Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
5


__ADS_3

Hari - hari berlalu tak terasa waktu begitu cepat bagaikan air yang mengalir deras.


Sudah sebulan Aran bersantai dengan HPnya dan melatih kekuatan fisiknya, ia juga memantau pegerakan semua keluarganya terutama rubah busuk itu.


Kediaman Aran sudah berubah total, Semua benda,  berasal dari dunia modern.


Ia juga sering keluar kediaman untuk menjual pil yang tak berguna ke lelang atau ia akan mengunjungi hutan kematian dan surgawi.


Tampa di sadari orang Aran sudah menjadi ratu hutan kematian dan Surgawi.


Bahkan pelayannya tak tau jika Aran menguasai hutan kematian dan surgawi, dia hanya mengetahui Aran mempunyai elemen api.


Karena Aran tak pernah percaya dengan manusia. Ia menganggap mereka semua memiliki tujuan tertentu.


Sekarang di kerajaan ini akan mengadakan jamuan, ia juga terpaksa untuk ikut jamuan tersebut. Jika bukan pelayannya yang memaksa ia terus merengek sejak pagi tadi disinilah ia berada di meja rias untuk merias dirinya.


Ia juga mengerjai pelayannya dengan mengubah - ubah terus gaya rambutnya.  Yang membuat pelayan itu kelelahan dan kesal .

__ADS_1


"Putri kita udah terlambat putri"


" Okay ayo kita pergi"


Mereka pun melangkah keluar kediaman menuju area perjamuan.


Di lain sisi raja dan yang lain sudah memulai perjamuan tampa Aran, mereka seolah tak mengetahui jika mereka masih ada orang yang tak hadir di perjamuan tersebut.


"Putri Aran memasuki ruangan" penjaga luar berteriak dengan keras hal itu membaut telinga Aran berdengung, ia menatap tajam ke penjaga yang berteriak itu.


' Haduh teliga ku kanyaknya harus di bawa RS deh'


Hal itu membuat mereka yang ada di Aula merasa takut dengan Aura yang di keluarkan Aran.


Setelah puas membaut orang yang berada di ruangan ini tidak bisa bernapas, Aran menyerap kembali Auranya,  padahal baru 3% yang Aran keluarkan tapi mereka sudah tak bisa bernapas, apalagi kalau semuanya bisa isdet semua orang yang ada di sini.


"Salam untuk Kaisar dan Permaisuri semoga umur panjang " ucap Aran dingin. Aran menunduk sedikit dan kembali pada posisi awal.

__ADS_1


Kaisar dan permaisuri merasa sedih karena sikap Aran yang menganggap meraka bukan orang tuanya,  yang mereka liat di mata Aran hanya lubang hitam tak berujung .


Sebelum kaisar menjawab Aran sudah berjalan dan duduk di kursi paling pojok  dengan kursi tak layak pakai.


Itu tempat duduk yang di berikan ayahnya. Aran tak masalah yang penting tenang dan damai. Ia bisa menggantinya jika ia ingin.


.


." Putri apa begini sikapmu ?, bahkan anda juga kurang ajar. Apa anda tidak mempunyai etiket !" tanya putri Ajiang dengan senyum remeh dan menghinanya.


Yang ditanya hanya diam,  ia terlalu malas utuk berkata. Bahkan Aran sudah menguap.


Putri Anjiang mengertakkan gigi,  karena pertanyaannya tidak di jawab, dia bahkan menatap malas ke arah putri Anjiang


" Urus aja dirimu. Kau saja tak punya etiket dengan membentak putri yang lebih tua. Dasar bocah" Jawab Aran dengan dingin .


Para penonton tertawa mengejek kearah putri Anjiang, dan menjadi bahan gosip mereka.

__ADS_1


Putri Anjiang merasa terhina, hanya bisa mengertakkan gigi menahan emosi.


" Sudah - sudah  Putri Aran akan di beri hukuman tidak boleh keluar kediaman selama seminggu karena tidak menghormati kaisar" perintah Kaisar mutlak .


__ADS_2