Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
25


__ADS_3

Pagi telah menyambut, cahaya yang belum terlalu terang menelisik masuk lewat jendela kediaman Aran.


Tak lama Aran mulai mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang mulai masuk kematanya.


Aran bersiap - siap setelah itu membuka pintu tuk melihat dunia dan berbalik melihat kediaman yang di berikan kakeknya, mungkin ini hari terakhirku menginjak kakiku di sini.


Aran berjalan ke ruang makan yang mungkin sudah di tunggu kakeknya dan ya teryata benar kakeknya menunggunya. Kakek tersenyum kepada ku dan aku balik tersenyum kecil.


Kami makan dengan tenang. Setelah selesai makan kakek memperkenalkan aku dengan siswa akademik,  aku hanya mengangguk saja.


" Cucu ku apa kau ingin bersekolah di akademik ini ?  "


" Tidak "


" kenapa cucu ? " kakek menaikkan alisnya.


" Aku masih punya tugas yang belum ku selesaikan " jawab Aran tampa melihat kakek,  ia sedang melihat teknik - teknik bela diri yang di ajarkan di akademik ini.


" Baiklah kakek tidak akan memaksa mu,  dan kakek harap setelah kau selesai melaksanakan misi ini, kau bisa kembali kesini,  dan ini adalah kotak yang harus ku berikan ke kamu dari nenek " Kakek tua itu memberikan kotak tua ke Aran, Aran menerima kotak itu.


" Baik terimakasih kakek, aku akan pergi "


" Hm, baiklah hati - hati " menghela nafas panjang. Karena ia tidak lela cucunya pergi lagi,  padahal baru sebentar ia ketemu tapi harus pergi.

__ADS_1


" Baiklah aku pergi " Aran menghilang dari hadapan Kakek, hal itu membuat kakek tercengang karena yang bisa melakukan itu hanya orang yang sudah di tahap kaisar.


" Cucu ku penuh dengan Rahasia , mirip sekali dengan neneknya "


Aran sekarang berada di kekaisaran kegelapan,  karena kotak itu berisi Arah di mana tempat pasangan pedang kembarnya berada.


Aran tidak mau membuang waktunya karena baginya ' setiap detik adalah nilai yang tak terhingga '




" Waktunya sudah tiba, singa sudah meninggalkan rumah " terbesitlah senyum yang sangat misterius tak tau apa maksud dari senyumnya itu.




Semua bunga bewarna hitam bahkan istananya juga bewarna hitam, tidak ada warna yang berbeda dari itu jika ada pun hanya bewarna merah darah yang terletak di tengah pintu yang besar dan seram.



Aran membuka pintu yang sangat besar itu dan terlihatlah singgah sana yang bewarna merah darah. Dan lelaki tampan yang memiliki rambut bewarna putih perak,  warna mata merah menyala layaknya darah dan tatapan yang sangat tajam dengan bibir yang tipis dengan senyum menyeringai dengan setelan jubah yang sangat cocok dengannya yang menambah ketampanannya dengan warna hitam dan aura tak tersentuh.

__ADS_1



" Selamat datang " ucap lelaki misterius itu dengan suara yang berat dan mengintimidasi.



" Apa kau pemilik istana kegelapan


ini !" tanya Aran yang sudah tau akan jawabannya.



" Hm,  seperti yang kau pikirkan " lelaki misterius itu berjalan ke arah Aran, dan terdengarlah langkah kaki yang makin mendekat.



" Brak "



Pintu yang Aran buka tadi tertutup secara tiba - tiba. Aran yang tak tau merasa ada gejolak ketakutan saat menatap mata lelaki misterius itu.


__ADS_1


" Kau datang pengantin ku " bisiknya di telinga Aran yang tak tau sudah sejak kapan ia sampai di sini dan lelaki itu menyeringai yang entah mengapa membuat auranya semakin dingin.


__ADS_2