Reinkarnasi King Ran

Reinkarnasi King Ran
29


__ADS_3

Pagi pun tiba mentari sudah menampakkan sinarnya. Suara yang bising mulai terdengar.


Aran terbangun dari tidurnya karena suara yang sangat berisik membuat tidurnya terusik.


" Berisik " teriak Aran. Aran menatap tajam semua pelayan yang ada di kediamannya saat ini.


" Maaf kami Permaisuri " ucap salah satu pelayan itu dengan ramah tidak ada jejak ketakutan dimatanya.


Aran saat tiba di sini juga merasa keberadaan kuat di sini.  Karena semua orang di sini sangat kuat dan tahap terendah berada pada tahap pengawal.


Aran akui itu sangat bagus. Karena kerajaan ini juga kerajaan terbesar di kekaisaran.


" Keluar atau aku yang akan mengusir kalian " perintah Aran dengan dingin.


" Tapi permaisuri " jawab pelayan yang tak tau itu dengan ragu.


" Teryata cara kekerasan yang kalian inginkan " Aran mengeluarkan sedikit Auranya hanya 3 % saja.  untuk menakuti mereka.


Semua pelayan tidak sanggup sehingga mereka keluar dengan pasrah.


Aran membersihkan diri dan Aran mulai menjalankan aksinya.


" Suami " ucap Aran dengan canggung ' geli,   gue ucapkan kata itu pengen muntah jadinya ' bati. Aran berucap dengan jijik.


Tentu saja itu terdengar oleh Stefan. Stefan hanya tersenyum kecil mendengarnya. Ia juga ingin sedikit bermain sedikit dengan Aran.


" Iya istri, kau sangat manja teryata "


Aran gelagapan harus berkata apa, ia tak tau kalau soal ginian.


" Suami nakal deh " ucap Aran sedikit terdengar suara jijik.


Aran keluar dari ruang makan,  ia tak sanggup lagi berbicara hal yang menjijikkan baginya. Ia ingin  muntah mendengarnya apa lagi itu dari mulutnya. Bulu kuduknya sudah berdiri karena kata - kata yang di ucapannya.

__ADS_1


" Ha..ha....,  sangat lucu " tawa lepas terdengar dari Stefan .


Stefan tiba dihadapkan Aran secara tiba - tiba, hal itu mengangetkan Aran. Untung pinggangnya di pegang oleh Stefan jadi ia tidak akan terjatuh dengan tidak elit.


" Istri jika kau tak ingin melakukannya, maka carilah jalan yang lebih baik " Stefan tersenyum dengan tulus.


Aran sampai terpesona dengan senyumnya yang begitu indah. Seperti bunga mawar yang lagi mekar.


'Dia senyumnya bagus juganya bisa jadi model tuh , pasti banyak yang tergila - gila padanya ' batin Aran berucap dengan menganguk - angkuk kepalanya.


" istri sedang mengagumi saya "


" Iya, seyummu cukup bagus,  pertahankanlah " Aran menepuk - nepuk punggung Stefan.


" Istri apa kau mau posisi seperti ini terus " Stefan meririk ke pinggang Aran.


Aran melepaskannya,  ia lupa kalau ia berada di pelukannya. Karena sibuk berpikir.


" Eh iya sorry " ucap Aran dengan canggung.


" tidak ada " Stefan lagi - lagi pergi tampa di suruh.


" Apa maksudnya ya ?, ah.... Bodo lah, gak gue pikirin " Aran pergi  dari sana dan menuju kediamannya untuk makan sarapan paginya yang ia ambil di ruang jiwanya.


Tampa Aran sadari, ia sudah mulai cerewet saat tiba di dunia ini,  dan terbuka.


' Semua bisa berubah kapan pun itu tampa di sadari. Berjalan waktu semuanya akan berubah seperti umur yang berubah pastinya semua yang ada di dalam diri kita juga ikut berubah tidak ada sesuatu yang tidak berubah atau masih pada posisinya. Benda saja bisa berubah. Mau jadi apa dalam perubahan kita itu tergantung diri kita sendiri. Baik itu baik atau pun buruknya. '


Setelah selesai sarapan Aran memangil Kenzo, ia memiliki tugas lain selain itu, yaitu janjinya pada Zio untuk menjaga kerajaannya.


" Salam tuan "


" Kau jadilah kaisar di kerajaan Zio " perintah Aran.

__ADS_1


" baik tuan "


Setelah Kenzo pergi , Aran melangkahkan kakinya ke taman. Ia tak tau kenapa dengan hatinya. Hatinya memiliki rasa lain yang begitu aneh. Yang hanya di milikinya saat Aran kecil tapi ini lebih dari itu.


Aran duduk di bangku kosong bercat hitam dengan ukiran unik.


Aran menutup matanya merasakan hembusan angin yang menerpa wajah dan rambutnya. Menyuarakan harum melati.


" Di dunia ini,  jika kau ingin merasa baik , maka terimalah bahwa tiap keadaan tidak pernah berubah " Stefan berjalan mendekat ke Aran dan duduk di depannya.


" Janganlah biarkan keadaan mengontrol mu. Kamulah yang mengontrol keadaan " jawab Aran menatap mata Stefan,  tapi ia tak menemukan apa yang sedang ia pikirkan, seolah ia tak memikirkan apapun hanya kosong dan gelap.


"  Tidak ada yang akan terus berjalan sesuai keinginan "


"  Yah..  Tapi kita harus berusaha tuk merubahnya "


" Mengerikan dirimu barus kamu berkata indah " ucap Stefan dengan senyum kecilnya yang mengandung ejekan. 


Setelah mengatakan itu Stefan lagi - lagi hilang . Yang membuat Aran kesal.


" Kata - katanya sangat pedas " gumam Aran.


Aran tidak akan berdiam diri lagi dengan memikirkan hatinya yang merasakan perasaan aneh.


Ia akan menjalankan semua misinya. Aran akui ini misi yang sangat lama untuk di selesaikan biasanya hanya sehari dan paling lama seminggu tapi ini sudah lebih dari itu.


Aran juga mengakui kehebatan Stefen. Dia sangat misterius sehingga susah menebak apa tujuannya.


Misi ini cukup susah baginya karena tandingannya bagi Aran cukup berat di bandingkan yang lain yang pernah Aran selesaikan, tapi ia tak akan menyerah ia akan berusaha. karena dalam kamus Aran tidak ada kata tidak berhasil dalam kamusnya.


Aran akan mengunakan ambisinya untuk melawan musuhnya. " kecerdasan tampa ambisi bagaikan burung tampa sayap "


" Baiklah mari kita mulai " senyum licik terbesit. Ia sangat menanti permainan yang akan di buat.

__ADS_1


Otak cantik Aran memiliki banyak siasat dan jebakan berbahaya. Yang berputar - putar di kepala Aran.


__ADS_2