
Aran menuju kamar Stefan lalu duduk di pinggir ranjang Stefan, menatap Stefan dengan pikiran kosongnya, ia sudah bingung siapa yang salah dan benar di sini.
Aran pergi untuk mengintai Xio, ia ingin melihat apa yang sedang Xio lakukan, Aran membuka laptopnya lalu melacak lokasi Xio terlihatlah sosok perempuan yang duduk di pinggir perairan yang sedang menikmati sejuknya udara di sana walaupun gersang tapi sangat sejuk.
Aran melihat wajah Xio yang damai tampa masalah, ia tidak percaya teryata seorang Xio adalah pembunuh bayaran di masa lalunya, wajahnya sangatlah cantik tampa celah membuat seseorang tertipu dengannya.
Aran tidak akan menempati musuh di tempat aman ataupun damai jika sudah menjadi musuhnya maka penderitaan yang di dapatnya, walaupun mereka menganggap itu manis.
Tempat yang Aran berikan yaitu tempat di mana si orang yang pernah tinggal di sana setelah mereka keluar maka meraka akan mengalami mimpi buruk di setiap malamnya.
Aran menutup laptopnya lalu melihat wajah Stefan, makin hari makin pucat Aran juga tidak lagi akan mempercayai Stefan, jika Stefan terbukti salah.
Aran menutup matanya dan membuka matanya kembali, kemudian Aran tersenyum devil, Aran keluar kamar itu menuju suatu tempat.
«««
Pagi pun tiba Aran telah bersiap , ia juga sudah mengeluarkan Xio dari ruang jiwanya dan memberikan borgol tidak terlihat agar Xio tidak bisa kabur darinya.
" Tunjukan jalan " pinta Aran tanpa ekspresi.
Xio mengangguk lalu pergi menuju rumah bordir adiknya bekerja, mereka menyamar menjadi lelaki.
__ADS_1
" Selamat datang tuan - tuan " hormat penjaga di sana dengan membungkukkan badan dengan hormat.
Aran hanya diam lalu masuk kedalam lumah bordir itu, menatap sekelilingnya yang sangat aneh, selama hidupnya baru pertama kali ia ketempat seperti ini.
" Kau saja , aku tidak mengerti " pinta Aran masih mempertahankan ekspresinya.
" Baik nona " jawab Xio lalu berjalan menuju bar di depannya.
Aran hanya mengikuti Xio dari belakang, sambil melihat gerak - gerik orang di sekitarnya.
" Salam nona, saya ingin bertemu Cilu. Apa kah Cilu ada di sini? " tanya Xio ramah.
Perempuan itu membawa Aran ke ruangan pojok dan memperlihatkan perempuan cantik dengan baju yang sedikit terbuka sedang duduk untuk menyantap makanan paginya.
" Nona ada yang ingin bertemu nona " ucap perempuan itu pada Cilu, Cilu melihat ke arah kami lalu mengangguk.
" Silahkan masuk " pinta Cilu lalu melanjutkan makannya, perempuan yang mengantarkan kami kembali pergi untuk menyelesaikan tugasnya.
Aran dan Xio duduk di depan Cilu yang memandang kami lekat.
" Ada apa tuan - tuan ? " tanya Cilu dengan suara saksinya, menatap kami penuh dengan nafsu.
__ADS_1
" Apa kau punya kakak bernama Xio " tanya Aran to the point, masih tanpa ekspresi.
" Siapa dia aku tidak kenal, aku tidak memiliki kakak " jawab Cilu, mengangkat kedua alisnya.
" Aku kakak mu apa kau lupa ? " tanya Xio yang melepas kumisnya.
" Siapa kau?" tanya Cilu sinis.
" Aku Xio " jawab Xio dengan suara bergetar menahan tangisnya.
" Kalian teryata perempuan, penga..."
Sebelum selesai berbicara Aran sudah mencegatnya agar Cilu tidak lagi bisa mengeluarkan suara.
" Ada apa ini ?, siapa yang benar dan salah di sini? " tanya Aran frustasi, lalu ia menatap kedua orang di depannya dengan tajam.
Aran mengeluarkan robotnya lalu meniru wajah Cilu dan Cilu asli Aran bawa keruang jiwanya untuk di interogasi begitu juga Xio.
Aran keluar dari ruangan itu dan pergi dari sana.
Tanpa di sadari ada orang yang melihat aksi mereka dari tadi, orang itu tersenyum kecil lalu pergi dari sana.
__ADS_1