
" Sudahlah. Kerajaan ini kenapa gak ada yang berubah sih? "tanya Aran kesal, Saat datang kesini tidak ada yang berubah sama sekali.
" Maaf tuan, banyak dokumen yang terbengkalai, jadi saya mengurus dokumen ini dulu. " jawab Kenzo pasrah dengan menyiratkan kelelahannya di matanya.
" Ah sudahlah aku pergi dulu ,kamu urus dengan benar " ucap Aran yang tidak memedulikan tatapan yang di berikan Kenzo, setelah itu menghilang dari pandangan Kenzo.
Aran berkeliling pasar di kerajaan Selatan dengan riang gembira, sambil mengamati setiap keadaan yang terjadi.
" Hai permaisuri ,apa kau ingat dengan ku? " ucap seseorang dengan tudung merah.
" Siapa kau? " tanya Aran dengan alis kiri yang terangkat.
" Kau lupa, yasudah aku pergi saja, tapi aku akan kembali lagi dan akan membunuhmu dan suamimu" ucapnya lalu pergi dengan kabut asap.
" Oh Aran kamu punya permainan baru " gumam Aran dengan kilatan mata yang licik dan tersenyum kecil .
" Sayang " ucap seorang di belakang Aran.
__ADS_1
" Apa lagi ? " ucap Aran sambil berbalik melihat orang yang memanggilnya dan betapa terkejutnya ia saat menemukan Stefan yang berdiri di depannya dengan tatapan dingin.
" Kau " ucap Aran spontan.
" Kau sangat berani rupanya, ingat ini sudah keberapa kali " ucap Stefan dengan tajam menatap Aran.
" Kabur " Aran berlari dengan kencang, melupakan bahwa dia punya kekuatan yang bisa menghilang kapanpun ia mau.
" Berhenti " teriak Stefan dengan suara parau Khas laki - laki.
kemudian mencekal lengan Aran dan menariknya hingga Aran menabrak dada bidangnya.
" Apa kau tuli ?, aku bilang berhenti " kata Stefan dengan penuh penekanan di depan wajah Aran. Stefan terus memberikan tatapan tajam tersirat ancaman pada Aran. Namun seolah tak terpengaruh dengan tatapan tajam Stefan. Aran kembali menatap tajam Stefan dengan tatapan datar.
Tak ada pegerakan atau pemberontakan yang di lakukan Aran , membuat Stefan binggung karena Aran tidak menunjukkan reaksi apapun, tidak seperti biasanya Aran yang pemberontak berubah menjadi Aran yang tenang, Stefan tidak tau lagi dengan sifat Aran yang berubah - rubah ini.
" Kalau tidak ada yang ingin kau tanyakan, lepaskan tanganku " kata Aran datar menyadarkan lamunan Stefan. Dan dengan mudah Aran melepaskan cekalan lengannya dari tangan Stefan.
__ADS_1
Aran mencoba berjalan meninggalkan Stefan namun tangannya kembali di tarik dan tampa di sadari bibir Stefan berhasil mendarat di bibir Aran.
Aran yang tidak siap menerima hanya diam saja dengan mata tajam menatap wajah Stefan yang menciumnya. Aran tau jika ia memberontak akhirnya sama saja, ia yang akan kalah, lebih baik diam tampa mengeluarkan tenaga.
Perlahan Stefan membuka matanya dan melihat Aran masih berekspresi datar membuat Stefan menarik tengkuk Aran dan memperdalam ciuman mereka.
Aran masih terdiam otaknya mendadak tidak bisa berpikir, jantungnya memompa dengan cepat, darahnya berdesir cepat namun wajahnya tetap konsisten tidak berekspresi apapun.
Aran menutup matanya sekejap untuk memulihkan perasaan yang tak menentu kemudian membuka matanya kembali dengan wajah datar tampa ekspresi.
Stefan melepaskan ciumannya dan kembali memandang Aran, berharap menemukan ekspresi yang menyenangkan, namun pemikirannya salah, Aran masih terdiam dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
' Kenapa dia tidak berekpresi apapun? " pikirnya dalam hati.
Aran yang sudah sangat marah menyerang Stefan dengan kekuatan apinya tampa aba - aba setelah itu hilang dari pandangan Stefan.
Stefan yang tidak fokus terkena serangan dari Aran yang membuatnya terluka tidak terlalu dalam tapi Stefan sangat marah.
__ADS_1