
Tibalah Aran dan Stefan di kediaman Stefan. Aran langsung membaringkan Stefan di ranjang setelah itu mengambil benda - benda medisnya dari ruang jiwanya, Aran memeriksa detak jantung Stefan, tapi masih normal, lalu berlanjut ke suhu dan lain - lainnya yang masih normal, terus apa penyebabnya yang membuat Stefan jadi gini..
Sedangkan Stefan masih diam, melihat kegiatan yang di lakukan Aran pada tubuhnya, ia tidak menolak karena itu membuatnya bisa berkontak fisik dengan Aran.
Aran menatap mata Stafan untuk menemukan kejanggalan yang terjadi
namun nihil, tidak ada apapun yang bisa di lihat dari matanya.
Aran sedikit mencurigai Stafan yang sekarang, apa dia Stefan yang asli atau tidak.
" Apa kau ingat masa laluku! " tanya Aran pada Stefan, menatap Stefan tajam. dengan nada dingin.
" Ah... saya tidak tahu apa - apa istri, bahkan tentang istana ini " jawab Stefan dengan nada bersalah dan lesu.
" Mana mungkin keracunan bisa membuat orang lain lupa ingatan, itu sangat lucu " Aran tersenyum sinis pada Stefan.
" Hahahaha. Teryata kau sangatlah pintar " puji Stefan dengan senyum dinginnya.
__ADS_1
" Jadi kau siapa! " tanya Aran dengan niat membunuh.
" Hoho...teryata harus menarik kata - kataku lagi, teryata kau tidak cukup pintar " ujar Stefan dengan sedikit ejekan.
" Kau apa maksudmu! " tanya Aran dengan garam, menatap Stefan dengan niat membunuh, namun masih bisa dintahanya agar tidak membunuh orang yang ada di depannya.
" Aku hanya menguji mu " jawab Stefan santai menatap Aran dengan senyum misteriusnya.
" Maksudmu " tanya Aran yang masih tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi ini.
" Kau ini. Harus lebih belajar lagi, agar kau tidak di bodohi, bukan hanya kekuatan fisik yang di tingkatkan tapi juga otak " nasehat Stefan, tapi itu jelas ia sedang mengejek Aran dengan harus.
" Kau pikir saja sendiri, mungkin kau bisa mengetahui, jangan marah jika kau sudah mengetahui kebenarannya" ujar Stefan, lalu tersenyum tipis dan pergi dari sana dan tinggal Aran sendiri dengan kebingungannya, yang masih tidak dapat mencerna apa maksud semua ini.
" Ah... Apa maksudnya sih...? " tanya Aran, dengan kesal.
Aran pergi dari ruangan itu menuju ruang jiwanya, ia lebih baik menanyakan saja pada Xio, mungin ia bisa mendapatkan petunjuk.
__ADS_1
" Apa Xio sudah bangun! " tanya Aran pada Kenzo.
" Ah...hantu " kaget Kenzo yang tiba - tiba saja di datangi orang lain.
Aran melototi Kenzo, lalu menatap semua makanan yang ada di meja. Meja sudah penuh dengan berbagai makanan bahkan lantai juga sudah sangat kotor dengan remah - remah makanan dan juga sampah.
" Kau benar - benarnya " ucap Aran dengan amarahnya saat melihat ruang tamunya kotor.
" Hehehehehe tuan maaf " Kenzo hanya cengengesan tidak jelas, dengan membuat epresi bersalahnya.
" Hah... " Aran menghela nafas panjang.
" Sudahlah, yang penting kau merapikannya kembali, ohnya apa Xio sudah bangun! "tanya Aran pada Kenzo.
" Baik tuan, Xio belum sadarkan diri tuan " jawab Kenzo, dalam hatinya sangat bersyukur karena tadi ia sempat melihat keadaan Xio, kalau tidak habislah dia.
" Hah...yasudah " setelah mendapatkan jawaban dari Kenzo Aran pergi dari sana untuk menenangkan pikirannya yang sekarang sangatlah pusing memikirkan semua hal yang terjadi.
__ADS_1
Aran memasuki kamarnya yang sudah lama tidak ia tempati, kamarnya masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah, ia jadi teringat kehidupan dulunya, ia ingin kembali ke dunianya, bagaimanapun dan seenak apapun tempat tinggal, masih enak tempat tinggal yang kita tempati dari kita bayi. Dimana kita di besarkan di situ kehidupan yang lebih yang lebih nyaman . Walaupun seindah apapun tempat yang kita tempati.