Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
24


__ADS_3

Hutan ini memiliki banyak hewan spiritual. Aran melihat kabut bewarna warni yang ada di sebelah kanannya,  karena Aran penasaran Aran masuki kabut itu, yah yang seperti kalian duga, di sana ada pertengkaran antara dua hewan legenda. Phoenix dan Naga .


Aran yang melihat dua hewan itu  langsung menyiapkan tempat duduk untuk menonton pertandingan itu.  Sudah lama Aran tak melihat pertandingan yang lawannya seimbang.


" Tuan hanya tuanlah yang bisa menonton pertengkaran ini dengan santai " Ucap kenzo yang sudah pusing dengan jalan pikiran tuannya ini. Tadi sedih, marah, sekarang hahhh... 


Saat dua hewan itu menyadari keberadaan Aran , mereka langsung berhenti bertarung dan langsung ingin membunuhnya.


Karena kesal dengan mereka yang sudah berhenti bertarung padahal ia baru duduk. Aran membuat mereka tidak bisa bergerak dan karena tau mereka ingin membunuhnya. Ia ingin sedikit bermain dengan mereka.


"Beraninya kalian ingin membunuh ku. Apa kalian layak!" Tanya Aran sambil mengeluarkan seluruh auranya, yang membuat mereka tertekan dan tak dapat merespon perkataan Aran. Karena mereka tak merespon Aran , Aran menjadi malas untuk bermain bersama mereka.


Aran menyerap kembali Auranya dan pergi dari sana,  karena itu hanya akan membuang waktunya saja,  melihat dua hewan bodoh ini.


Saat Aran akan pergi kedua hewan itu memanggang kedua kakinya yang membuat ia tak bisa bergerak.


Aran melototi kedua hewan bodoh ini. " lepas atau bunuh "


" Tuan biarkan kami menjadi hewan kontrakmu " ucap mereka yang tak berani menatap mata Aran.


" Apa keuntungan ku ?  " tanya Aran yang tak ingin rugi.


" Anda bisa menjadi pemilik hitam ini"


" Hm,  baiklah "


" Tuan mengontrakkan kami maka secara tidak langsung tuan sudah menjadi pemilik hutan ini,  dengan simbol yang akan terbentuk di dahi tuan. "


Aran memberikan sedikit darahnya ke mereka setelah itu terbentuklah simbol di dahi Aran.


" baiklah, jaga hutan ini,  kalau ada sesuatu tanyakan saja dan kalian tidak boleh bertengkar lagi " Setelah itu Aran meninggalkan mereka untuk menjalankan misinya untuk bertemu kakeknya.


Kedua hewan itu hanya bisa menghela napas panjang akan tingkah tuan barunya ini.


Aran sudah sampai di gunung Xi dan teryata di sini tidak sembarang orang yang bisa masuk hanya anak murid dari sekte sana yang bisa masuk.


Aran yang bodo amat langsung masuk ke dalam sana dan saat ingin masuk kegerbang langsung di berhentikan sama penjaga gerbang itu.


" Nona mana token anda "


" Eh aku lupa bentuk toketnya  kanya apanya boleh tunjukkan,  soalnya aku banyak banget token " tanya Aran dengan bohong.

__ADS_1


Penjaga itu menunjukkan token tersebut.  Aran langsung membuatnya dari raung jiwanya setelah tiga menit baru jadi token itu.


" Oh itu, ini " Aran menunjukkan token buatan Aran sendiri.


Penjaga gerbang membuka gerbang itu, dan Aran masuk kedalamnya.


" Heh kamu tau gak ruang kepala akademik di mana aku lupa ? " tanya Aran dengan menepuk punggung salah satu murid akademik.


" Oh di sebelah sana " murid itu menunjukkan raungannya dengan jarinya.


"Oke "


Aran pergi dari sana dan langsung menuju ruangan itu.  Aran mengetok pintu dan terdengar suara yang cukup berat.


" Masuk"


Aran masuk keruangan itu dan tampaklah sosok lelaki paruh banya yang masih kuat dan bugar.


" Hallo, how are you ! " Tanya Aran yang tidak di mengerti oleh kakek tua itu.


" Apa maksud mu ! " tanya kakek tua


" Dasar kakek tua, kata aku kakek banyak wawasan, karena udah tua eh ternyata kata ini aja gak tau " jawab Aran yang ingin mempermainkan kakek tua itu.


" Dasar kakek pelupa, apa kakek gak tau sama cucu sendiri ?" tanya Aran dengan wajah pura - pura marahnya.


" Apa kamu Aran ? " tanya kakek tua yang tidak terlalu percaya .


" Iya kakek pelupa "


"Cucu ku, sudah lama kakek gak bertemu kamu, maafkan kakek hanya melihatmu saat kamu terlahir " kakek menghampiri ku dan memelukku aku hanya menerima saja pelukan itu.


Kali bisa rasain gimana rasanya di peluk sama kakek dari tubuh ini.


" Cucu kamu pasti sudah melakukan perjalanan yang jauh dan melelahkan mari kakek antar ke ruang makan "


"Hm "


Aran mengikuti kakek tua itu menuju ruang makan.


Lalu memakan makanan dengan tenang setelah itu mereka pergi ketaman untuk sekedar bercerita tentang masa lalu.

__ADS_1


" Cucu bagaimana kabar keluarga mu di sana! "


" Mana aku tau kek, kan aku udah pergi beberapa hari untuk ketemu kakek "


" Oh iya " jawab kakek dengan wajah bodohnya.


" Lalu berada di tingkat apa kamu sekarang !" tanya kakek itu lagi.


" Tak tau " jawab Aran sambil mengeluarkan jusnya dan meminumnya.


" Apa, apa kamu gak bisa ,tapi kok bisa sampai sini ? " tanya kakek itu dengan tampang bodohnya.


" Ah malas deh ngomong sama kakek bodoh " Aran menepuk jidatnya.


" Hah yaudahlah kamu istirahat saja sana " usirnya.


" By "


Aran melangkahkan kakinya menuju kediamannya.


Aran memangil Kenzo.


dengan telepati.


" Salam tuan "


Aran tidak menjawab. Aran menyelupkan jarinya kedalam teh yang panas. Yang membuat Kenzo melotot, pasalnya teh itu sangat panas tetapi Aran tidak menyingitkan dahinya sama sekali.


Jari - jari Aran menari dengan indah di atas meja dan membetuk huruf hanzi yang berbunyi ' selidiki dalang dari kematian Zio dan pengawal bayangannya di hutan terkutuk itu.


Saat Kenzo selesai membaca tulisan itu. Kenzo mengepalkan tangannya erat. Karena kejadian itu membuat tuanya merasa bersalah dan sedih. Ia juga tidak akan memaafkan orang yang berada di balik semua ini. Bahkan kulit Kenzo telah mengeluarkan darah dari kukunya yang menekan erat karena amarahnya. Tapi wajah yang di tunjukkan masih biasa saja seakan tidak ada masalah apapun. Lalu Kenzo mengangguk dan pergi untuk mengerjakan perintah.


Aran menatap kepergian Kenzo dengan alis hampir bersatu. Sebenarnya ia merasakan gejolak emosi dari Kenzo tapi ia hanya bodo amat, ia tak mau memaksakan orang lain untuk bercerita. Itu hanya membuang waktunya dan tak berguna.


Aran menatap langit yang begitu indah. Aran suka malam. Karena malam adalah tempat tersunyi dan keindahan berada dimana banyaknya bintang di atas sana yang menyinari gelapnya malam dengan beribu cinta.


'Gelapnya hati akan di redupkan dengan sinar - sinar yang begitu memukau yang menyinari ku. Tampa disadari dan di mengerti .'


Aran menutup matanya menikmati angin sopoy yang menerpa wajahnya.


Api yang di dalam hati Aran sudah cukup mereda yang meninggalkan asap. Menguapkan sisa panas yang tersisa yang menjadikan embun.

__ADS_1


Sama seperti teh yang ada di depannya. Semua benda sebenarnya mengungkapkan semua perumpamaan hati dan rasa.


__ADS_2