
" Lepas, lo hantunya datang tak di undang pergi tampa di suruh " Aran berusaha melepaskan pelukan Stefan, tapi tidak bisa, kekutan Stefan lebih kuat darinya. Aran tidak tau di tahap apa ni orang.
" Lo " ucap Aran lagi dengan Marah, karena Stefan tak melepaskan pelukannya.
"Apa sayang ?" Tanya Stefan makin menguatkan pelukannya dan menggigit telinga Aran.
Aran merasa geli karena hembusan nafas Stefan di tambah gigitan di telinganya, Membuat bulu kuduk Aran naik.
" Lepas atau gue hajar lo " Ancam Aran dengan mencubit lengan Stefan dan menginjak kaki Stefan.
Tapi Stefan masih diam tampa meringis sedikitpun.
" Kemana aja? " Tanya Stefan, dengan dingin, karena ia mencium bau pria lain di tubuh Aran, yang cukup familiar dengan bau itu.
" Apa urusanmu ? "
" Tidak lepas "
" Kau " Aran mengeluarkan api kemarahannya. Ia menyerang Stefan dengan kekuatannya. Saat ingin menyerang Stefan. Kekuatannya di segel Stefan hanya dengan satu tangannya. Hal itu membuat kemarahan Aran bergejolak.
" Sayang kau tak akan bisa menyerang ku, kekuatan mu masih lemah " Stefan membalikkan tubuh Aran dan memeluknya.
Aran berusaha melepasnya tapi nihil. Stefan malah menambah kuat memeluknya. Wajah Aran sudah memerah karena menahan amarahnya.
__ADS_1
Stefan melepas pelukannya dan menatap mata Aran yang saat ini lagi marah besar padanya.
" Ini hukuman mu karena kau telah keluar dari sini tampa pamit "
Aran menatap tajam Stefan dan pergi dari sana ia tak mau berurusan dengannya. Ia ingin mencakar habis wajah Stefan, kalau ia bisa.
" Jangan lupa, persiapkan dirimu" Stefan pergi dari kediaman Aran.
Aran membersihkan dirinya, ia juga membakar habis baju yang ia pakai. Karena ia pernah mendengar cerita dari orang - orang mafia, kalau kita di peluk oleh lawan jenis bisa terkena penyakit HIV, karena Aran tak ingin terkena penyakit itu, jadinya ia membakar habis bajunya dan membersihkan badannya dengan dua sabun dan berendam di air penghilang bakteri dan virus.
Sebenarnya Aran tak mendengar awal ceritanya si, hanya akhir doang jadi gak terlalu tau, tentang itu.
Setelah membersihkan diri Aran makan Sarapan paginya dan memilih hadiah untuk keluarganya dari ruang jiwanya.
" Hm, seperti yang telah kukatakan, sampai situ saja, yang lain urusan ku. Aku sedang mendekati orang yang Stefan sukai. Aku akan membuat orang yang di cintanya menyukai ku. " ucapnya dengan senyum jahatnya.
" Baiklah tuan saya, akan menjalankan perintah anda, yang telah anda berikan, mohon undur diri "
"Hm "
" Tunggu saja kau Stefan kebahagiaan mu akan ku ambil " ucapnya dengan tatapan mata benci dan mengepalkan tangannya.
Saat Aran ingin keluar kediamannya, Stefan sudah ada di depan pintu Aran. Aran hanya memutar bola matanya malas untuk adu debat dengan Stefan.
__ADS_1
" Sayang kau sudah siap !"
"Hm "
Stefan memegang tangan Aran dan menghilang dari sana dan saat Aran membuka mata ia sudah berada di depan pintu gerbang kerajaannya.
" Sudah sampai " tanya Aran dengan tidak percaya.
" Iya, Sayang, apa kau ingin belama -lama di jalan bersama ku dengan memegangi tangan ku ini! " tanya Stefan dengan senyum menggoda.
" Cik " Aran melepas tangannya dari Stefan dan masuk kedalam istana.
" Tunjukkan token "
Aran membelikan token ke si penjaga.
" Maaf kami putri karena tidak mengenal mu " ucap penjaga itu dengan takut.
" Hm "
Penjaga itu membuka gerbang masuk istana dan Aran masuk kedalamnya.
Terlihatlah istana yang masih sama, saat terakhir kali ia melihatnya.
__ADS_1
Para pelayan berlari, untuk memangil kaisar dan Permaisuri akan kedatangan Aran ke istana. Ada yang hanya membeli salam dan ada juga hanya melihatnya, dan mengagumi orang yang ada di belakang Aran. Siapa lagi kalau bukan Stefan.