Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:10.menjerumuskan orang ke dalam taktiknya


__ADS_3

Selama di perjalana mereka tidak pernah ada yang bicara satu sama lain, hanya derat langkah kaki yang mengiringi keheningan itu


Xiao yu, yang acuh dan dingin,memang anti dengan kata basa-basi.sedangkan dayang lu, dia ingin sekali berbicara,namun dia ragu atas pertanyaannya sendiri,sungguh sulit dipercaya kini putri xiao jian berubah naik derastis, yang tadinya hanya seorang gadis lemah,kini berubah menjadi gadis yang anggun dan berwibawa, jadi dia hanya bisa mengurungkan nitnya saja, diapun tadinya juga sempat pangling melihat wajah nonanya yang sekarang di bandikan yang dulu


'mustahil' tapi itu nyata.sampaylah mereka di depan gerbang menuju ibukota kerajaan (bron her)


Tidak ada penjaga satupun di sana, xiao dan dayang lu, masuk tanpa pamrih,mereka masuk layaknya rakyat biasa,pakayan yang lusuh dan mulay memudar, bahkan pakayan dayang lu, saja sudah mendapatkan beberapa tambalan


Di depan sana terlihat sebuah toko pakayan yang lumayan cukup besar dengan nama (seribu bunga). WEL,itu terdengar aneh tapi mungkin ada sebabnya, xiao jadi tertarik untuk pergi kesana


"Ayo dayang lu ikuti saya!" ucap xiao yu berjalan ke tempat tujuan,yang hanya di buntuti oleh dayang lu dari belakang


Berhenti tepat di hadapan tangga, xiao yu akan melangkahkan kakinya namun dayang lu, buru-buru menggentikannya "tunggu nona!, nona mau kemana,? bukankah ini tempat pakayan"


"tepat sekali,kita akan membeli beberapa pakayan di sini,lihatlah pakayan kita terlihat seperti gembel, aku yang memakaynya saja sudah merasa jijik apa lagi pendapat orang tentang kita" sahut xiao yu tanpa berpaling ke arah dayang lu


"tapi nona hamba tidak—" sebelum ia mengakhiri ucapannya xiao tiba-tiba menyela "suah tidak perlu hawatir soal uang, dayang lu tidak perlu memikirkan tentang itu, jadi ayo kita masuk"


Dayang lu hanya bisa terdiam seribu bahasa, toh.dia juga tidak bisa menghentikan nonanya yang sudah masuk duluan, yah sudahlah ia dengan pasrah mengikutinya


"bos,ambilkan kami baju yang bagus!" seru xiao sambil belemparkan sekantung (yuan bao) ke arah pemilik toko, dan dengan girang pemilik itu langsung menangkap emas itu


(mata uang di benua 'shu': koin emas.koin perak.koin perunggu.koin perunggu/koin biasa. Yuan bao emas dan yuan bao perak )


"baik nona silahkan menunggu" sahut peria paruh baya itu yang tak lain adalah pemilik toko


"kamu cepat ambilkan baju terbaik kita" suruh bos itu pada bawahannya tanpa melihat penampilan kedua pelanggannya, karena ia juga sudah terbiasa meladeni para pengunjung yang memakay pakayan compang-camping seperti itu, tapi ternyata kaya raya, bahkan dia tidak ragu untuk menimbang-nimbangnya lagi, apalagi secara terang-terangan xiao melemparkan sekantung emas padanya


Dia tidak tersinggung, ataupun tidak suka dengan cara seperti itu, namun ia tahu bahwa pelanggan adalah raja


—"nona silahkan duduk dulu....!"


Menerimanya xiao duduk di kursi ruang tunggu


Xiao melihat ke sekeliling toko, sekarang setelah masuk,barulah ia mengerti alasan mengapa toko ini di namakan 'seribu bunga' karena warna maupun pola and corak semua mewakili 'bunga'


3.detik kemudian pelayan itu membawakan beragam jenis baju yang ukurannya sama dengan yang di pakay xiao dan dayang lu


"dayang lu,ayo kita ganti bju yang bau ini dengan yang baru!" suruh xiao sambil mengambil hanfu berwarna biru dengan lapisan biru tua di luarnya


"tapi nona—" baru saja ia berucap xiao sudah mendahuluinya "apa dayang lu membantah perintah dari saya"


—"ti'tidak nona,saya tidak berani, saya akan memakaynya"

__ADS_1


—"bagus"



Pada saat xiao akan memakay jepit rambutnya, terdengar suara keribuatan dari luar


—"pokoknya saya gak mau tahu baju itu milik saya"


—"maaf nona tapi baju itu—"


—"hey kamu cepat panggil nonamu kesini aku tidak mau tahu ya,itu adalah baju miliku"


Kecak riuh di luar terdengar mengganggu xiao yu yang sedang mengganti pakayan


Ia dengan langkahnya yang pelan menuju ke depan untuk melihatnya


Pada saat xiao yu keluar dari ruang ganti,tiba-tiba suasana menjadi hening seketika.semua orang tertuju padanya hanya tatapan tak percaya dari semua orang yang mengarah padanya


—'wah dia sangat cantik'


—"wah sang dewi sedang menunjukan wujudnya'


—'aku tak percaya ada gadis seanggun dan secantik ini di ibukota ini'


Ucap hati semua orang yang melihat gadis cantik dengan manuk biru tak luput dengan tempelan cadar yang membatasi wajahnya, dilengkapi hanfu yang selaras dengan kulitnya itu,sangat memukau


"apa maksud nona?" tanya xiao yu dengan nada datar


"itu bajuku beraninya kau memakaynya,apa kau belum tau siapa aku" cerocos wanita itu dengan suara lantang


"sepertinya saya tidak mengenal anda nona" jawab xiao yang masih dengan suara tenang nan dingin


"beraninya kamu ya. oke biar aku kasih tahu ya aku adalah nona dari keluarga 'WONG' namaku adalah 'wong lian' " jelasnya sambil menyombongkan diri



(note: "visual nona wong lian,maaf ya kalau tidak terlalu cocok dengan karakter sobong nan jutek, soalnya hanya ini yang ada di album author hihi😅😅😅


"lalu apa mau anda nona" ucap xiao dengan alis yang sedikit terangkat ke atas


"aku mau gaun itu,gaun itu adalah miliku,cepat kembalikan padaku!" pinta ia dengan telunjuk mengarah ke arah xiao yu


"tapi nona perlu anda tahu gaun ini sangatlah mahal jadi menurut saya anda tidak akan mampu membayarnya" ucap xiao dengan nada mengejek

__ADS_1


Mendengarnya wong lian semakin marah, daun telinganya mulay memerah seperti telinga ba*b*, sambil mengepalkan tinjunya "beraninya kau meremehkannku, memang berapa harganya?"


'bodoh' pikir xiao sambil tersenyum kecil "harganya tiga kantung yuan bao?"


"lan, cepat berikan uangnya!" tita wong lian dengan tatapan tajamnya mengarah pada xiao yu


Pelayan itu hanya menurut ia tidak berani menentang nonanya (prreek) 3 kantung itu tergeletak di atas meja


"maaf nona sepertinya saya telah hilaf, maksud saya bukan tiga kantung,tapi tuju kantung" cela xiao dengan ekspresi seperti sedang melupakan sesuatu


"KAU" sahut nona wong lian dengan geram kemudian berkata lagi "cepat lan berika empat kantung lagi,cepat"


Menanggapinya pelayan itu jadi ragu "tapi nona uang anda akan habis semua"


Nona itu tidak perduli, baginya harga diri lebih penting. bagay mana bisa nona muda dari keluarga wong bisa kekurangan uang "cepat berikan atau aku akan menghukumu"


—"ii'iya nona" (prreek)


Empat kantung menumpuk ke atas kantung yang tadinya sudah mendarat di atas meja


'bodoh apakah ini yang di namakan ('usaha tanpa kerja) sepertinya ini adalah hari keberuntunganku' batin xiao sambil tersenyum sinis "baiklah akan ku ambil,oh ya nona sepertinya anda salah sangka hanfu yang anda pesan ada di sini"


Mengambil baju yang tadi sudah di bungkus oleh bos pemilih toko, xiao kemudian memberikannya pada gadis itu sambil berbisik "oh ya,nona anda harus tahu harga dari baju yang anda pesan,tidak lah semahal itu, hanya butuh dua yuan bao untuk memilikinya"


tanpa menunggu respon apapun dari gadis itu,xiao langsung beranjak pergi sambil membawa beberapa pakayan yang sudah di belinya tadi "ayo dayang lu kita pergi!"


—"iya nona"


Tersadar dari lamunannya gadis itu kemudian bertanya "bos apa maksudnya"


"nona gaun itu sudah di beli oleh nona yang tadi" sahut bos pemilik toko yang meremehkan nona keluarga wong, 'bagaymana bisa ada orang sebodoh ini,di tipu-pun dia masih meladeninya,nona itu sangat hebat dalam menjerumuskan orang ke dalam taktiknya'


Menyadari dirinya telah di tipu gadis itu tiba-tiba menyerang ke arah xiao yu "dasar wanita ****** rasakan ini"


Xiao yang menyadari tanda bahaya lang sung menghindarinya, ia melambaykan tangan dan mengulurkan kaki kanannya untuk menyandung gadis itu, dan benar saja gadis itu menyenggol kaki xiao sehingga ia jatu ke lantay (gedebukkkkkk) gsdis itu merintih kesakitan


Tapi xiao tidak memperdulikannya ia hanya melewatinya dengan langkah kecil,'dasar bocah' ia menarik tangan dayang lu untuk berlari


Sampay ia di dekat pintu (brkkkkk) ia tiba-tiba menabrak dada bidang seorang peria yang berdiri tepat di ambang pintu keluar


"hey apa kau tidak punya mata ke hah" teriak xiao sambil memegangi jidatnya yang ke pentol


Tidak mendapat respon apapun xiao dengan cepat mengangkat wajahnya untuk melihat orang itu, namun seketika ia terbelangak kaget sampay matanya hampir keluar "oh my good"

__ADS_1


Bersambung...


note:jangan lupa tekan like dan tinggalkan komentarnya ya,thank you masuh setia😅🤗🤗🤗


__ADS_2