
" Putri maafkan kami putri, kami di suruh oleh selir Alian putri, ampuni kami putri " ucap salah satu pembunuh bayaran yang bersujud di depan Aran.
" Aku sudah tau itu " Aran menyeringai dengan niat membunuhnya .
Mereka berniat melarikan diri dari Aran tapi Aran sudah membaca pergerakan mereka dengan sekali lambaian dan tarikan semua pembunuh bayaran terikat di tali Panas Aran.
" Ah.... "
" Ah ah.... "
" Ahhh... "
" A - - pun - - ka -- mi.... P - u... t... - ri "
Para pembunuh bayaran merasakan sakit dari tali Yang terbuat dari api.
Kulit mereka sudah melepuh dan juga memerah. Mereka menahan rasa sakit yang amat besar di diri mereka.
" Hanya sekecil ini kalian sudah tidak sanggup apalagi api neraka " Aran dengan senyum yang jahat dan remehnya memandang orang - orang lemah ini.
" Pisau ku sudah lama tidak di gunakan, membuatnya menjadi tumpul dan juga tidak bewarna, tapi sekarang kita akan mengasah mu dan memberi warna untuk mu pisau kesayanganku. " senyum psikopat dan senyum menawannya ia berikan.
Tapi kalau dilihat dan sudah tau sifatnya maka bukan lagi senyum menawan tapi senyum iblis.
" Ah.. Dari mana kita mulai dulu " Aran menggores pipi Bos para pembunuh itu, ia membuat berbagai macam gambar di sana
__ADS_1
"Ah... Ah.... "
" Da -- sar --- ib --- lis.... "
" Hahaha, aku emang iblis " tawa iblis Aran membuat para penjaga merinding dan ketakutan.
Aran membuat berbagai macam gambar dan juga memotong - motong mereka menjadi berbagai bagian. setelah puas Aran berhenti dan meleburkan mereka sehingga mereka tidak lagi bisa Reinkarnasi.
Aran menganti bajunya yang sudah berganti warna menjadi merah darah. Dari darah para pembunuh tersebut.
Setelah itu Aran menuju kediamannya, dengan Qing Qungnya
" Putri anda sudah kembali nubi ka- -watir sama nona huhuhu " Xiao yin melihat tubuh nonanya ini dari atas hingga bawah.
" Aku baik "
Kaisar sudah sangat marah sama putrinya ini yang keluar tampa pemberitahuan dan juga penjagaan.
Ia juga khawatir terjadi sesuatu sama putrinya.
" Apa urusan mu ? " tanya Aran dengan dingin menatap kaisar.
" Dari mana saja anda dulu yang tak pernah menjaga putrinya bahkan anda tidak peduli jika putrinya meninggal atau pun sakit. " ucap Aran dengan pedas menatap Kaisar.
Kaisar tidak bisa berkata apa - apa ia merasa bersalah. Hatinya begitu sakit mendengarkan ucapan pedas putrinya.
__ADS_1
" Zhen menghukum putri tidak boleh keluar kediaman selama seminggu "
" Cih "
Setelah itu kaisar pergi dari kediaman Aran , ia masih tidak sanggup menatap anaknya. Setiap menatap anaknya ada seribu jarum yang menusuknya dan juga rasa bersalah yang amat besar yang ia rasakan.
Kediaman Selir
" Ibu ****** itu tidak mati bu dia masih baik - baik saja " ucap Putri Anjiang yang marah, ia melempar semua barang untuk menjadi pelampiasan amarahnya.
" Kau tenang saja ibu akan membuat rencana lain, lebih baik kau kuatkan dirimu agar kau bisa membunuh ****** itu " ucap Selir Arian dengan dendam yang mengebu - gebu di hatinya.
" Baik Bu " Putri Anjiang keluar dari kediaman Selir Arian dengan tangan mengepalnya ' awas aja kau ****** ' batin Putri Ajiang dengan dendam di hatinya.
' Malam ini aku akan membalaskan dendam tubuh ini ' dengan tatapan tajam dan penuh dengan rencana di otak cantiknya.
' Persiapkan diri kalian, malaikat pencabutnyawa akan datang ' Aran menyeligai dan tak sabar untuk malam tiba tangannya sudah gatal untuk membunuh.
Kediaman Kaisar
" Salam tuan "
" Zhen memberikan mu tugas untuk menjaga putri Aran, kau akan menjadi penjaga banyangannya beritahu Zhen setiap pegerakan putri. " perintah kaisar kepada penjaga bayangannya.
" Baik tuan, saya pamit undur diri " penjaga bayangan keluar dari kediaman kaisar melewati jendela menuju kediaman putri.
__ADS_1
" Zhen harap putri memaafkan Zhen " ucap Kaisar dengan sedu. Menatap ke depan dengan tatapan kosong.