Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
26


__ADS_3

Tubuh Aran tampa terkendali mudur kebelakang bahkan tubuhnya sudah tak bisa mundur karena dinding yang ada di belakangnya.


Lelaki bertanya itu mengikuti langkah Aran. Sampai tubuh mereka hanya berjarak 1 meter.


Senyumnya sangat berbahaya mengandung banyak makna, bahkan Aran tak tau arti senyum itu.


Aran yang tak pernah takut sekarang merasakan takut yang begitu aneh.


' lelaki ini sangat berbahanya '


Lelaki misterius itu makin dekat ,dekat dan dekat. Tidak ada jarak yang memisahkannya lagi.


Otak Aran tak bisa berpikir, otaknya sekarang lagi buntu, tapi hatinya memaki dan menyumpah Palapa lelaki berbahaya itu.


" Ting "


Bunyi suara giok menggema di telinga Aran. Aran melihat ke samping dan teryata giok untuk kembali kedunianya sudah di genggaman  lelaki berbahaya itu.


Lelaki itu tersenyum tipis dan giok itu hilang bagaikan debu.


"Kau... kembalikan giok itu dan atas dasar apa kau mengambil giok ku! " tanya Aran dengan marah dan menatap tajam lelaki misterius itu.


" Semua yang di mulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu " bisiknya di telinga Aran dan memandang Aran dengan senyum kecil.

__ADS_1


" Tapi Hidup itu bagaikan angin yang berlalu terus " Jawab Aran dengan senyum kecilnya, karena ia bisa menjawab pertanyaan orang itu.


' Sekakmat ' batin Aran berucap dengan bahagia.  karena tidak ada yang bisa mengalahkan dalam kata.


" Kau benar orang akan bosan jika hanya melihat matahari hanya diam di orbitnya "


" Apa maksudmu ?, perkataan mu memiliki banyak makna !" tanya Aran dengan marah karena ia tak bisa menjawab setiap ucapannya  karena setiap kata yang di lontarkan memiliki banyak makna. Aran sudah sangat marah dengan orang ini. Matanya memancarkan kemarahan begitu dalam. Ia ingin sekali membunuh lelaki itu.


" Stefan "


Lelaki itu menghilang dari hadapan Aran setelah menyebutkan kata terakhirnya.


" Ah... "


Tiba - tiba saja ada suara yang menggema di seluruh ruangan.


" Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup , pintu lain terbuka, tetapi seseorang sudah menjadi batu tak berkutik tidak mau menanti pintu baru"


Suara itu berkata lagi.


" Kau tidak akan pernah bisa keluar dari gerbang Harimau "


Suara itu hilang yang Aran tau itu suara dari lelaki berbahaya itu. Aran merasakan sesuatu dan sedikit curiga dengan lelaki berbahaya itu. ' apa lelaki itu berasal dari dunianya juga' batin Aran berucap dengan penuh pertanyaan.

__ADS_1


' Dia sangat berbahaya. Dia bisa tau kehidupan yang gue lalui selama ini. Bahkan orang yang terdekat gue pun tak tau, tapi dia tau.  Aku harus berhati - hati.


' Ah sudahlah gue lebih baik keluar dari sini. ' Aran berjalan keluar pintu dengan langkah lebar,  untuk keluar dari sangkar berbahaya ini.


Tapi saat ingin membukanya pintunya. Pintu itu terkunci. Aran memakai kekuatannya untuk membuka pintu itu tapi tidak bisa di buka. Aran mencari jalan lain tapi nihil tidak ada pintu keluar bahkan jendela,  hanya ada kegelapan dan sunyi. Aran juga tidak bisa memakai kekuatan untuk berpindah - pindah tempat.  Kekuatannya seakan tersegel.


Istana ini bagaikan jalan Tampa unjung sudah 5 jam Aran berkeliling tapi tidak menemukan ujungnya.


" Tuan, lebih baik anda menemuinya "


saran dari penjaga bayangan itu.


" biarkan, sampai ia menyerah " jawab Stefan dengan senyum kecilnya.


' kalau dalam artian tuan, menyerah itu tak sadarkan diri,  aduh... Pusing memikirkan pikiran tuan. Aku bahkan tak tau tuan mencintainya atau tidak ' batin penjaga bayangan itu dengan memijit kepalanya pusing.


" Aku mendengarkannya " Ucapnya dengan dingin.


" Maaf tuan,  yang rendah ini lupa  kalau tuan bisa membaca pikiran" jawabnya dengan takut,  karna ia tau siapapun yang mengusiknya,  atau membuatnya marah kematian yang akan di dapat.


" Aduh...,  gue udah sangat lelah udah berkeliling tapi tidak ada ujungnya, gue lebih baik istirahat dulu " ucap Aran yang frustasi karena tidak bisa menemukan jalan keluar, Aran tidur di lantai dalam posisi duduknya.


"Hm,  teryata sampai situ usaha mu " Stefan menyingkirkan rambut Aran yang menutupi wajahnya dan mengangkatnya menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2