk sambil meronta - ronta seperti anak kecil, Kenzo menangis kencang, hal itu mengundang perhatian para penghuni yang ada di sana, mereka semua memperhatikan tingkah Kenzo, Sedangkan orang yang membuatnya nangis malah tertawa terbahak - bahak.
" Hahahhahah.... Hahaha, aduh.. Sakit perutku " Tawa Aran, saat melihat reaksi Kenzo yang baginya itu sangat imut.
" Sebal deh... " ucap Kenzo, manja dan sedikit merujuk pada Aran.
" Hah... Baiklah, tapi kau harus menyesuaikan benda apa yang kau pegang, karena di sini sangatlah bahaya, bukan semurah yang kau bayangkan , bahkan jika kau tidak hati - hati kau bisa terluka, jika kau berada di sini , minta seseorang jika kau tidak bisa menggunakannya, jangan main sendiri aja, Ingatnya hati - hati " Aran memperingati Kenzo, agar ia bisa lebih bijak dalam melakukan suatu hal.
__ADS_1
" Siap Bos " Kenzo memberi hormat pada Aran, meniru ganya yang pernah tuan tunjukkan saat itu. Baginya itu sangat keren sekaligus lucu. Jadi ia mencobanya.