
' Dasar kaisar bodoh ingin memata - matain saya tidak semudah itu ' Aran menyeligai dengan berbagai makna di seyumnya, ia menutup laptopnya dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai Aran yang tidak suka jika ada orang yang mematainya sehingga membuatnya kesal, ia menyuruh penjaga banyangan itu menampakan dirinnya.
" Keluar , aku tau kau ada di sana keluar atau ku bunuh kau " Aran dengan dingin dan menatap tajam ke arah jendela.
Penjaga itu sangat terkejut ketika mengetahui jika Putri Aran mengetahui jika ia sedang mengintainya. Putri Aran tidak semudah yang ia banyangkan.
Penjaga banyangan kaisar keluar dan menunduk membeli salam kepada Aran.
" Salam putri. " Penjaga banyangan menunduk dengan hormat.
Tampa aba - aba Aran langsung memberikan mantra ke pada penjaga banyangan itu, agar ia mematuhinya. Setiap perintah Aran. Penjaga itu sudah menjadi robotnya Aran.
" kau sekarang menjadi bawahan ku. Sebelum itu kau, katakan kepada kaisar bahwa kau menyampaikan pesan dari ku. Katakan padanya jangan berani mematai - matai saya jika tidak ingin terluka " perintah Aran kepada penjaga banyangan tersebut.
" Baik tuan " penjaga itu langsung pergi menuju kediaman kaisar.
Penjaga banyangan masuk melalui jendela kaisar.
" Salam, saya sekarang menjadi bawahan Putri Aran. Saya ingin menyampaikan pesan dari Putri agar kaisar tidak mematai Putri Aran jika tidak ingin teluka. "
Kaisar kaget, teryata putrinya tau jika ia mematainya, ia sedih putrinya tidak menganggapnya sebagai seorang ayah, lebih tepatnya musuhnya.
Kaisar melambaikan tangannya pertanda agar penjaga banyangan itu pergi dari hadapannya, ia hanya ingin sendiri untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Setelah makan Malam Aran bersiap - siap untuk melakukan misinya membunuh semua orang yang telah membuat tubuh ini meninggal dan teluka kecuali yang ada ikatan darah.
Ia akan melakukan pembunuhan berantai selain balas dendam tubuh ini. Aran juga akan menjalankan misi yang telah di berikan.
Melenyapkan semua orang yang menjadi sampah di kerajaannya.
Yang bermain licik di belakang layar tidak ada kata maaf dan kesempatan. Mereka semua harus di basnikan dan di bersihkan agar tidak ada sampah di kerajaannya.
Aran memberikan Bubuk tidur ke udara sehingga tidak Ada yang bangun sebelum esok pagi.
Setelah itu Aran menobrak pintu kediaman Selir Alian. Yang menampakkan dua sosok wanita dan anak yang kaget melihat sosok yang berdiri di depannya.
" Kau ******, apa yang kau lakukan di kediamannku " ucap Selir Alian marah.
" Mencabut nyawamu " Aran terseyum kecil .
" Hahaha tentu saja, nikmatilah permaianan ku " Aran tanpa basa basi mengikat kedua rubah itu dengam tali berduri.
" Mulai dari mananya dulu nih... " Aran bertanya ke selir alian dengan seyum yang menawan.
Sedangkan kedua rubah itu sudah ketakutan. Dan kesakitan karena duri yang berada di tali itu menusuk badan mereka.
" K - -a -- u, le -- pas - - kan " Putri Ajiang berkata dengan marah becampur ketakutan.
" Hahahha kau lebih baik belajar berbicara dulu, baru banyak bacot "
__ADS_1
" Ohnya kalian yang sudah memberikan ku racun selama ini dan rasa sakit akan ku balas berapa kali lipat " Dengan dingin Aran menatap tajam kedua rubah bau itu.
Aran dengan paksa membaut kedua ****** itu meminum racun yang telah ia buat.
"Um - -um " Selir Alian berusaha menolak cairan yang di berikan Aran. Aran merobek mulut Selir Alian agar ia membuka mulutnya setelah meminum cairan tersebut Aran merasa puas .
Dan ia juga memberikan Putri Ajiang dengan cara yang sama.
Racun yang Aran kasih sudah mulai bereaksi, dengan rasa terbakar di seluruh tubuhnya dan beribu jarum yang menusuk badannya.
" Ah... "
" Ahhhh. "
" Ahaaa... "
Aran menikmati pemandangan yang ada di depannya.
"Wanita menarik Zhen menyukainya" seyum kecil terbit di bibirnya yang membentuk bulan sabit.
" Apa kau menikmatinya sayang ?" tanya lelaki tersebut lalu keluar dari balik pohon, terseyum kecil Memandangi wajah Aran yang seindah giok, mata yang hitam penuh dengan rahasia, bibir yang manis dengan perkataan yang kejam yang keluar dari bibirnya. Dan aura yang dipancarkan yang membuat semua orang menimbang - nimbang untuk mendekatinya.
Aran kaget dengan asal suara itu, ia melihat orang yang berani mengusiknya. Tampak lah sosok lelaki tampan yang bisa menghancurkan negara dengan wajah yang penuh dengan kelicikan, mata merah dan tajam dan bibir yang sexsi.
Tapi Aran tidak terpengaruh dengan kecantikan yang ada di depannya. Ia tidak pernah peduli dengan orang lain, ia hanya memedulikan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Siapa kau ? " tanya Aran dengan tajam menatap lelaki yang berani mengusiknya.