
Aran kembali ke istana kegelapan, ia ingin sekali kembali, ia tidak akan memikirkan masalah orang lain, setelah mendapatkan pedang kembar itu ia akan kembali ke dunianya.
Dan masalahnya, Aran baru sadari teryata jika ingin mendapatkan pedang itu orang yang memegang pedang itu harus menyatukan diri meraka, baru pedang itu bisa di dapatkan. Tapi masalahnya ia nggak ngerti maksudnya.
Aran sudah mencari berbagai sumber dan teryata... maksud menyatukan diri itu hubungan... Ah.... Masa ia bodoh sekali selama ini, ia tidak tahu bagaimana mendapatkan anak... Ia kira dari panti ambil eh... Nyatanya dari... Hubungan.
Tapi ia nggak ngerti juga gimana setelah itu, hah..
" Aku harus mencoba jika ingin kembali " tekat Aran pada dirinya sendiri, setelah itu Aran mencari keberadaan Stafan.
" Eh... Tapi... Aku ragu.. Itu Stafan beneran atau tidak soalnya...tingkahnya aneh... " gumam Aran, sambil memikirkan Stafan yang sejak bangun dari komanya tingkahnya sangat aneh.
' ADUH... Untuk menjernihkan otak ini, lebih baik aku jalan - jalan keluar'
__ADS_1
Aran melangkahkan kakinya keluar dari istana menuju pusat kota.
Saaat sedang barjalan - jalan Aran melihat Harun yang sepertinya sedang terburu - buru, Aran mengikuti Harun dengan diam - diam, dan Harun berhenti tepat di tengah hutan bersama dengan orang yang bertudung merah, tidak terlihat wajahnya, jadi ia tidak tahu siapa orang itu.
" Sudah lama kita tidak bertemu " sapa Harun dengan seringai kecilnya.
" Yah... Musuh bebuyutan " jawab si tudung merah yang tak kalah seramnya.
" Oh... Kau hebat sekali. Apa persiapanmu selama ini akan sia - sia saja "
" Tentu saja tidak " ujar Harun lalu menjentikkan jarinya keluarlah pasukan - pasukan yang mengitari orang yang bertudung merah itu.
"Ooo "
__ADS_1
Ucap orang yang bertudung itu dengan seringai yang terlihat di bibirnya.
" Kau siap " ucap Harun, lalu menjentikan jarinya kembali, pasukan itu menyerang orang bertudung itu, sedangkan Harun hanya tersenyum sinis melihat pemandangan di depannya.
Sedangkan Aran terlihat santai melihat pertarungan itu, sambil bersembunyi di balik pohon.
' Siapa musuh Harun itu !" tanya Aran dalam hatinya, ia tidak bisa melihat orang itu bahkan, perkataan di antara mereka tidak terlalu jelas, Aran hanya membacanya dari gerakan bibir antara meraka.
Sepertinya meraka musuh bebuyutan yang sudah lama, dan kali ini meraka akan menuntaskannya. Dendam apa yang ada antara meraka berdua!, apa mungkin Cinta!, yang sering ku baca saat mencari informasi tentang hubungan. Mungkin saja ' batin Aran sambil menganguk - angguk, perkiraan Aran yang dapatkan dari hasil kompromi dengan pemikirannya.
Aran kembali melihat pertarungan itu, dan juga masih berpikir siapa di antara meraka yang menang.
Senyum devil terlihat di wajah lelaki bertudung merah, ia melawan dengan satu putaran pedang , lalu memutarnya, ujung pedang lancip itu banyak melukai para musuh, yang sedang berlari ke arah lelaki bertudung itu, meraka tidak dapat menghindari serangan pedang itu, lalu tampa aba - aba lelaki bertudung itu mengeluarkan elemen api yang mengitari musuh, semua orang yang menyerang lelaki bertudung itu lenyap di makan api, yang memutari lelaki itu, sedangkan lelaki itu masih baik - baik saja tampa ada luka di tubuhnya.
__ADS_1