Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
37


__ADS_3

" Istri kau juga palsu "


" Diam kau... Eh.. Tunggu dulu kau bisa baca pikiran orang lain... " Tanya Aran dengan Menyipitkan matanya.


"Menurutmu " Stefan memegang dagu Aran dan tersenyum kecil.


" Kau...  "


"Ah...  Sudahlah aku malas "


Aran kembali memakan - makanannya dengan tenang, ia melihat sekelilingnya dan terlihatlah di pojokan lelaki yang sedikit aneh dengan gayanya yang terus memandang ia.


' Siapa lelaki itu aneh sekali !, aku belum pernah bertemu dengannya '


Aran melangkahkan kakinya menuju lelaki yang menurutnya sedikit misterius.  Ya tentunya tampa pikir pajang, yang penting ia puas gak ada rasa ingin tau di hatinya.


Semua orang memandang Aran aneh,  mereka bertanya-tanya dan bergosip hal - hal aneh dengan suara kecil,  tapi masih di dengar Aran ,bukan Aran namanya kalau ia peduli dengan hal -hal yang tak berguna itu.


" Hello " sapa Aran yang tak menampakkan senyumnya.


Lelaki yang di sapa Aran hanya menaikkan alisnya tak mengerti apa yang di bicarakan Aran.

__ADS_1


Aran duduk di sebelah lelaki itu yang mengundang para perhatian netizen, Aran hanya mengangkat bahu acuh toh bukan urusannya.


" Lo, orang barunya di sini ?,  gak pernah gue nampak muka lo ? "


" Hm.. Ya... Saya Pangeran ke dua dari Selatan ,tapi apa itu lo dan gue "


" Oh gitu, yang gue katakan gak usah di pikirkan lo kan pintar pasti lo bisa tau apa yang gue ucapkan ini kan dari kata lo, gue "


" Sepertinya saya mengerti "


" Oh baguslah siapa nama lo ?" tanya Aran yang sedikit curiga,  ia akan meminta kenzo untuk menyelidiki pangeran ini,  ia seperti menyembunyikan sesuatu.


" Nama saya Que "


" Sayang kau sangat berani " tetapnya dengan tajam dan dingin menatap Aran, yang membuat Aula di pejamuan menjadi mencekam.


Banyak orang yang tak kuat dengan Aula tersebut membuat mereka pingsan bahkan para pelayan sudah pisan tak tersisa hanya ada raja dan ratu saja yang masih tetap bertahan walau akan pingsan terus menerus.


Aran tak terpengaruh dengan Aula itu karena hanya sekucil saja mempengaruhinya dan juga Harun yang sedang menyamar ia tak terpengaruh sedikitpun.


" Kau bisa gak hilangin Aula jelek mu itu,  liat di belakang mu udah pada terkapar semua " bentak Aran dengan judes.

__ADS_1


Stefan memegang tangan Aran dan pergi dari sana.


Semua orang kembali dan bisa menghembuskan nafas dengan tenang. Tak ada lagi Aula yang menekannya.


" Apa sih maksud kamu? "


Aran melepaskan tangannya yang sudah memerah karena kepalan yang  di pegang dengan kuat oleh Stefan itu.


" kau sangat berani sayang " Stefan menatap tajam Aran dengan senyum iblisnya.


" Apaan sih " tanya Aran yang tak mengerti kenapa tiba - tiba Stefan marah gitu.


" Sepertinya hukuman untuk mu terlalu ringan sayang " Ucapnya dengan dingin dan senyum iblis yang terukir di bibirnya.


"Hah... " Aran sudah tak tau lagi apa maksud ni orang, yang marah gitu, ia sudah seperti orang bodoh memikirkan pikiran orang yang ada di depannya yang tak bisa di tebak itu.


" Masih ingat kata - kata ku terakhir kali saat kau keluar kediaman tampa izin "


' Aduh gue lupa lagi ' batin Aran berucap dengan frustasi.


"Eh... Tunggu dulu gue ingat... Ingatnya..jangan marah dulunya " Aran merentangkan kedua tangannya ke depan untuk menahan Amarah orang yang ada di depannya ini.

__ADS_1


Yang sudah terlihat api kemarahan di matanya itu.


__ADS_2