
Aran menuju Aula perjamuan , ia melangkah dengan anggun dan tegas.
" Istri kau sangat tega "
Stefan memeluk Aran dari belakang, ia tak memikirkan dan tak peduli dengan orang yang melihatnya.
Aran hanya bisa tersenyum palsu dan mencubit lengan Stefan.
" Kau bisa lepas gak, jangan sampai aku hilang ke sabaran "
" Baik tapi ada sarat " bisiknya di telinga Aran dan meniup telinga Aran.
Bulu Aran meremang. " ya apa ! " tanya Aran judes.
" Bersikaplah romantis di depan publik "
" Ok " jawab Aran tampa pikir panjang karena percuma saja nolak karena ujung - ujungnya juga gitu nanti.
Setelah itu Stefan melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Aran menuju Aura perjamuan.
Kasim mengumumkan kedatangan Aran dan Stefan.
" Putri Aran dan Raja kegelapan memasuki Aula "
Aran sudah menyiapkan pelindung untuk telinganya dari suara menggema yang merusak telinga itu.
Setelah itu ia menatap tajam kasim penjaga itu.
__ADS_1
" Istri sudahlah itu tugasnya " bisik Stefan di telinga Aran.
" Diamlah "
Aran memasuki Aula perjamuan dengan anggun dan tegas dengan Aura kaisarnya.
Dan Stefan juga malah kalahin Aran lagi sama Auranya. Aran hanya menatap sebal tu orang.
Hal itu juga mengundang perhatian setiap orang dan ketakutan orang - orang di Aula.
Banyak yang memuja, menatap penuh cinta dan ada yang menatap iri. Beragamlah tatapan orang - orang di perjamuan. Sudah kanya main film dan drama saja dengan banyak ekspresi yang di tunjukkan.
" Salam ayah, ibu dan kakak " Aran membukukan badannya dikit.
" Salam Kaisar, permaisuri " Stefan juga membukukan badannya dikit.
Aran menuju tempat duduk yang di berikan Ayahnya. Ia juga tidak lupa membelikan sedikit senyum ke Putra Mahkota.
"Baik lah mari kita lanjutkan Acaranya dan Zhen juga mau memberitahu jika Putri Aran sudah menikah dengan Kaisar Kegelapan.
Sedangkan di ujung sana ada sesosok pria yang menatap dengan senyum iblisnya. pria itu sedang menyamar menjadi Pangeran dari Selatan.
" Sepertinya akan Menarik " ucap sosok itu, siapa lagi kalah tidak Harun.
Musuh dari Stefan.
Acara berlanjut dengan meriah, banyak yang menampilkan tarian, seni dan lainnya dari para gadis.
__ADS_1
Aran yang dari tadi hanya tersenyum palsu dengan paksaan di senyumnya.
Ia ingin sekali membunuh Stefan yang dari tadi menyuapinya dengan makanan dan menyenderkan kepalanya di bahu Aran.
" Dasar ****** sialan dari dulu ia mengambil semua yang ku ingin kan, awas kau "ucap Putri dari keponakan selir yang Aran bunuh dulu. Ia menatap benci Aran dengan penuh amarahnya.
Aran yang merasakan ada Aura dendam yang hitam yang membuatnya terusik itu ,ia mengarahkan pandangannya ke Aura itu yang ternyata Aura itu dari keponakan Selir.
' Hah satu keluarga sama aja, kalau udah ada sifat jelek, nular terus ke yang lain ' batin Aran berucap dengan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Stefan yang mendengar batin Aran hanya terseyum kecil. Ia ingin melihat kelanjutan permainan yang akan di buat Aran.
" Putri Aran apa anda tidak ingin menunjukkan bakat anda " putri Sir bertanya dengan menyerigai. ' aku akan mempermalukan mu '
" Aku " tunjuk Aran.
" Iya Putri Aran "
" Ah malas " jawab santai Aran.
" Biarkan putri Aran beristirahat ia habis dari perjalanan jauh. " Ucap kaisar.
Putri Sir mengertakkan giginya dan tersenyum palsu.
" Ah...ia.. Biarkan putri Aran beristirahat dengan tenang " ucapnya dengan senyum paksanya. ' mati saja kau sana ' ucap batinnya .
'Ah lain di mulut lain di hati. Palsu banget sih ' batin Aran berucap dengan menggeleng-gelengkan kepala dan mengambil air yang ada di depannya.
__ADS_1